Now You See Me 2

  • Save

 

Now You See Me 2

Film Now You See Me 2 adalah lanjutan dari film pertama, yang temanya adalah tentang sulap. Kami tidak membahas isi film, untuk yang itu bisa langsung menontonnya.

Fokus Kami adalah mengenai apa yang ada di belakang layar. Lokasi syuting sebagian di Macau dan menggunakan aktor Mandarin yaitu Jay Chou. Tujuan dibuatnya film adalah untuk mendapat keuntungan dan menggunakan lokasi dan aktor dari China adalah salah satu cara untuk mencapainya.

Kalau diperhatikan, beberapa waktu belakangan ini Hollywood banyak menggunakan lokasi syuting di China ataupun memakai aktor China. Beberapa film yang melakukan syuting di China antara lain adalah Iron Man 3, World War Z, Looper, The Karate Kid, Transformers Age of Extinction, dan banyak film lagi yang menggunakan lokasi China. Kemudian untuk aktor China antara lain Jackie Chan, Chow Yun Fat, Jet Li, Donnie Yen, Stephen Chow, Gong Li, Michelle Yeoh.

Kedepannya kemungkinan lebih banyak lagi film Hollywood yang berhubungan dengan China. Yang tidak berhubungan ada kemungkinan merubah skenario dengan memasukkan lokasi atau aktor China.

Alasannya sederhana, semua adalah untuk uang. Dengan penduduk 1,3 miliar dan pendapatan menengah, China adalah pasar yang sangat berprospek. Artikel kami di bulan Februari juga membahas tentang ini. Dimana pertama kalinnya film buatan China yang tembus 500 juta dollar yaitu film the Mermaid dari Stephen Chow.

Trend ini sudah terlihat beberapa tahun yang lalu dimana pasar film China menjadi nomor dua terbesar di dunia melewati Jepang pada awal tahun 2013. Dan di Februari 2016 pasar film China mendapat satu miliar dolar lebih dahulu dibanding Hollywood. Industri film meramalkan bahwa China akan melewati Hollywood di awal tahun 2017.

Pertanyaannya apakah ramalan itu akan terjadi begitu saja? Tentu saja tidak karena begitu ramalan itu dibuat orang mulai memperhatikan dan mulai mengembangkan bisnis kesana. Ini yang akan menjadikan lamaran itu akhirnya terjadi. Walau bukan di awal 2017 tapi pasti akan terjadi. Alasannya sederhana seperti pernyataan di atas di mana penduduk China ada 1,3 Milyar. Inilah pangsa pasar yang menjadi target semua industri.

Memang sekarang China agak menurun ekonominya. Ini wajar karena di 2008 China sudah menghabiskan banyak sumber daya untuk mensukseskan Olympiade. Dan peristiwa ini membuat ekonomi China naik dengan cepat.

Negara lain yang memiliki potensi seperti China adalah India. Dengan penduduk 1,2 miliar dan diprediksi akan melewati China maka India kedepannya akan menjadi target pasar International. China sendiri melihat kemungkinan ini dan menghapus kebijaksanaan satu anak.

Kita tidak tahu apakah China atau India yang akan menjadi nomor satu dalam jumlah penduduk dunia, yang pasti di belakang mereka ada Indonesia yang sekarang berada di rangking 4 setelah Amerika Serikat. Berarti potensi indonesia juga besar yang banyak dibahas sebagai bonus demografis, dimana jumlah penduduk muda lebih banyak dibanding jumlah penduduk tua. Ini akan berlangsung sampai 2030. Artinya kita punya kesempatan sekitar 15 tahun.

Tapi bonus ini tidak datang begitu saja, karena bonus ini juga bisa menjadi bencana demografis. Akan menjadi bencana jika sumber daya manusianya tidak siap yaitu dalam hal pendidikan dan persaingan dengan bangsa lain. Karena itulah kita harus bersiap, dan bagi Saham-Indonesia juga sama. Kami melakukan edukasi supaya investor Indonesia bisa menjadi tuan rumah, bukan hanya menjadi pengikut.

Kalau asing menjual langsung gemetaran mengikuti, kalau asing membeli langsung dengan nafsu besar mengikuti. Kita harus melampaui ini. Harus ada alasan mengapa asing membeli dan menjual. Karena namanya investasi tidaklah memandang asal usul kita. Sama seperti pernyataan Warren Buffet bahwa bursa tidak akan tahu kita membeli di harga berapa. Dan dari Peter Lynch, orang menjual sahamnya karena sudah mahal, dan membeli ketika sudah murah. Sebabnya itu yang penting.

Dan dalam waktu dekat, yaitu di 2018 Indonesia akan mengadakan event besar yaitu Asian Games. Berarti arah ekonomi kita akan naik juga seperti ketika China mengadakan Olimpiade. Apakah setelah itu kita akan mengalami perlambatan, bisa ya bisa tidak. Bisa ya karena sifat alami bahwa setelah bekerja keras manusia akan beristirahat, bisa juga tidak jika pemerintah ada proyek lain yang bisa mengimbangi proyek Asian Games.

Kita sebagai investor tidak meramalkan kejadian-kejadian yang belum terjadi, tapi kita bisa melihat arah masa depan. Kalau yang suka ramalan bisa lihat setiap tahun berapa banyak yang meramalkan kiamat ekonomi sampai menyebarkan ketakutan di media sosial, tapi mana yang terbukti terjadi. Tidak ada gunanya mempercayai yang seperti itu. Seperti pernyataan Peter Lynch, tidak ada gunanya bersikap pesimis, tidak ada manfaatnya kecuali anda ingin memancing di air keruh.

Arah masa depan Indonesia dengan pertambahan  penduduk sebanyak negara Singapore adalah sebuah potensi besar. Jikapun SDMnya lemah, berarti ini adalah peluang bisnis yang besar.

Jadi, apapun yang terjadi, kita akan menatap masa depan yang bagus, yang hanya bisa diwujudkan oleh yang melihat, meyakini, dan mengalahkannya.

Now You See Me 2. Sudah terlihat 2 hal besar yang akan menjadi masa depan kita? Prospek dan apa yang bisa kita lakukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link