Menjual saham
Sebuah IPO (Initial Public Offering), atau penawaran saham perdana, adalah penjualan pertama saham perusahaan kepada masyarakat. Sebuah perusahaan bisa meningkatkan uang tunainya dengan mengeluarkan surat hutang atau meningkatkan ekuitas. Jka sebelumnya perusahaan belum pernah menjual ekuitas kepada masyarakat, maka ini disebut IPO. Perusahaan terbagi dua jenis yaitu : tertutup dan terbuka.
Sebuah perusahaan tertutup memiliki pemegang saham yang lebih sedikit dan pemiliknya tidak wajib melaporkan informasi tentang perusahaan. Setiap orang dapat mendirikan perusahaan; dengan menginvestasikan sejumlah uang, memasukkan dokumen hukum dan mengikuti aturan yang berlaku di daerah tersebut. Banyak perusahaan kecil bersifat tertutup. Tapi banyak juga perusahaan besar demikian. Contohnya IKEA, Domino’s Pizza dan Hallmark Cards.
Biasanya tidak lazim setiap orang bisa membeli saham dari perusahaan tertutup. Anda dapat menghampiri pemiliknya untuk berinvestasi, tapi mereka tidak punya kewajiban untuk menjual kepada anda. Perusahaan terbuka, berlawanan, menjual sebagian kepemilikannya kepada masyarakat dan diperdagangkan di bursa saham. Karena sebab ini juga IPO disebut juga “go public.”
Perusahaan terbuka memiliki ribuan pemegang saham dan terikat untuk mengikuti aturan dan regulasi. Mereka wajib memiliki dewan direksi dan mereka harus melaporkan informasi keuangan tiap kuartal. Dari sisi investor, hal paling penting pada perusahaan terbuka adalah sahamnya dijual bebas di pasar, seperti komoditas lainnya. Jika anda memiliki dana, anda bisa berinvestasi.
Mengapa Go Public?
- Perusahaan IPO mendapatkan dana dari hasil IPO. Dan menjadi perusahaan terbuka juga menawarkan banyak pintu keuangan :
- Karena menjadi terbuka, perusahaan terbuka biasanya mendapatkan bunga yang lebih baik ketika berhutang.
- Selama masih ada permintaan, perusahaan terbuka dapat menjual lebih banyak saham. Sehingga, merger dan akuisisi dapat lebih mudah dilakukan karena saham bisa dikeluarkan sebagai bagian dari perjanjian.
- Transaksi di pasar modal berarti likuiditas. Ini memberikan kesempatan untuk banyak hal, misalnya penawaran saham kepada karyawan sehingga bisa menarik talenta berbakat.
Terdaftar di bursa saham utama menawarkan prestise. Pada masa lalu, hanya perusahaan dengan kriteria kuat yang layak untuk IPO dan tidak mudah untuk menjadi terbuka.
Booming internet merubah segalanya. Perusahaan tidak perlu keuangan yang kuat dan sejarah yang solid untuk terbuka. Malahan, IPO biasanya dilakukan oleh perusahaan kecil yang baru mulai dalam proses memperluas bisnis mereka. Tidak ada yang salah dalam keinginan untuk berekspansi, tapi banyak perusahaan ini tidak pernah mendapat keuntungan dan tidak berencana menjadi untung dalam waktu singkat. Didirikan oleh modal investor pribadi, mereka menghamburkan uang untuk menciptakan kegairahan di pasar sebelum menjadi bangkrut, dengan harapan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Maka IPO menjadi akhir cerita daripada menjadi awal.
Bagaimana ini bisa terjadi? Ingatlah : IPO hanyalah proses menjual saham. Ini semua hanyalah tentang menjual. Jika anda dapat meyakinkan orang untuk membeli saham di perusahaan anda, anda akan mendapatkan uang yang banyak.
Dalam melakukan Penawaran Umum, Calon Perusahaan Tercatat perlu melakukan persiapan internal dan dokumen-dokumen sesuai dengan persyaratan untuk melakukan Penawaran Umum, serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh OJK.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses Penawaran Umum adalah mencakup tahapan sebagai berikut:
- Periode Pasar Perdana yaitu ketika saham atau Efek ditawarkan kepada pemodal oleh Penjamin Emisi melalui para Agen Penjual yang ditunjuk;
- Penjatahan Saham yaitu pengalokasian saham atau Efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah Efek yang tersedia;
- Pencatatan Efek di Bursa yaitu pada saat saham atau Efek tersebut mulai dicatatkan dan diperdagangan di Bursa.
Proses Penawaran Umum dapat dikelompokan menjadi beberapa tahap.
1. Tahap Persiapan
Tahapan ini merupakan awal dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses Penawaran Umum. Hal yang pertama kali dilakukan oleh Calon Perusahaan Tercatat adalah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka Penawaran Umum saham. Setelah mendapat persetujuan, Calon Perusahaan Tercatat Melakukan penunjukan Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal, antara lain:
- Penjamin Emisi (Underwriter) merupakah pihak yang paling banyak terlibat dalam membantu Calon Perusahaan Tercatat dalam rangka penerbitan saham dengan menyiapkan berbagai dokumen, membantu membuat Prospektus dan memberikan Penjaminan atas penerbitan Efek.
- Akuntan Publik (Auditor Independen) merupakan pihak yang bertugas untuk melakukan audit atau pemeriksaan atas Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat.
- Penilai Independen yang merupakan pihak yang melakukan penilaian atas Aktiva Calon Perusahaan Tercatat dan memenentukan nilai wajar dari Aktiva tersebut.
- Konsultan Hukum merupakan pihak yang memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion).
- Notaris merupakan pihak yang membuat akta-akta perubahan Anggaran Dasar, akta perjanjian-perjanjian dalam rangka Penawaran Umum dan juga notulen-notulen rapat.
- Biro Administrasi Efek, bertugas untuk mengadministrasikan pemesanan saham dan mengadministrasikan kepemilikan saham.
2. Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran
Dalam tahap ini, Calon Perusahaan Tercatat melengkapi dokumen pendukung untuk menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK sampai dengan OJK menyatakan bahwa Pernyataan Pedaftaran telah menjadi efektif.
3. Tahap Penawaran Saham
Tahap ini merupakan tahap utama karena Calon Perusahaan Tercatat menawarkan sahamnya kepada masyarakat (investor). Investor dapat membeli saham melalui agen penjual yang telah ditunjuk. Masa penawaran umum ini paling kurang 1 hari kerja dan paling lama 5 hari kerja.
Perlu diingat bahwa seluruh keinginan investor atas saham Calon Perusahaan Tercatat dapat dipenuhi seluruhnya dalam hal terjadi kelebihan permintaan (oversubsribe). Sebagai contoh, saham yang ditawarkan ke masyarakat melalui Pasar Perdana sebanyak 100 juta saham, sementara permintaan pembelian saham dari seluruh investor sebesar 150 juta saham. Dalam hal investor tidak mendapatkan saham yang dipesan melalui Pasar Perdana, maka investor tersebut dapat membeli saham tersebut di Pasar Sekunder yaitu pasar dimana saham tersebut telah dicatatkan dan diperdagangakan di Bursa Efek.
4. Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek
Setelah selesainya penjualan saham di Pasar Perdana, selanjutnya saham tersebut dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.