Live Long Prosper and be Happy

  • Save

 

Live long, prosper, and be happy.

Pernahkah kita membayangkan ujung karir investasi kita? Atau selama ini hanya berpindah dari hari ke hari, running trade ke running trade dan saham ke saham?

Berapa lama kira-kira kita mengharap karir investasi kita berjalan? 1x transaksi setelah itu pensiun? Trading sampai berhasil profit 1.000% kemudian pensiun? 2 tahun dari sekarang, atau setelah masa pensiun kerja?

Dan kira-kira, cara apa yang akan ditempuh supaya itu berhasil? Become technical analis? Fundamental analis? Tanya analis? Feeling analis? Apapun metodenya, yang penting dilakukan dengan cara yang tepat.

Kita tidak membahas metodenya. Bisa panjang nanti. Kita bahas goalnya saja. Kita tahu, manusia itu tidak pernah puas. Selalu ingin lebih. Setelah 100, ingin 1.000. Dan seterusnya.

Sebagai gambaran, jika ingin seperti itu, berarti umur kita harus panjang. Tidak mungkin ingin mencapai milyader dengan 3x transaksi dari modal katakanlah 100 juta. Kecuali anda mendapat durian runtuh. Biasanya sih memang ada durian runtuh, yang sayangnya jatuh tepat di kepala investor pemula.

Ada masa-masa kita harus belajar, karena bursa itu dinamis. Warren Buffet saja terus berkembang. Di awal dia menyatakan tidak masuk ke perusahaan komoditas dan teknologi. Terakhir porto dia kira-kira 40% adalah perusahaan minyak dan teknologi.

Dan biasanya setelah jatuh, manusia baru akan belajar. Apakah belajar untuk menyerah dan melempar kesalahan ke pihak luar, misalnya salah bursa kenapa saham yang saya beli bisa turun, atau kok disuspend jadi saya telat jualnya. Atau belajar untuk melampaui itu.

Btw, Warren juga belajar loh. Terakhir kali dia cutloss dengan kerugian 800juta usd. Atau dengan kurs 15.000, kira-kira 12 trillun rupiah. Dan itu setelah dia hold sahamnya 5 tahun, dan ruginya karena laporan keuangannya tidak jelas. Bayangkan, seorang master fundamental bisa rugi karena salah di laporan keuangan.

Kalau dipikir, pintaran kita, tidak pernah rugi sebanyak itu, dan hold saham rugi juga paling hitungan hari, dan sudah cutloss. Pertanyaannya, kok kita tidak bisa sekaya Warren? Apakah karena Warren dekat dengan orang bursa? Dekat dengan orang pemerintah? Sehingga dia bisa melakukan negosiasi yang menguntungkannya? Mungkin ya mungkin tidak. Jelas kalau sudah sekelas Warren, pasti ada keuntungan yang hanya bisa dia dapatkan.

Tapi ingat 1 hal, Warren TIDAK dilahirkan sudah jago bursa, kalau tidak kok bisa rugi 15trillun. Dan juga tidak start dengan modal 60 milyard usd. Silakan cari sejarah daftar forbes sebelum 1980, apakah Warren sudah di sana. 1 hal yang kami yakini, baik Warren maupun penghuni forbes lainnya. Mereka berpegang teguh pada saham pemenang. Bill melakukannya terhadap Microsoft. Carlos terhadap Grupo Carso, Larry dengan Oracle, Walton bersaudara dgn Wallmart, daftarnya bisa diperpanjang lagi. Yang menariknya 66% dari daftar orang terkaya di dunia mencapainya dengan usaha sendiri, dan hanya 13% dari warisan, dan 21% dari warisan yang dikembangkan.

Dan untuk mencapai itu, dibutuhkan 1 hal terpenting. Hiduplah panjang umur. Warren mencapai kekayaannya sekarang dengan kinerja 23% per tahun rata2 selama 50 tahun karir investasi dia. Dan inilah perbedaan utama dia dengan investor rata-rata. Dia konsisten melakukannya bertahun-tahun. Dan dia tidak menyerah ketika bursa jatuh. Di 1973, 1981, 1987, 1991, 2000, 2008. Tidak 1 kalipun dia menyerah, asetnya memang turun, tapi setelah itu, malah berlari lebih kencang daripada sebelumnya.

Jadi kemakmuran hanya bisa dicapai dengan usaha pantang menyerah, tetap belajar, dan sedikit kemujuran untuk panjang umur.

Dan terakhir, hiduplah dengan bahagia. Pertanyaan penting, apakah penghuni forbes bahagia karena bisa termasuk di daftar itu, yang bagi sebagian besar mungkin ini, atau karena mereka bahagia dengan karir mereka makanya bisa melakukan pencapaian yang luar biasa.

Silakan bertanya-tanya akhir karir investasi kita apa. Live long, prosper and be happy. Panjang umurlah dengan penuh kemakmuran dan bahagia.

Btw. Live long and prosper adalah kalimat dari Spock, bangsa Vulcan di film Star Trek. Digambarkan bangsa Vulcan adalah ras yang mengutamakan logika berpikir. Dan dikatakan salah satu sifat penting untuk sukses di karir investasi adalah berpikir secara logis dan tidak terbawa emosi, baik fear maupun greed.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link