Passive Income

  • Save

 

Passive Income

Menyambung artikel sebelumnya, tentang mengumpulkan kekayaan. Kita masuk ke cara kedua, yaitu passive income. Bagaimana ada sebuah sistem yang memberi kita penghasilan tanpa kita harus berada di lokasi kerja. Tapi passive income bukanlah berarti jika kita tidur maka uang akan tetap datang. Bukan berarti kita tidak melakukan apapun, uang tetap datang. Lupakan cerita dongeng seperti itu.

Passive income artinya ada daya ungkit yang membuat penghasilan itu tetap akan ada walau kita absen sementara waktu. Tapi kita tetap harus mengawasi kerja daya ungkit tersebut.

Cara mengawasinya akan dibahas di artikel lain. Dan daya ungkit yang dimaksud adalah perusahaan yang sudah teruji dan dijual di pasar bebas. Itulah pasar saham. Ketika kita memencet tombol BUY, maka kita membeli sebagian dari perusahaan beserta masa depannya. Apa masa depan yang menanti, tergantung dari perusahaan apa yang kita investkan.

Contoh. Kita membeli saham bank BCA. Ketika kita bekerja di tempat lain, ada ratusan cabang, ribuan karyawan, dan jutaan nasabah mendorong kinerja bank semakin naik. Atau kita membeli saham Indomie. Setiap 1 detik, ada 1 bungkus indomie terjual. Atau ketika kita membeli saham Jasa Marga, ada ratusan mobil melewati gerbang tol setiap menit. Dan semuanya terjadi ketika kita sedang membaca artikel saham-indonesia. Dan setiap tahun, perusahaan memberikan laporan pertanggung jawaban yang bisa kita hadiri.

Jika ada cara sedemikian gampang, pertanyaan penting adalah mengapa sangat sedikit orang yang berhasil. Ini penting, karena ini akan menentukan akhir kita seperti apa. Dalam karir berinvestasi, perkembangan kita sama seperti karir lain. Kita masuk ke sebuah bidang sebagai pemula, kita belajar seluk beluknya, setelah beberapa waktu, kita akan mandiri untuk menentukan arah tindakan yang kita lakukan. Demikian juga di investasi. Ada jenjang yang harus dilalui. Biasanya orang berhenti sebelum mencapai level selanjutnya.

Kembali ke apa yang menjadi passive income. Apa yang membuat penghuni forbes / daftar orang terkaya di dunia adalah investor. Penjelasannya. Dalam berinvestasi, selalu dikenal adanya risiko dan reward. Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah kita kehilangan semua uang kita. Ya, semua uang, bukan anggota tubuh, bukan masa depan, bukan juga nyawa kita. Ini yang perlu diperhatikan, karena itu ketika memulai, sebaiknya kita memulai dengan dana sedikit.

Sekarang, apa rewardnya. Apa potensi yang mungkin kita dapatkan. Kalau ditanya, berapa potensi sebuah angka akan meningkat? Jawaban gampangnya adalah tak terhingga. Alias tidak ada batasan kekayaan yang bisa kita kumpulkan di sini. Memang tiap saham ada batas harga yang mungkin dicapai. Tapi tidak ada larangan untuk kita menjual yang jelek dan pindah ke yang lebih baik. Jika kita terus menerus melakukan metode ini selama beberapa tahun, apa yang akan kita dapatkan? Warren Buffet melakukannya selama 60 tahun. Wajar kan akhirnya dia berada di jajaran teratas di ranking forbes?

Jadi, antara risiko kehilangan uang, katakanlah uang permulaan kita dibanding potensi tak terbatas yang bisa kita raih, apakah ini adalah keputusan investasi yang menarik? Plus, semakin sering kita melakukan, semakin ahli kita melakukan. Siapa yang di awal belajar naik sepeda akan jatuh? 100% pasti ya. Siapa yang sudah 10 tahun naik sepeda masih seperti hari pertama? 0%. Itulah pengalaman.

Warren Buffet cuma melakukan 4 hal, mencari perusahaan bagus, yang punya masa depan cerah, dikelola orang jujur, dan dijual dengan harga diskon. Lakukan ini, maka kita juga akan seperti Warren Buffet. Teori menjelaskan, jika ingin tahu masa depan kita, lihatlah orang-orang yang melakukan terlebih dahulu dibanding kita.

Mengenai 4 hal, beberapa artikel sebelumnya sudah membahas. Silakan dibaca-baca lagi.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link