Penultimate Preparedness

  • Save

 

Penultimate Preparedness

IHSG hari ini anjlok lumayan dalam, banyak yang bertanya-tanya. Apapun alasannya, kalimat di gambar menjelaskan banyak hal.

Ketika semua baik-baik saja, kita juga akan bersikap baik-baik. Ketika terjadi guncangan, kita akan sibuk mencari alasan mengapa, dan jika telah ditemukan alasan yang logis, kita akan kembali tenang. Karena merasa sudah punya senjata untuk menghadapi kejutan berikutnya.

Apakah dengan mengetahui jika ada rebalancing IHSG, semua sudah ok? Rasanya tidak. Selama 6 bulan terakhir, banyak berita silih berganti datang. Kontraksi ekonomi, fed rate, yuan, kegaduhan politik, teror Paris, dan banyak lagi. Setiap peristiwa yang mungkin akan menjatuhkan IHSG. Dan tidak ada 1 pun yang muncul 2x berturut-turut. Setelah kecolongan, biasanya kita berjaga-jaga, tapi maling tidak akan datang begitu saja. Malah ketika kita lengah barulah maling kembali.

Apalagi kabar big fund mau jual besar-besaran. Mana mungkin kita tahu-tahu ditelepon untuk siap-siap karena ada pergerakan dana tertentu.

Inilah yang dimaksud penultimate preparedness di buku One Up on WallStreet. Kita tidak pernah bersiap terhadap penurunan berikutnya karena kita sibuk melihat penurunan yang terakhir.

Dan dari seminar kemarin, yang sedikit kesimpulannya sudah ada di artikel kemarin, berusaha mencari alasannya akan membuat kita menjadi the expert mind, pikiran yang merasa tahu segalanya. Sehingga malah membuat kita kelabakan dengan penurunan berikutnya. Lebih baik menjadi the beginner mind. Pikiran yang terbuka dengan segala up and down market.

Tapi apakah kita harus pasrah saja menerima nasib yang tidak jelas? Tentu saja tidak. Cocokkan dengan trading plan kita sendiri. Jika berdasarkan value investing, penurunan adalah kesempatan untuk membeli. Dikasih diskon lebih banyak napa harus ditolak. Dan jika berdasar perubahan harga, apakah harus cutloss atau averaging down?

Untuk kami, sudah jelas, beli ketika murah, jual ketika mahal, terserah apapun alasannya yang membuatnya terjadi. Metode sederhana untuk itu telah dibagikan di web kami, jika anda butuh keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi kami.

Tidak ada manusia yang merencanakan untuk gagal, tapi biasanya kita gagal merencanakan masa depan kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link