Apakah Saham Pilihan Saya Bagus

  • Save

 

Apakah Saham Pilihan Saya Bagus?

Tanya :
Miss H : “Malem Pak, porto sy isinya saham ABCD, KLMN, XYZZ, gimana ni Pak, bagus ga?
– Pertanyaan seperti ini hampir setiap hari ada yang tanya di komunitas Saham Indonesia.

Jawaban :
Coba yang sering menanyakan pertanyaan saham A apakah bagus atau jelek, saham B keep atau jual, usahakan baca buku Peter Lynch di buku ONE UP. Jika butuh 1 bulan utk membaca, gpp, pelan2 saja habisin bukunya dlm 1 bln. Di dalam itu terdapat banyak sekali info psikologi maupun strategi untuk investasi saham. Ga ada salah untuk bertanya, tapi alangkah lebih baik kalau kita bisa duluan tahu mengapa kita beli bukan beli dulu baru bertanya apakah saham itu layak kita simpan. Ga ada unsur menyinggung, murni nasehat demi kebaikan setiap member yang baru mulai.

Kalau alasannya sibuk urusin kerjaan, itu semua hanya alasan, asal mau selalu bisa sediakan waktu, sama seperti anda baca post disini, juga sama menghabiskan wkt 15-30 menit. Itu setara waktu yang dihabiskan untuk membaca satu bab dari buku One up.

Bangun dulu passion anda di saham, maka anda akan jauh menyukainya nanti. Nanti anda akan ketagihan belajar saham, apalagi kalau mulai keliatan ada hasil dr pelajaran anda, anda akan tambah semangat utk belajar. Hargai proses belajar.

Kalau anda masih bertanya mau beli saham apa, hold atau jual, sampai kapan pun anda akan menanyakan hal yg sama, dan orang-orang yg anda andalkan belum tentu akan slalu menemanin anda dalam perjalanan anda… BE INDEPENDENT!

Jadi, sorry ya ms H, silahkan tanya pertanyaan yg sama gpp, tp sambilan belajar, biar nanti anda suatu saat bisa dengan percaya diri bilang sy mau beli saham A, simpan saham B atau jual saham C karena analisa anda menunjukan kebutuhan langkah tersebut. Jika ragu dgn analisa anda, paparkan… Lalu akan banyak yang selalu siap membantu membedah penjelasan tentang saham tersebut.

Peter Lynch sudah memberi tahu tentang hal ini. Jangan tergantung pada analisa orang lain karena :
1. Dia belum tentu benar
2. Kalaupun benar, kita tidak tahu kapan orangnya berubah pikiran dan tidak ada kewajiban orang itu harus setiap hari memberi tahu kita perubahan yang terjadi.
3. Kita mgkn saja punya pengetahuan lebih daripada orang lain, tapi kadang minder sehingga salah keputusan ikut orang lain.

Dan salah satu bahaya terbesar kalau tergantung ke analisa org lain adalah ketika kondisi tidak mendukung, kita dapat info yang salah, apa tindakan kita? Karena pendapat orang tidak selalu benar maka kita akan menganggap org itu tidak becus, dan kita mencari org lain yang lebih jago. Saya jamin ini akan berulang terus selama cara kita belajar sama. Akhirnya waktu bertahun-tahun akan habis hanya untuk mencari orang pintar yang sempurna. Ini persis sama seperti orang yang mencari indikator sempurna. Saya sudah sering bertemu orang-orang yang sudah menguasai saham tapi masih tidak percaya diri dan sibuk mencari indikator sempurna yang bisa memberikan perfect profit.

Buat yang belum punya bukunya:
Ringkasan buku One Up on Wall Street. Dikarang oleh Peter Lynch. Fund manager yang 13 tahun berturut2 outperform indeks Amerika. Rahasia sukses dalam berinvestasi adalah kita tidak perlu pintar, cukup mengikuti langkah orang di depan yang sdh berhasil.

http://goo.gl/OBQN3V

Demikian jawaban untuk Miss H.

Semoga bermanfaat ya…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link