Spiral Up and Spiral Down

  • Save

Spiral Up and Spiral Down

Beberapa hari ini, di beberapa grup kami menerima gambar seperti ini. Dan ditanyakan siapa saja yang di dalamnya. Karena artikelnya bukan tentang ini, maka kami akan menjawabnya. Di dalam foto ada presiden Jokowi ketika masih muda. Sewaktu ikut kegiatan mahasiswa. Sudah terlihat yang mana?

Kita masuk ke topik utama di artikel. Pada tahun 1983 siapa yang menyangka Jokowi akan menjadi presiden di 2014. Buktinya bisa. Dari seorang mahasiswa yang biasa-biasa saja, pada akhirnya menjadi presiden Indonesia. Apakah ini kebetulan? Bagi kami, tidak ada yang namanya kebetulan dalam hidup. Kalau benar ada kebetulan, seharusnya kita duduk-duduk di teras rumah, tiba-tiba saja ada emas 1 ton jatuh di depan kita. Atau batu kalau lagi sial. Tapi kehidupan tidak seperti ini.

Adalah ketika kita berpikir, berkata, dan melakukan hal-hal benar, maka kehidupan kita akan naik dengan sendirinya. Dan ketika kita berpikir, berkata, dan melakukan hal-hal yang salah, maka kehidupan kita akan turun dengan sendirinya. Pernah kita bayangkan, kehidupan kita yang sekarang, datangnya dari pengaruh masa lalu kita? Jika ya, apakah yang kita kerjakan sekarang akan memberi pengaruh pada masa depan kita?

Ini sama juga di investasi. Pernah dipikirkan, apa saja yang telah kita lakukan di masa lalu sehingga kita sampai di titik hari ini? Apakah kita puas dengan hasilnya. Jika ya, maka kita bisa meneruskan. Jika tidak, apakah kita harus merubahnya? Apa harapan kita di masa yang akan datang? Menjadi Warren Buffet?

Ini juga menarik. Banyak yang ketika disodorkan ide seperti itu, langsung menolak. Karena ada asumsi, Warren Buffet tidak bisa ditiru. Atau Peter Lynch. Atau siapa saja. Sudah kuno, ilmunya sudah tidak laku, tidak ada koneksi ke orang penting seperti mereka, atau berbagai alasan lain supaya kita tidak bisa seperti mereka. Ingat baik-baik 1 hal penting, mereka yang berhasil, ketika mulai melangkah, juga sama seperti kita, mulai dari titik 0. Tidak ada yang langsung sukses.

Itu yang jadi quote Warren Buffett, sehebat apapun kita, tidak mungkin mendapatkan bayi dalam waktu 1 bulan dengan membuat hamil 9 wanita. Semua butuh proses. Butuh waktu untuk itu.

Lagipula, yang tahu masa depan kita siapa? Orang yang jadi komentator atau kita sendiri? Ada kemungkinan merekalah yang tidak sanggup untuk mencapai tahap itu, sehingga menyebarkan informasi supaya semua juga sama pada akhirnya. Abaikan saja. Semua informasi yang mengatakan tidak bisa pada kita. Yang penting kemauan kita dulu, barulah mencari tahu bagaimana.

Nah, sekarang mengenai bagian spiral up dan spiral down. Ini perlu dicermati, jika kita ingin berjaya seperti para master yang sudah di tahap sana, pasti ada hal-hal yang perlu dilakukan supaya bisa berhasil. Ini yang dinamakan spiral up. Apa saja, gampang, tinggal lihat metode yang sudah berhasil. Mereka semua rajin belajar, baik dari orang lain atau dari kesalahan sendiri. Hanya ketika kita rugilah kita baru belajar. Kemudian mereka bertindak secara profesional. Mungkin banyak di antara kita cuma menjadikan investasi sebagai kegiatan paruh waktu. Tapi itu bukan patokan kita boleh main-main. Mungkin karena inilah, orang bilang main saham. Bukan investasi / bisnis saham. Kita seharusnya mengerti apa yang kita beli, dan belilah yang telah kita pahami. Jangan sampai setelah beli baru terkaget-kaget.

Setelah itu, cara pandang kita dalam investasi juga harus benar. Salah satunya, beli ketika harga saham turun dan orang panik, bukan sebaliknya. Kemudian jual ketika orang lain serakah. Perusahaan-perusahaan bagus akan selalu naik kembali. Kita sudah melihat ribuan contoh. Tapi seperti slogan di atas. Semua butuh waktu. Sayangnya, banyak di antara kita tidak sabar. Maunya serba instan. Kita juga sudah sering membahas tentang ini. Betapa pentingnya kesabaran ini. Spiral up adalah semua tindakan yang membuat kita naik kelas, kapasitas kita bertambah. Sesederhana ini. Coba saja dipikirkan, apa yang akan kita lakukan, apa efeknya.

Kebalikannya dari spiral up, adalah spiral down. Adalah apapun yang kita lakukan yang membuat kapasitas kita turun. Apa saja? Sebagian besar adalah lawan dari kegiatan spiral up. Selain itu ada beberapa hal yang merupakan jebakan di investasi. Antara lain, terlalu sering memantau harga saham. Menggunakan hutang. Ingin hasil cepat. Ini adalah tindakan yang akan menghancurkan aset kita. Setelah itu, suka membatasi profit juga adalah penyakit. Hanya ingin profit 1%, 5%, 10%. Padahal di saham, batasannya hanyalah kemampuan kita bertahan, dan juga valuasi saham itu.

Investasi itu sederhana. Cukup beli murah dan jual mahal. Tidak perlu cara ilmu roket atau ilmu jungkir balik supaya bisa berhasil. Ilmu berhitung kelas 5 SD sudah cukup untuk itu. Yang dibutuhkan selain itu hanyalah mental yang benar. Seperti paragraf sebelumnya. Mental bertahan dan mengerti menghitung nilai wajar saham. Apa saja itu mental supaya bisa bertahan? Bisa baca di sini.

6 Perfection
Berkecukupan – Part 1 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-1/
Disiplin – Part 2 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-2/
Kerja Keras – Part 3 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-3/
Kesabaran – Part 4 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-4/
Latihan – Part 5 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-5/
Akal Sehat – Part 6 : https://saham-indonesia.com/2015/12/6-perfection-part-6/

Akhir kata, apakah batasan kita dalam berinvestasi? Langit atau langit-langit? Hanya kita sendirilah yang bisa memutuskannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link