5 Seconds Manual

  • Save

 

5 Second Valuation Manual

Beberapa hari lalu kita sudah membahas tentang cara menghitung valuasi secara sederhana. Sekarang, apakah cara itu benar-benar bisa diterapkan atau hanya bagus untuk dibahas saja.

Kita ambil sampel dengan INDF. High 1 tahun terakhir sekitar 7800. Nah, karena kinerja INDF tidak stabil, kita bisa saja mendiskon lebih besar. Katakanlah 35%. Coba bayangkan kita ke Mangga Dua membeli tas, ada sedikit cacat atau sudah ketinggalan modelnya, kita pasti meminta diskon lebih besar.

Diskon 35% berarti ada di harga 5070. Seperti di gambar. Artinya di bawah itu merupakan area beli. Sama seperti proses membeli tas, harga penjual 400rb, dalam sekejap anda sudah membayangkan batas harganya kira2 di 300rb. Dan anda mulai nawar dengan harga di bawah itu.

Untungnya jaman sekarang belanja saham sudah lebih mudah, banyak tools untuk membantu membeli saham. Jadi, jika kita kombinasi dengan beberapa TA, mungkin kita akan dapat harga di bawah itu. Istilahnya, kita jago nawar di pasar.

Katakanlah kita tidak jago. Kita masuk saja begitu harga menyentuh batas beli, kita anggap belinya di harga 5000. Jika kita hold sampai sekarang, berarti floating gain kita sudah di sekitar 6400-5000 = 1400. Sekitar 28%. Untuk usaha 1x hit dalam 2 bulan.

Jika biasanya kita mengincar keuntungan 5%, apakah mungkin kita benar 6x berturut-turut dalam 2 bulan untuk mengejar potensi seperti indf? Salah sekali, berarti butuh 8x benar, salah 2x, butuh 10x trading dengan benar. Belum lagi potongan fee yang lebih besar.

Mana lebih enak, berusaha 1x benar atau 6x benar.

Kalau ga salah, 2 minggu terakhir saham BUMI menawarkan potensi gain 30%. Cukup hold 2 hari. Masalahnya, BUMI saham yang sudah lama tidur, jika kita bukan penggerak bumi, bagaimana bisa tahu BUMI kapan digerakkan. Akhirnya kita mantau running trade. Semua saham disikat. Apa bedanya dengan aktivitas bertaruh di pacuan kuda?

Plus satu lagi. Beranikah kita mempertaruhkan seluruh harta kita ke saham tidur model BUMI ? Katakanlah cuma berani 5%. Artinya porto kita cuma naik 5% x 30% = 1.5%. Kalau indf, mungkin ada yang berani 50%. Jadi porto akan naik 50% × 28% = 14%.

Investor yang logis, gain 1.5% lebih bagus apa 14%. Silakan dipikirkan.

Be smart and simple investor.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link