Kapal Besar vs Kapal Kecil

  • Save

 

Kapal Besar vs Kapal Kecil

Untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan, kapal bukanlah barang aneh. Mungkin ada yang belum pernah naik kapal, tapi minimal sudah melihat berbagai jenis kapal. Dari ukuran kecil sampai yang besar sekali.

Kalau ditanya, mana yang lebih aman dinaiki? Jelas kapal besar. Untuk menyeberang samudra, lebih aman jika kita berada di kapal yang besar dibandingkan naik kapal kecil. Kalau perjalanannya aman-aman, jelas tidak masalah. Bagaimana kalau bertemu ombak? Apakah ada jaminan kita bakal selamat. Memang ada saja kisah orang-orang yang menggunakan kapal kecil menyeberangi lautan. Misalnya dalam film Life of Pi. Tapi untuk apa mengambil risiko yang tidak perlu.

Demikian juga saham. Selalu ada pilihan berinvestasi. 525 perusahaan di bursa. Mana yang cocok untuk kita. Untuk awal, lebih gampang memilih sahan dengan market cap terbesar, atau kalau dari sisi perusahaan, pilihlah yang merupakan market leader.

Alasan sederhananya, lebih aman. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan tepatnya goncangan ekonomi, yang kalau terjadi bisa membuat bursa turun, lebih baik jika kita bersandar pada saham terbesar. Gerakannya memang lebih lambat, tapi karena itulah maka saham big cap menawarkan keamanan. Sama seperti kapal besar yang bermanuver dengan pelan.

Bagian ini adalah point berikutnya. Orang-orang dengan dana besar, termasuk asing, jelas akan masuk ke saham dengan market cap terbesar, blue chip, big cap, pemimpin pasar, atau apapun istilahnya. Ini gampang untuk dianalisa. Jika kita punya 1M usd, dan ingin berinvestasi di daerah yang 10.000km jauhnya, kira-kira perusahaan jenis apa yang akan kita masuki? Dengan memahami ini, maka kita sudah ada gambaran bagaimana cara berpikir big fund.

Ini gampang, karena big fund juga manusia. Manusia itu menggunakan akal pikirannya. Tapi juga susah, karena sebagai manusia yang penuh ketidak pastian, maka kita tidak akan gampang menebak arah gerakan bursa. Kecuali yang menjalankan bursa adalah mesin ding dong, video game model lama, yang kalau A maka B.

Tapi karena ketidak pastian inilah, kita bisa mendapat keuntungan di bursa. Karena ada perbedaan pandangan. Kalau semua sepakat BBRI bagus dan layak di 14.000, siapa orang bodoh yang mau menjual di harga 10.000, dan siapa orang bodoh yang mau membeli di atas 14.000. Market itu dinamis.

Kembali ke kapal. Kapal besar juga bukan jaminan anti tenggelam. Titanic sudah menjadi bukti. Kapal terbesar di jamannya dan dijagokan tidak akan tenggelam, akhirnya tenggelam di edisi perdananya. Kemudian ada kapal pesiar dari Itali, Costa Concordia, yang karam. Tapi 2 kapal pesiar itu tenggelam karena kesalahan manusianya. Bukan dari kualitas kapalnya.
Dan di antara 1 kapal besar yang bermasalah, kira-kira ada berapa ribu kapa kecil yang bermasalah? Sama saja kan di saham? Jadi, lebih baik aman kan?

Dan investor itu sejatinya adalah berpikir dulu dari sisi aman, baru dari sisi profit. Jika kita mementingkan profit dulu baru aman, ada kecenderungan jiwa spekulasi kita mendominasi, dan yang namanya spekulasi, sudah meningkatkan risiko.

Ini tidak sejalan dengan keinginan kami yaitu : invest long, prosper and be happy.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link