Apa yang membuat bursa Amerika naik

  • Save

 

Setiap orang yang berinvestasi di bursa tentu ingin profit. Dan profit bisa dihasilkan dari kenaikan saham.

Jika kita tahu alasan utama mengapa bursa bisa naik, tentu peluang kita mendapat untung lebih besar.

Gambar berikut memberikan informasi terhadap itu. Garis gelap adalah pergerakan index S&P 500, yaitu index 500 jenis saham di Amerika. Garis yang lebih tipis adalah laba bersih 12 bulan terakhir. Sedangkan yang warna merah adalah kondisi ketika ekonomi Amerika masuk ke resesi.

Kita lihat, setiap resesi akan membuat laba perusahaan turun. Dan laba turun akan membuat harga saham turun. Ketika ekonomi membaik, laba akan naik, dan sahampun akan bergerak naik lagi.

Alasan yang sederhana. Tidak ada bedanya antara perusahaan elit terbuka dibanding toko bakmi tetangga rumah. Ketika ekonomi baik, orang cenderung mengeluarkan uang lebih, sehingga bisnis maju. Dan kita akan berpikir untuk ikut berinvestasi di toko bakmi tersebut. Biaya investasi pasti lebih besar, karena potensi profitnya, dan kesediaan kita membayar lebih mahal (Inilah yang disebut PER, kesediaan kita membayar sebuah investasi untuk produk tergantung dari kapan balik modalnya). Ditambah jika lebih banyak orang yang berpikir sama (makanya kalau ada 1 toko laku, sepanjang jalan akan bermunculan toko yang sama), maka harga investasi akan menjadi lebih tinggi lagi, inilah yang dikatakan orang break resistan harga.

Bagaimana kalau ekonomi melemah? Maka semakin sedikit orang yang akan makan bakmi. Sehingga laba akan turun. Yang akan berinvestasi akan mundur teratur, sehingga biaya investasi akan turun. Dan peminat turun yang membuat harga turun, disebut jebol support.

Ekonomi naik, selalu ada perusahaan yang melaju lebih kencang, dan ketika ekonomi melemah, selalu ada perusahaan yang akan bertahan. Coba dipikir-pikir, apa alasan utama sebuah toko bakmi akan bertahan melewati krisis dan toko lain akan bangkrut. Alasan yang sama persis seperti kita menilai perusahaan Tbk bernilai trillunan.

Sekilas tentang cara menilai perusahaan ada di link berikut.

Apa itu GCG?
http://goo.gl/qmFCqx

Nah, ini tentang perusahaan di Amerika. Bagaimana dengan di Indonesia, apakah alasannya sama atau beda? Bisa dibaca di link ini.

Apa yang mempengaruhi gerakan saham?
http://goo.gl/EvfeJl

Kalau ada yang menjawab beda, mungkin sebaiknya mengurangi menonton film Hollywood yang suka over acting. Amerika dan Indonesia sama saja. Mereka hanya lebih cepat beberapa tahun perkembangan bursanya dibanding kita. Yang berarti masa kejayaan bursa Indonesia masih panjang dan terbuka lebar, yang akan membuat kemungkinan lahirnya orang-orang hebat seperti Warren Buffet di Indonesia. Hanya dibutuhkan kerelaan hati kita untuk meningkatkan kapasitas.

Hari ini kita sudah membahas faktor eksternal apa yang paling penting dalam investasi, besok kita akan membahas apa faktor internal yang paling penting.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link