Happy Investor

  • Save

 

Happy Investor

Tujuan semua orang ketika berinvestasi hanya 1, yaitu mendapat profit. Tidak ada yang bercita-cita menjadi investor yang kemudian merugi. Tujuan dari profit sendiri adalah untuk mendapat uang yang tujuannya beragam. Dan tujuan yang beragam itu, tujuan akhirnya adalah untuk bahagia. Jadi boleh dibilang bahagia adalah tujuan akhir dari segala tujuan.

Jika demikian, berarti kondisi kita sekarang adalah tidak bahagia? Mungkin ya mungkin tidak, tapi untuk mencapai kesuksesan sebagai investor, kita sendiri di awal justru harus tenang dulu. Dan profit kita tergantung kacamata apa yang sedang kita pakai. Apakah kita memakai kacamata ketakutan, kekuatiran, kemarahan, ketenangan, atau apapun itu.

Hasil investasi kita tergantung dari itu. Jika kita melihat investasi dari kacamata ketakutan, setiap ada berita negatif, kita akan panik duluan dan langsung keluar tanpa mikir panjang lagi. Seperti berita brexit kemarin. Apakah yang langsung memutuskan jual hari ini akan menyesali keputusannya? Mungkin ya mungkin tidak.

Bagaimana dengan kacamata kemarahan, dulu pernah rugi di saham tertentu, sekarang ingin balas dendam, jadi kita akan hajar habis-habisan saham itu tanpa mikir isi perusahaannya lagi. Apakah akan berhasil? Mungkin ya mungkin tidak. Tapi kemarahan jelas tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Karena kemarahan membakar semua kemampuan menganalisa kita. Oleh sebab itu orang yang suka marah cenderung lebih sering melakukan kesalahan.

Kemudian ada kacamata tidak puas, atau merasa kurang. Ini juga tidak akan membawa kita ke mana-mana. Saham naik tinggi kita tidak puas karena tidak beli lebih banyak. Saham naik sedikit kita tidak puas karena lebih lambat dibanding yang lain. Saham turun sedikit kita tidak puas karena tidak bisa averaging. Saham turun banyak kita tidak puas karena potensi profit turun banyak juga.

Pada akhirnya hasil investasi kita tergantung dari cara pandang kita terhadap bursa. Bukan bursa yang menentukan keputusan investasi kita. Semua adalah datangnya dari kita. Jadi keputusan untuk bahagia juga datangnya dari kita dulu. Yang akan memberi kesimpulan bahwa hasil investasi kita juga datangnya dari kita. Bukan indikator kelap kelip di depan monitor, atau angka-angka yang keluar tiap 3 bulan sekali.

Kita memutuskan mau bahagia dululah, baru kita bisa melihat kesempatan dari setiap peristiwa. Kemampuan melihat kesempatan ini dinamakan wisdom dalam bahasa gaulnya. Sayang terjemahan ke bahasa Indonesia ga tau apa kata yang cocok. Untuk mendapat wisdom, kita sendiri harus tenang terlebih dahulu. Dan supaya bisa tenang, kita harus punya disiplin diri dulu.

Itulah kacamata yang tepat menurut kami dalam karir investasi. Salah satu guru kami, Jhon Veter membuat buku yang bagus tentang ini. Judulnya Happy Investing. Seperti tulisan di gambar, berbahagialah saat ini, karena saat ini adalah keputusan kita melakukan transaksi. Itulah kehidupan yang kita lalui. Hidup adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman yang kita lalui. Demikian juga hasil investasi kita, adalah kumpulan dari pengalaman transaksi yang kita lalui.

Karena itu, invest long, prosper, and be happy.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link