Apa yang Terjadi Jika Perusahaan Bangkrut

  • Save

 

Apa yang Terjadi Jika Perusahaan Bangkrut?

Ini hal penting untuk diketahui, karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Apalagi kita adalah pemilik dari perusahaan. Kita bisa lihat banyak contoh, yang paling fenomenal adalah Lehman Brothers yang sudah berusia ratusan tahun dan menjadi korban dari Subprime Morgage.

Untuk mengetahui ini, kita bisa mengecek di laporan keuangan bagian laba/rugi. Setelah penjualan produk terjadi, maka supplier dibayar, yang akan menjadi laba kotor, setelah itu membayar ke PLN, PAM, pemilik gedung jika sewa, yang akan menjadi laba usaha. Setelah itu akan dibayar ke bank atau pihak peminjam uang dalam bentuk bunga atau cicilan. Yang akan disebut laba sebelum pajak. Setelah membayar pajak, barulah disebut laba bersih. Laba bersih sendiri nanti akan terbagi dua yaitu kepada pemegang saham preferen dan pemegang saham umum yaitu kita.

Panjang ya alurnya. Untuk singkatnya kita lihat seperti ini, penjualan akan dibagi ke:
1. Supplier
2. Gaji karyawan
3. Biaya listrik air sewa gedung
4. Bunga + hutang
5. Pajak
6. Pemegang saham preferen
7. Pemegang saham umum

Jadi kita ada di urutan terakhir. Apakah tidak adil? Kita bandingkan dulu dengan bisnis sederhana, apakah urutannya seperti itu? Katakanlah restoran, toko baju, toko pakaian, toko perabot, bengkel. Kami rasa sama saja.

Bedanya satu perusahaan tertutup sehingga tidak perlu mengumumkan isi perusahaan, satunya perusahaan terbuka.

Apakah perusahaan bisa melakukan penipuan dalam laporan keuangan sehingga terlihat jelek, terutama untuk menghindari pajak atau kewajiban membayar ? Bisa saja. Tapi bisnis HANYA akan maju jika ada kejujuran di dalamnya. Silakan dicek kebenaran ini. Keluarga akan maju jika ada kejujuran. Perusahaan akan maju jika ada kejujuran. Dan negara juga akan maju jika ada kejujuran. Pada akhirnya kemanusiaan akan bertahan kalau ada nilai-nilai kebaikan.

Balik lagi, karena kita tidak mau membahas bagian kejujuran terlalu banyak. Topiknya bukan ini. Kembali ke judul. Apa yang terjadi jika perusahaan bangkrut. Maka perusahaan wajib membayar sesuai urutan di atas. Jadi bisa saja kita tidak mendapat apa-apa.

Karena itulah penting untuk kita berinvestasi di perusahaan yang sehat. Pedoman five second valuation menggunakan metode ini. Kita memfokuskan di 2 aspek, yaitu penjualan dan laba bersih. Selama ada penjualan berarti urat nadi perusahaan masih terjaga, kecil kemungkinan perusahaan akan kolaps dengan tiba-tiba.

Dan selama laba bersih naik, ini menunjukkan perusahaan sehat, walau harus dicek laba bersih datang dari mana. Jangan sampai terjadi jual aset demi ada laba bersih. Ini sama seperti orang jual hp, perabot, dan harta untuk menunjukkan dia masih mampu bergaya.

Mengenai five second valuation bisa dicek di sini.

Five second valuation
http://goo.gl/6agyom

Kami selalu berusaha membuat penjelasan tentang secara sederhana, karena pada dasarnya memang fundamental adalah terjemahan dari “dasar” bukan analisa rumit-rumit. Dan penentu sukses kita di investasi bukanlah pengetahuan FA, TA, naik turunnya saham, tapi kita sendirilah yang menentukan nasib kita.

Be a “fundamental” investor

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link