Keep Moving Foward

  • Save
 
 
Keep Moving Foward
 
Apa tujuan kita semua berinvestasi? Mendapat profit. Itu pasti. Setelah itu? Untuk mencapai tujuan jangka panjang kita. Terserah apapun itu. Bisa finansial freedom. Untuk dana pensiun. Dana sekolah anak. Ataupun untuk melatih pikiran. 
 
Untuk mencapai tujuan kita jelas harus bergerak maju. Tidak logis jika kita hanya berdiam diri kemudian tujuannya yang menghampiri kita. Terserah berapa kecepatan kita dalam mencapainya. Ini enaknya berinvestasi. Kita tidak pernah berlomba dengan yang lain. Kita selalu berlomba dengan diri kita yang kemarin. Apakah kita sudah lebih baik atau tidak. 
 
Inilah yang ditawarkan komunitas kami. Semua elemen di dalamnya bergerak maju dan dalam bergerak maju, semua saling mendukung. Komunitas kami tidak cocok bagi orang yang mau hanya duduk menunggu disuap informasi. Karena jika terus demikian, orang ini tidak akan sampai ke mana pun. Tidak bergerak wajar maka perjalanannya juga selalu di angka 0. Di awal-awal mungkin kita memang butuh arahan, termasuk informasi itu sendiri. Lautan informasi, bagaimana mungkin bisa diserap dalam waktu singkat. Tapi justru di sini lah perbedaan antara yang berdiam dan yang bergerak maju. 
 
Yang berdiam akan duduk Manis menunggu informasi datang. Jikapun nanti butuh, tinggal minta. Yang bergerak akan mencari sumbernya supaya bisa mandiri. Alasannya sederhana, sebuah komunitas, seberapa menariknya, selalu akan ada akhir. Apakah kita yang mengakhiri atau komunitas itu sendiri yang berakhir. Sampai saat itu tiba, apakah kita sudah siap untuk mandiri. 
 
Mandiri seperti ketika anak burung tumbuh dewasa dan siap untuk belajar terbang. Proses belajar mencapai tujuan persis seperti itu. Kita di sarang yang aman dari predator. Ada yang melindungi kita. Kemudian kita melihat yang lebih senior belajar terbang. Selama proses ini, kita mendapat nutrisi yang cukup. Sampai pada akhirnya kita sendiri akan maju, dan menjadi contoh bagi yang lain. Bisa terbang atau tidak, semua tergantung kita sendiri. 
 
Dari dunia binatang kita bisa belajar banyak hal. Bayi manusia sungguh beruntung terlahir dengan kondisi yang melindungi. Sedangkan bayi binatang, jika tidak mandiri dengan segera, akan menjadi mangsa bagi yang lain. Dalam dunia investasi seperti ini juga. Investor baru lahir. Selalu ada harapan di dalam diri masing-masing. Keinginan sukses dan berguna untuk lingkungannya. Tapi karena lingkungan dan kondisi yang tidak mendukung, dengan segera semuanya menjadi mimpi buruk. 
 
Kita tidak bisa melakukan untuk semua orang. Tapi setiap orang bisa melakukan sesuatu. Seperti Peter Lynch yang menulis buku. Yang membaca dan berubah pasti ada. Yang membaca dan tidak berubah juga ada. Yang tidak membaca dan tidak berubah juga ada. Guru yang baik adalah guru yang menunjukkan jalannya, bukan guru yang mengerjakan PR muridnya. 
 
Ini salah satu artikel menarik yang dibagikan dr. Evy untuk kita semua. Silakan dibaca. 
 
—————————————-
 
*Growth Mindset vs Fixed Mindset* 
 
Ada sekelompok anak kecil dari IQ yang berbeda beda, dan mereka diberi puzzle yang semakin lama semakin sulit, sampai pada titik di atas batas kemampuan mereka.
 
Ternyata ada yang begitu tidak bisa, langsung menyerah dan tidak mau melakukan lagi. Ada anak yang malahan semakin bersemangat dan mencoba terus walaupun tidak bisa. Dihitung  berapa lama mereka menyerah. Bedanya sangat ekstrem.
 
