One Up on Wall Street

  • Save

 

One Up on Wall Street

Akhirnya buku One Up on Wall Street selesai juga diringkas. Setelah melewati beberapa bulan. Total buku 300an halaman diringkas menjadi 100an. Jadi untuk yang ingin mengetahui detil, silakan beli bukunya. Lebih lengkap dan sekaligus mendukung penulis dan penerbitnya dalam mengeluarkan buku yang bagus. Tidak logis jika kita ingin sukses tapi melihat dunia kita tidak sukses. Cara kerjanya tidak seperti ini. Kita akan mendapat apa yang kita tanam. Hitung-hitung bahasa Inggris kita akan dilatih lagi.

Perjalanan panjang dalam bertemu buku ini. Dan perjalanan ini akan berlanjut terus, karena karir investasi kami masih sangat panjang. Kami mendapat buku ini sewaktu berkunjung ke Kuala Lumpur. Melihat ada toko buku di stasiun MRTnya, kami memutuskan untuk berkunjung. Menarik ya, ke negera lain bukannya melihat pemandangan, malah berkunjung ke toko buku. Ini juga karena kebiasaan kami yang suka membaca. Dan di dalam toko bukunya, terdapat begitu banyak buku investasi.

Sebelum membeli, juga ada dilematis. Apakah mau beli atau tidak. Karena budget tidak dialokasikan ke sana. Akhirnya keputusan yang tepat untuk itu. Logikanya, kita berani cutloss berjuta-juta tapi kok tidak berani berinvestasi di ilmu yang akan meningkatkan kapasitas kita.

Nah, kami ke Malaysia juga karena berkat door prize dari acara seminar yang kami ikuti. Bayarannya juga lumayan. Untuk seminar yang hanya beberapa jam, sudah menghabiskan uang makan selama seminggu. Sekali lagi, ini keputusan yang berguna. Kenapa kami bisa ke seminar? Karena kami menyukai pembicaranya. Kenapa kami menyukainya? Karena cocok dengan jalan yang kami inginkan. Dan kami kenal Peter Lynch dari buku 42 aturan untuk investasi yang nyaman.

Linknya bisa dibaca di sini.
http://goo.gl/wRR6il

Terlihat, bahwa satu hal akan membawa hal lain. Karena ini ada, maka itu ada. Tidak ada ceritanya kita diam-diam saja langsung dapat pencerahan bagaimana menjadi sukses. Atau duduk-duduk di rumah, tau-tau sudah ada di puncak Monas. Jalan kesuksesan bukan seperti ini. Apapun yang kita lakukan sekarang, adalah pengaruh dari apa yang kita lakukan dulunya. Dan apapun yang kita lakukan sekarang, akan membawa pengaruh ke masa depan kita.

Jadi, sebelum memutuskan berkata dan berbuat, coba dipikirkan, apakah ini akan membawaku ke kehidupan spiral up atau spiral down. Bagi kami, semua kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kapasitas diri adalah spiral up. Dan semua tindakan yang menyebabkan kapasitas kita menurun, adalah spiral down.

Kembali lagi ke buku One Up. Kami benar-benar menyukai apa isinya. Bukan karena ditulis oleh fund manager terhebat di Amerika. Bukan juga karena ditulis orang asing. Tapi apa yang ditulisnya adalah pengalaman dia melewati naik turunnya market. Dan apa yang dia alami, juga pernah dan akan kita alami. Logikanya, kalau sudah ada yang di depan berjalan, kita tinggal mengikuti langkahnya bukan? Ngapain sibuk mencari jalan baru. Hidup itu singkat. Lakukan hal-hal penting supaya kita bisa melakukan hal yang disukai. Itulah gunanya investasi.

Dalam bukunya Lynch membahas tentang bagaimana perasaan dia ketika market jatuh 22% dalam 1 hari dan dia hampir tidak bisa ngapa-ngapain. Dan ditutup dengan ketika market bull datang dan dia juga tidak ngapa-ngapain. Kemudian juga ada bahasan bahwa kita investor ritel bisa mengalahkan para fund manager dan caranya. Terus ada pembahasan apa indikator paling penting dalam menilai kualitas saham dan pembagiannya.

Kemudian ada cara bagaimana berhubungan dengan perusahaan tempat kita berinvestasi. Dan ada juga pembahasan pola pikir yang salah dalam berinvestasi. Buku Peter Lynch banyak membahas tentang psikologis yang diperlukan untuk bertahan di pasar saham. Dan sedikit tentang fundamental analisis beserta money management. Untuk kapan masuk dan keluarnya, dia menggunakan pendekatan sederhana. Semua bisa dibaca di bukunya.

Link ringkasan bukunya.
http://goo.gl/aZqvVJ

Semua ringkasan bisa didapatkan di www.saham-indonesia.com secara gratis.

Dengan berakhirnya 1 buku, selanjutnya apa. Itu pertanyaannya. Karena namanya perjalanan, tidak mungkin berhenti di sini saja. Proyek berikutnya adalah buku Why Moats Matter. Kalau gambarannya, kemungkinan ini akan banyak membahas di asset play. Salah satu kategori Peter Lynch yang masih jarang dibahasnya.

Jadi, mari memulai perjalanan ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link