Value Investing – When

  • Save

 

– When

Baru-baru ini, komunitas kami bertambah satu anak muda. Yang dulunya adalah anak didik kami. Kalau lihat tampangnya, berubah banyak. Ini karena manusia tidak akan pernah sama, selalu akan ada perubahan yang terjadi. Dan perubahan akan mengarah ke atas atau ke bawah. Tapi kita tidak membahas tentang itu hari ini.

Dulu waktu masih di SMP, di mana Indra baru saja pindah dari sekolah di daerahnya ke Jakarta. Karena mengalami culture shock, rapor dia di awal sangat parah. Waktu itu sambil nangis, dia meminta saran bagaimana memperbaiknya karena orang tuanya menyekolahkannya jauh-jauh tidak untuk melihat keadaan dia seperti saat itu. Sejak itu, dia berubah menjadi salah satu murid top di sekolah. Tidak pernah menyusahkan lingkungannya.

Seperti itulah kalau kita lihat porto merah kita. Kita menyesalinya, dan bertekad utk memperbaiknya. Mau-Tahu-Mampu. Mau berubah, mencari tahu caranya, dan akhirnya mampu berubah. Jangan terjebak masa lalu bahwa dulu saya gini gitu. Masa lalu tidak bisa diubah. Dan kita yang sekarang adalah hasil masa lalu kita. Yang kita lakukan sekarang akan membentuk masa depan kita. Bagaimana masa depan yang kita mau, tinggal tanya diri sendiri.

Nah, karena kami menganut paham value investing, berarti semua hal selalu ada nilainya. Apa nilai yang akan kita capai di masa depan. Kapan akan tercapai. Orang suka menanyakan ketika sudah punya 1 saham, kapan akan menjual, kapan masuk lagi. Ini hal kecil. Hal teknis yang mungkin saja akan berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi. Yang paling penting adalah tujuan kita dulu. Ibarat mau dari Jakarta ke Surabaya, sepanjang perjalanan kita bisa merubah tempo perjalanan, kapan jalan dan kapan berhenti istirahat, kapan belok, kapan makan siang, tapi 1 yang tidak akan kita rubah, yaitu tujuannya.

Sama juga, dalam value investing, apa tujuan jangka panjang kita? Paling gampang adalah role model dari yang sudah berhasil. Warren Buffet. Bertahan 60 tahun di investasi menghantarkannya konsisten masuk daftar Forbes. Mungkin naik dan turun tiap ranking keluar, tapi seperti kata Bill Gates, setelah 100 ribu usd, rasa hamburger adalah sama.

Dan untuk mencapai itu, memang dibutuhkan waktu yang panjang. Dalam hal ini, Indra ada di pole position dari komunitas Saham-Indonesia untuk mencapai itu. Umur 20 tahun, berarti lebih cepat 5 tahun dibanding Warren Buffet ketika memulai karir professional Investasinya. Bagaimana dengan yang sudah lebih tua. Yang berumur 30, 40, 50, atau bahkan 60. Tetap saja lebih baik mengikuti yang sudah teruji daripada buang waktu mencoba cara baru. Bukankah kita semua tidak suka membuang waktu, mengapa kita menyia-nyiakan waktu kita menjadi kelinci percobaan untuk metode yang belum teruji.

Dan keuntungan dari meniru Warren Buffet adalah kita mau tidak mau juga harus meniru gaya hidup sehat supaya bisa berumur panjang. Bukankah ini juga salah satu manfaat bagus yang kita peroleh. Bahkan jika usia kita tidak akan setua itu, setidaknya kita sudah di jalan yang benar. 5 tahun atau 10 tahun value investing pasti akan ada hasil.

Satu lagi keuntungan mengikuti kehidupan Warren Buffet, dia adalah orang baik. Kami selalu yakin, hanya orang baik lah yang akan mencapai puncak karir. Karena tidak ada noda hitam yang harus disembunyikannya. Berapa sumbangan Warren Buffet selama ini. Dari apa yang kami baca, sudah hampir setengah harta dia. Jadi kalau dia tidak menyumbang, apakah dia akan duduk di nomor satu Forbes? Kami yakin tidak. Karena tindakan murah hatinya lah, maka dia bisa berada di posisi sekarang. Alasannya sederhana, ketika kita memberi, berarti kita memberi kesempatan kepada orang lain atau membantu orang meningkatkan kapasitas mereka, dan otak kita mereka tindakan ini dan menjadi kebiasaan. Kebiasaan melihat kesempatan, yang berlawanan dengan kebiasaan pada umumnya, kebiasaan menjegal orang lain mendapat apa yang mereka inginkan.

Value Investing akan seperti ini, karena untuk mendapatkan nilai baik, seperti juga di sekolah, kita harus meningkatkan kapasitas kita. Tidak ada cara cepat untuk berhasil. Untuk mendapat tanaman yang panen beberapa hari, kita menanam rumput, untuk mendapat tanaman yang panen beberapa bulan, kita menanam bambu, dan untuk mendapat tanaman yang panen bertahun-tahun kemudian? Kita menanam pohon.

Dan waktu terbaik untuk menanam adalah 20 tahun yang lalu, waktu terbaik kedua? Sekarang. Karena itu,

Invest Long, Prosper, and be Happy.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link