Bullish, Bearish, and Sideways

  • Save

 

Bullish, Bearish, dan Sideways.

3 fase dalam dunia investasi. Ada momen bullish, momen bearish, dan sideways.

Bullish adalah ketika harga saham bergerak ke atas, bearish adalah ketika harga bergerak ke bawah, dan sideways adalah ketika harga bergerak mendatar.

Manakah momen yang paling disukai semua investor? Jelas jawabannya bullish. Jawaban yang standar. Momen yang disukai sebenarnya tergantung dari apa yang dialami oleh investor itu sendiri. Ketika sudah ada barang, jelas maunya bullish, ketika belum punya barang jelas maunya bearish. Dan ada investor yang menyukai sideways karena dari momen itulah dia mendapat profit.

Dalam kehidupan kita, bullish, bearish, dan sideways juga selalu menyertai. Ketika mendapat hal-hal baik, kita melabelinya kesenangan. Ketika hal-hal buruk terjadi, kita melabelinya kesedihan. Ketika semua berjalan seperti biasa, kita melabelinya hidup yang datar2 saja.

Apakah suatu yang kita anggap baik, pasti akan dianggap baik oleh semuanya? Belum tentu juga. Ketika sakit dan menderita, dokter mendapat pekerjaan. Ketika kita ingin kemana2 tapi macet, gojek mendapat pekerjaan. Silakan diteruskan. Bukan karena ada orang yang ingin mengambil keuntungan dari kita. Tapi  cara kerjanya memang seperti itu.

Kita bisa lihat sharing2 selama ini di line @saham-indonesia. Selalu akan ada pihak yang setuju dan ada pihak yang tidak setuju. Apakah ada salah satu pihak salah? Belum tentu. Karena apa yang dialami seseorang di masa lalu  jelas saling berbeda. Karena masa lalu berbeda, jelas masa sekarang juga berbeda. Dan masa depan juga nantinya akan berbeda.

Apakah kita bisa membuang salah satu dan merangkul hidup itu? Jawabannya adalah tidak bisa. Karena hidup  itu memang begitu. Life is up and down. Bullish-bearish-sideways akan selalu menempel di kita sepanjang kita hidup.

Seperti tulisan di gambar, yang bisa diganti jadi : Bullish is pause between two moments of bearish. Bearish is pause between two moments of bullish.

Menolak salah satu bagian sama dengan menolak kehidupan itu sendiri. Sama juga jika kita menolak salah satu fase trend market yang berarti menolak karir investasi kita.

Karir investasi kita memang akan seperti itu. Orang-orang value investing akan dikritik oleh growth investing karena akan ada koreksi yang terjadi. Orang growth investing akan dikritik oleh momentum investing. Orang momentum investing akan dikritik oleh swing investing. Orang swing akan dikritik oleh daytrade investing. Orang daytrade akan dikriik oleh ticker investing.

Tunggu dulu, kok daytrade dan ticker disebut invest. Bukannya spekulan? Atau yang momentum dan swing. Bukannya disebut trader lebih cocok. Bagi kami, apa arti sebuah nama. Yang penting kegiatan berinvestasi adalah membeli sebuah produk dan berharap ada kenaikan nilai dari produk itu. Apa yang dilakukan seseorang lebih penting dibanding label nama yang melekat padanya. Begitu labelnya dicopot, semua juga sama.

Yang penting pegang prinsip yang kita mau. Sampai batas mana toleransi atas kerugian bisa kita terima. Buffet membeli Washington Post dan mengalami floating lose -25% dan butuh tepat 1 tahun hanya untuk balik modal. Pintaran sebagian orang yang tidak pernah lose sedalam dan selama itu. Tapi investasi 10 juta di WP sudah menjadi 1 milyar, belum dihitung dividen. Apakah kita cocok dengan 1 jenis gaya investasi. Seorang manajer pasti memiliki gaya investasi yang berbeda dengan seorang penjaga warnet.

Jalankan apa yang jadi keyakinan kita dengan bahagia. Prinsip didapat dari tujuan yang jelas. Jadi, apakah tujuan karir investasi kita?

Be a living investor

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link