Cashflow Quadrant

  • Save

Cashflow Quadrant

Cashflow Quadrant adalah buku yang diterbitkan Robert Kiyosaki mengenai bagaimana orang mendapat penghasilannya. Menurut dia, manusia terbagi 2 dalam mendapat penghasilan, yaitu dengan active income dan passive income. Active income artinya kita menukar waktu untuk mendapat uang. Passive income artinya kita menciptakan sistem untuk mendapat uang.

Dalam hal ini tidak ada yang benar dan salah, karena dunia butuh kedua jenis ini. Tinggal kita sendiri mau yang mana. Di dunia active income terbagi 2 lagi yaitu menjadi karyawan dan menjadi freelance. Karyawan adalah yang bekerja untuk mendapat gaji. Dan freelance adalah yang mendapat penghasilan jika berhubungan dengan pelanggan. Biasanya bergerak di sektor jasa.

Sedangkan di passive income, orang mendapat penghasilan dengan cara menciptakan sistem yang disebut business owner / pemilik bisnis ataupun berinvestasi ke sistem itu yang disebut investor. Dengan cara ini, dunia sebelah kanan menciptakan waktu yang tidak terbatas.

Alasan mengapa ada 2 sisi ini adalah karena cara pikir manusianya. Orang-orang di sebelah kiri menuntut keamanan dan jaminan karena itu lebih mencari penghasilan tetap. Orang di sebelah kanan mencari kebebasan dan karena itu batas penghasilan adalah seluas langit.

Terlihat sisi kanan lebih menyenangkan, tapi mengapa orang tidak bisa berpindah. Alasan paling utama adalah di cara berpikir. Kehidupan kita dipengaruhi oleh bagaimana kita berpikir. Berpuluh-puluh tahun kita diajarkan berpikir mencari penghasilan tetap. Bagaimana mungkin dalam 1 malam langsung akan berubah. Untuk detilnya bisa dibaca di buku Cashflow Quadrant.

Alasan lain bisa saja tidak ada waktu, uang, keahlian, dan 1001 alasan lainnya. Yang semuanya adalah karena masalah di kemauan. Tidak ada waktu, bukankah semua manusia di dunia sama waktunya, 24 jam sehari? Tidak ada uang, kalau kita baca sejarah orang-orang terkaya di dunia, sebagian besar tidak memulai dengan uang yang banyak. Bahkan Warren Buffet juga memulai hanya dengan 100 dollar. Di jaman informasi sekarang, justru adalah kesempatan paling besar untuk berpindah quadrant. Batasan informasi yang sebelumnya hanya milik segelintir orang sekarang tinggal duduk di depan komputer dan googling saja, sudah dapat.

Tidak ada alasan tidak tahu. Karena kita semua yang pernah mencari sesuatu di google pasti bisa. Jikapun benar-benar tidak ada ilmu, tinggal ikut pelatihan. Ada yang gratis ada yang bayar. Tergantung kita sendiri apakah ingin meningkatkan kapasitas atau tidak. Semua tergantung dari kemauan kita. Setelah mau, nanti kita akan mencari tahu, barulah kita mampu melakukan. Dari Einsten berkata : tidak mungkin kita menyelesaikan masalah kita dengan cara berpikir yang masih sama levelnya dengan masalah itu. Jadi, apa masalah kita sekarang?

Kita ke dunia investasi sekarang. Dalam investasi ada juga 2 sisi ini. Orang-orang yang menukar waktu untuk mendapat dan orang-orang yang punya tanpa harus selalu memantau. Alasannya juga sama mengapa investor selalu memantau harga sahamnya. Takut kalau tidak mantau nanti gerakan harganya terlewatkan. Takut ketinggalan pergerakan saham. Kurang informasi. Merasa modalnya tidak cukup untuk bisa dilipat gandakan sesuai cara investasi yang nyaman.

Jadi sebagai investor yang seharusnya bisa bebas melakukan apa saja hobinya atau melakukan wealth accumulation, malah membuang waktunya memantau harga saham terus menerus. Kalau cara investasi kita benar, sudah pasti kita bisa terbebas dari kegiatan memantau ini. Alasannya sederhana. Kita berinvestasi pada perusahaan terbuka yang dimiliki oleh business owner dan mempekerjakan ribuan karyawan yang rajin. Mengapa harus kuatir.

Dan supaya tidak kuatir, kita harus melakukan pengecekan di depan, sebelum membeli. Mana ada orang yang membeli produk yang tidak diketahuinya. Pengecekan cukup simpel. Saham-Indonesia sudah berbagi caranya. Silakan baca di artikel-artikel sebelumnya. Atau bisa juga membaca buku One Up on Wall Street. Slogan dari sudah cukup jelas : know what you buy and buy what you know.

Alasan perlu menjadi di quadrant kanan dibanding kiri di dunia investasi adalah semua investor yang berhasil ada di kanan, bukan di kiri. Dan karena investasi itu memakai logika dan bukan ilmu magic, sudah sewajarnya kita juga menggunakan cara yang sama. Tidak perlu susah payah mencari cara baru. Di depan sudah ada yang membuat jalannya. Ngapain susah payah menerobos hutan. Dalam investasi tidak dibutuhkan kepintaran membuat roket, kalau ya, seharusnya yang paling berhasil adalah manusia paling pintar. Tapi Newton yang menemukan gaya gravitasi juga mengalami kebangkrutan di saham.

Ada kualitas-kualitas yang dibutuhkan supaya bisa bertahan di saham. Kualitas yang bisa dibaca di sini.

6 Perfection

Berkecukupan – Part 1 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-1/
Disiplin – Part 2 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-2/
Kerja Keras – Part 3 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-3/
Kesabaran – Part 4 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-4/
Latihan – Part 5 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-5/
Akal Sehat – Part 6 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-6/

Jadi, sudahkah kita siap untuk berpindah quadrant? Perpindahan yang tidak bisa dilakukan dalam 1 malam. Karena itu kalau ada yang menyatakan sekarang jadi short term trader nanti jadi long term, caranya bagaimana ya?

Dan dalam investasi, aset terbesar adalah waktu. Dan waktu adalah sahabat terbaik untuk bunga majemuk yang akan berperan dalam wealth accumulation. Semakin lama kita menunda, waktu untuk memanen semakin singkat, yang membuat kita semakin terburu-buru.

Your time is now. Dont miss it.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link