Berburu Handphone (Saham)

  • Save

 

Berburu Handphone (Saham)

Jaman sekarang, karena kemajuan teknologi, bermunculan beragam merek handphone. Padahal dulu kita cuma mengenal hanya beberapa merek, dan yang paling terkenal adalah nokia. Sampai kalau orang menyebut handphone, pasti langsung terpikirkan nokia. Bagaimana dengan sekarang?

Jaman sekarang kita disuguhi puluhan merek dan ribuan jenis handphone. Dengan beragam fitur, yang mungkin 80% tidak pernah kita pakai. Dari kelas atas sampai handphone murah meriah. Yang penting ada gunanya untuk yang memiliki. Bagaimana kita memilih handphone itu?

Kebetulan kami juga lagi ingin mengganti handphone, setelah handphone terakhir kami dibeli sekitar 5 tahun lalu. Dan handphone android merupakan hadiah dari teman. Termasuk warisan dari ayah. Yang baru saja membeli handphone tapi tidak lama kemudian wafat.

Pertama-tama kami ingin mengganti handphone karena yang lama sudah tidak bagus dan ada produk baru yang lebih baik. Setelah itu, apa? Di sinilah menariknya.

Kami mengecek budget kami. Jangan sampai membeli handphone yang terlalu mahal sehingga menjadi beban selama berbulan-bulan ke depan. Setelah itu, kami membaca beberapa referensi, dan isi dari handphone itu. Apa saja keunggulannya dibanding handphone yang lain. Kami juga melihat bagaimana performa perusahaan yang membuat handphone. Jangan sampai punya catatan buruk di masa lalu atau layanannya buruk.

Kami mengunjungi beberapa toko untuk melihat fisiknya, karena kami masih old style. Perlu mengecek barang untuk tahu kualitasnya. Kami juga menanyakan ke teman-teman beberapa pilihan yang ada. Saran yang diberikan bagus-bagus.

Dari saran yang diberikan, kami mengecek lagi ke internet atas review handphone tersebut. Setelah ini dilakukan semua, kami memutuskan untuk membeli handphone yang direkomendasikan.

Lumayan panjang ya proses mencari handphonenya. Mengapa perlu dilakukan demikian? Karena kami ingin memakai handphone ini untuk 5 tahun ke depan. Bukan untuk dijual setelah beberapa waktu ke depan.

Jadi kami perlu memastikan kualitas handphone ini, prospek pemakaiannya ke depan, dibuat oleh siapa, dan harganya masuk akal atau tidak.

Ok, sekarang gantikan semua kata handphone menjadi saham. Jika kita ahli mencari handphone dengan cara di atas, kita pasti juga bisa menemukan saham terbaik dengan cara yang sama.

Mengapa 90% orang yang berinvestasi akhirnya menyerah? Ya, sembilan puluh persen. Ini karena calon investor membuka rekening kemudian membeli saham apapun yang lewat. Sekarang coba ganti kata saham di paragraf ini menjadi handphone. Sama saja kan akibatnya? Asal-asalan beli, hasilnya pasti amburadul.
Persis seperti yang dibahas Peter Lynch. Saham yang dipilih dengan baik akan mengalahkan kinerja para profesional. Saham yang dipilih dengan buruk tidak akan lebih baik kinerjanya dibanding uang yang ditaruh di bawah bantal.

Sekarang, 90% mungkin akan gagal, maukah kita menjadi yang 10% berhasil?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link