Carol Dwek, telah melakukan riset berpuluh tahun tentang bagaimana cara otak bekerja. Secara umum Carol Membagi dua type:
Growth Mindset ; otak yang mau berkembang terus, terutama sangat suka belajar dan menjadi lebih baik dengan berjalannya waktu.
 
Atau Fixed Mindset ; otak yang menganggap kwalitas IQ yang paling penting, bukan upaya. Dan mudah sekali menyerah karena menganggap dia kalau saat tidak bisa, walaupun berusaha akan sama saja tetap tidak bisa, jadi tidak mau berusaha.
 
Thomas Edison (inventor terbesar), Wright Brothers (penemu pesawat terbang), Jackson Pollock (pelukis Amerika), Marcel Proust (penulis Perancis), Elvis Presley, Ray Charles, dan Charles Darwin (Teori Evolusi), semuanya punya kesamaan: Sekolahnya tidak bagus, dan dikatakan gurunya tidak akan punya masa depan cerah. 
 
Tetapi mengapa mereka bisa menjadi ahli di bidangnya, dan sukses besar? Menurut Carol Dwek, mereka memiliki Growth Mindset, cara berpikir yang melihat bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk belajar lagi. Dan mereka tidak pernah berhenti belajar, memperbaiki diri, memperbaiki diri lagi, dan tidak pernah menyerah. Seperti anak2 kecil yang semakin semangat menghadapi hal2 yang sangat sulit.
 
Pertanyaan: Ketika nilai ujian anda C (padahal mengharap A), kena tilang, dimarahi orang tua, gagal menjual, ditolak pacar, apa yang anda katakan pada teman anda?
 
Fixed Mindset: Aku memang selalu sial; Aku memang berotak tumpul; Ibuku tidak cinta aku lagi; Hidup tidak adil; aku sudah kerja keras dapat C, orang lain mencontek dapat A.
 
Sedangkan pada Growth Mindst: Wah aku mesti kerja lebih keras ternyata soalnya sulit2; Lain kali kalau bisnis harus lebih hati2 lah; Ibu mungkin sedang ada masalah, ya aku mengalah dulu, lain kali lebih aku harus belajar jadi salesmanship yang lebih baik.
 
Di Columbia University, ada brain-wave lab, dicobakan pada mahasiswa. Ketika mahasiwa diberi tahu jawaban ujian mereka salah, ternyata mahasiswa dengan Fixed Mindset tidak berniat mencari jawaban yang benar atau apa kesalahan yang telah dilakukannya yang harus diperbaiki. Pemilik Growth Mindset justru sangat antusias tahu apa yang bisa diperbaiki untuk lain kali.
 
Orang2 dengan Fixed Mindset terpaku pada status: Juara, terbaik, tercantik. Kekalahan adalah neraka, harus dihindari, dan segalanya terpenting pada “status”. Melihat kesuksesan sebagai hitam putih. Juara atau kalah dan menjadi orang yang tak berguna. Terbaik atau tidak sama sekali. 
 
Sedangkan orang2 Growth Mindset, lebih mementingkan upaya dan keyakinan akan bisa lain kali kalau kita mau memperbaiki diri. Mengakui kegagalan, merangkul kesedihan, dan mau memperbaiki diri dan tidak merasa malu. Angka bukanlah segalanya, yang terpenting kita menjadi manusia selalu lebih mampu dengan mempelajari kehidupan.
 
Orang2 dengan Growth Mindset selalu melakukan “purposeful engagement”, keterlibatan total dengan itikad yang jelas, dalam melakukan pekerjaannya dan menjalani kehidupannya. Angka penting, tapi bukan segalanya. Tujuan membawa arah gerak yang benar, tapi tetap yang terpenting adalah upaya kita. Kalau kita sudah melakukan yang terbaik, hasil adalah nomor dua. Semangat pembelajar adalah kunci sukses.
 
Life Long Learning..
 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link