Apa Kata Ramalan?

  • Save

 

Apa Kata Ramalan?

Baru saja di awal minggu orang-orang optimis terhadap prospek ekonomi, sekarang mulai bermunculan lagi berbagai ramalan tentang krisis dunia. Memang jaman informasi itu menarik, semua informasi akan sampai di depan kita lebih cepat.

Apakah dunia akan menuju krisis? Sampai sekarang tidak ada cara untuk memastikannya. Dan sampai sekarang ada ribuan peramal berusaha memprediksi masa depan. Apakah pernah dicek track record mereka selama ini benar seperti itu? Setiap tahun selalu ada berbagai model meramal. Siklus 5 tahun. Siklus 7 tahun. Siklus 8 tahun. Siklus 10 tahun. Dan lain-lain. Sepertinya tiap tahun akan krisis.

Benarkah seperti ini? Di buku Kiasu Ekonomi karangan Billy Lim ada cerita membahas tentang ini. Ada seorang pedagang yang rajin dan cukup berhasil. Maka disekolahkan anaknya ke universitas ternama. Setelah selesai, anaknya pulang kampung dan melihat bapaknya sedang mendekor toko mereka. Anaknya segera berkata “Papa, apa yang papa lakukan. Tidakkah papa membaca berita bahwa negara kita sedang krisis ekonomi. Jadi mengapa papa malah memperluas usaha kita. Nanti rugi bagaimana.” Pedagang itu mengiyakan komentar anaknya dan mulai melakukan penghematan. Lampu dekorasi dikurangi. Barang dagangan dikurangi. Porsi dikurangi. Pelanggan diinggatin tentang krisis. Akhirnya toko dia menjadi sepi. Dan pedagang itu berpikir “Untung ada anak saya yang sudah disekolahkan tinggi-tinggi yang mengingatkan tentang potensi krisis, jadi toko tidak menjadi lebih parah dari ini.”

Berapa banyak yang memiliki pola pikir seperti ini? Krisis hanyalah bayangan ketakutan kita terhadap masa depan. Di film Tomorrowland ada bagian yang bagus. Ditanyakan, jika kita memelihara 2 ekor serigala. Yang satu terang dan positif dan memberi energi kebahagiaan, yang satu gelap dan negatif dan memberi energi kesialan. Yang mana yang akan hidup? Jawabannya : Yang kita beri makan.

Kembali lagi. Apakah dunia akan menuju krisis terburuk? Kita lihat web di gambar. Star Wars baru saja menjadi film nomor 1 dalam ranking pendapatan domestik Amerika. Dan dalam 1 tahun terakhir, ada 2 film yang masuk pendapatan terbesar seluruh dunia. Yaitu Star Wars dan Jurassic World. Mengapa kami mengutip ini? Jawabannya simpel. Karena film adalah kebutuhan hiburan, yang merupakan kebutuhan sekunder setelah sandang pangan dan papan. Selama orang masih mau mengeluarkan uang untuk hiburan, sepertinya dunia masih baik-baik saja.

Ada yang menarik di ramalan. Kalau tiap tahun meramal dunia akan krisis selama 10 tahun, cepat atau lambat juga ada benarnya. Tapi lebih menguntungkan kalau menebak dunia akan baik-baik saja. Pasti lebih sering benarnya. Sayang manusia lebih suka berita negatif. Lihat saja isi berita di koran.

Kami sendiri melihat ekonomi ke depannya masih bagus. Banyak paket ekonomi telah dikeluarkan pemerintah, yang akan memberi efek positif. Plus harga komoditas yang murah sehingga harga barang juga murah. Mungkin karena itu secara value, nilai perdagangan menurun. Bagaimana dengan volume? Apakah menurun atau naik? Perlu riset lebih lanjut untuk itu.

Dan yang terpenting adalah pertumbuhan penduduk. Dengan setiap tahun penduduk Indonesia bertambah 4 juta orang, setara dengan penduduk Singapore, apa yang perlu dikuatirkan. Artinya ada tambahan 4 juta calon pelanggan mobil/motor Astra, calon nasabah bank BRI, calon konsumen Indomie, calon konsumen Unilever, yang nanti jika bertambah usia, lebih banyak kebutuhan lagi yang digunakan. Yang penting, kapasitas tiap manusia ditingkatkan. Minimal siap menghadapi MEA.

Dan ini bukan juga berarti kita harus menghamburkan uang kita seperti tidak ada serinya. Hidup seperti biasa. Dan kita memahami bahwa kita tidak panik, tapi ada orang yang ingin menjual lebih murah aset yang dimilikinya karena berbagai alasan. Dengan pikiran dan hati yang tenang, barulah kesempatan muncul. Tulisan krisis di aksara China mengandung arti ini. Terdiri dari kata bahaya dan kesempatan. Ada yang melihat bahaya dan ada yang melihat kesempatan. Karena itulah setelah perubahan ekonomi, akan ada orang kaya baru yang melihat dan ikut arus perubahan itu.

Jadi pertanyaan nih, kira-kira kami besok makan siang jam berapa ya? Apakah ada cara untuk meramalkannya? Kegiatan yang sederhana saja susah diramalkan, apalagi kegiatan ekonomi yang kompleks. Kita adalah makhluk yang bebas menentukan masa depan kita, yang sayangnya terikat pada belenggu masa lalu dan ketakutan masa depan kita.

Jadi krisis atau potensi yang menanti kita di depan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link