Mencari Jejak

  • Save

 

Sering kita bingung apa yang harus dilakukan terhadap saham yang naik atau turun. Apakah harus beli, hold, atau jual. Mudah-mudahan sedikit ringkasan dari buku One Up on Wall Street bisa membantu.

Memanfaatkan Broker

Jika anda melakukan transaksi melalui layanan broker dibanding dengan online trading, anda mungkin membayar lebih mahal sedikit. Ingatlah hanya dibutuhkan waktu beberapa detik oleh broker untuk memasukkan transaksi anda.

Baiklah, mengapa tidak mendapat service lebih dari broker anda seperti ketika anda mendapat pelayanan lebih di SPBU? Menelepon broker anda dan menanyakan harga saham atau situasi pasar bukanlah riset investasi. Saya menyadari broker juga memberikan servis seperti orang tua, peramal pasar modal, atau bantalan hiburan ketika market sedang tidak bagus. Tidak ada satupun dari ini yang membantu anda mendapatkan perusahaan yang bagus.

Jika anda ingin memanfaatkan broker sebagai penasehat, maka tanyalah broker anda tentang prospek perusahaan dengan 2 menit latihan yang saya jelaskan di bab sebelumnya. Dan percakapan normal seperti :

Broker : Kami merekomendasikan Zayre. Situasinya spesial.
Anda : Apakah menurut anda itu bagus?
Broker : Kami merasa itu sangat bagus.
Anda : Ok. Saya akan membelinya.

Akan menjadi percakapan seperti ini :

Broker : Kami merekomendasikan La Quinta Motor Inns. Ini baru saja masuk daftar beli kami.
Anda : Bagaimana anda mengelompokkan saham ini? Cycical, slow grower, fast grower, atau apa?
Broker : Jelas fast grower
Anda : Seberapa cepat? Apa pertumbuhan laba terakhir?
Broker : Sebenarnya, saya tidak tahu. Saya akan mengeceknya terlebih dahulu.
Anda : Ok, saya menghargainya. Dan ketika anda melakukannya, bisakah sekalian mencari info PER rata-rata selama ini?
Broker : Ok.
Anda : Apa yang membuat La Quinta jadi bagus sekarang ini? Di mana pasarnya? Apakah sebelumnya La Quinta mencetak laba? Dari mana pertumbuhan ini datang? Apa situasi hutangnya? Bagaimana mereka mendapat modal bertumbuh tanpa menjual lebih banyak saham dan mendelusi laba? Apakah ada pembelian orang dalam?
Broker : Saya rasa kebanyakan dari info ini ada di laporan analisa kami.
Anda : Kirimkan saya sebuah copy. Saya akan membacanya dan memberi tahu anda. Sementara itu, saya juga ingin grafik harga vs laba dari 5 tahun terakhir. Saya mau tahu tentang , dan jika ada, apakah rutin dibayar. Dan ketika anda mengeceknya, sekalian cari info persentase pemegang saham oleh institusi. Dan berapa lama perusahaan anda telah memantau saham ini?
Broker : Ada lagi?
Anda : Saya akan menelepon anda lagi jika telah membaca laporannya. Kemudian saya akan menelepon perusahannya dulu.
Broker : Jangan terlalu lama. Sekarang adalah waktu terbaik untuk membeli.
Anda : Sekarang di bulan Oktober? Anda tahu Mark Twain berkata : Oktober adalah bulan yang berbahaya untuk membeli saham. Bulan lainnya adalah Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, November, dan Desember.

Menelepon Perusahaan

Profesional selalu menelepon perusahannya. Sedangkan amatir tidak pernah. Jika anda memiliki pertanyaan, investor relation adalah sumber anda. Ini adalah salah satu tugas broker anda, mencari nomor teleponnya. Banyak perusahaan sangat senang untuk bertukar pikiran dengan pemilik sahamnya. Kadang, anda bisa berbicara dengan presidennya.

Pada situasi tidak normal jika investor relation menolak anda, katakanlah anda memiliki 20ribu lot dan sedang memutuskan untuk menambah lagi. Kemudian dengan berhati-hati beritahukan saham anda tersebar di mana-mana. Ini mungkin akan menaikkan nilai jual anda.

Sebelum anda menelepon perusahaan, pertimbangkan untuk mempersiapkan pertanyaan anda, dan bukan pertanyaan : Mengapa saham ini turun terus? Menanyakan mengapa sahamnya turun terus menunjukkan anda adalah orang yang gugup dan akan dianggap remeh. Di banyak situasi, perusahaan tidak tahu mengapa sahamnya bergerak turun.

Laba adalah topik yang menarik, tapi untuk alasan tertentu bukanlah etika yang baik untuk menanyakan ke perusahaan. “Berapa banyak yang kalian hasilkan?” Sama seperti ketika orang asing bertanya : Berapa gaji anda. Pertanyaan yang mungkin lebih diterima adalah : Apa perkiraan para analis tentang laba untuk tahun depan?

Seperti yang anda ketahui, laba masa depan sangat susah diprediksi. Bahkan para analis sangat beragam dengan prediksi mereka, dan perusahaan sendiri tidak yakin dengan apa yang mereka hasilkan. Orang di Procter and Gambler adalah contoh yang baik, mereka menjual 82 produk yang berbeda di 100 merek berbeda di 107 negara yang berbeda, maka semuanya adalah tebakan. Tapi orang di Reynolds Metals tidak mungkin memberitahu anda, karena semua tergantung harga aluminium. Jika anda bertanya ke Phelps Dogde apa laba mereka tahun depan, mereka akan bertanya balik berapa harga tembaga tahun depan.

Apa yang benar-benar anda inginkan dari menghubungi investor relation adalah bagaimana reaksi perusahaan dari skrip yang anda kembangkan. Apakah itu masuk akal? Apakah berhasil? Apakah benar ada keterlambatan produksi selama 2 bulan untuk ban Goodyear? Apakah benar harganya naik seperti pernyataan toko di sebelah rumah anda? Berapa banyak Taco Bells yang dibuka? Berapa besar pangsa pasar Budweiser bertambah? Apakah mesin Bethlehem Steel berjalan dengan kapasitas penuh? Berapa perkiraan aset dari stasiun TV? Jika cerita anda jelas, maka anda akan tahu mau menanyakan apa.

Lebih baik jika anda mengerti apa yang anda tanyakan dengan melakukan riset terlebih dahulu. Misalnya : Saya melihat adanya pengurangan beban hutang sebanyak 500 juta usd. Apakah ada pengurangan lebih lanjut? Dibanding pertanyaan : Apa yang akan kalian lakukan dengan hutang?

Bahkan jika anda tidak memiliki skrip, ada 2 jenis pertanyaan yang bisa ditanyakan. Apa hal positif tahun ini? Apa hal negatif tahun ini?

Dalam banyak kesempatan, anda akan mendengar hal yang mengkonfirmasi dugaan anda, terutama jika anda mengerti bisnis ini. Tapi kadang anda akan bertemu hal tak terduga, lebih baik atau lebih buruk. Informasi ini sangat berguna untuk membeli atau menjual sahamnya.

Dari pengalaman saya, biasanya hal tak terduga muncul pada 1 dari 10 kali telepon.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link