Merubah Pandangan

  • Save

 

Merubah Pandangan

Kita mulai berinvestasi tujuan paling utama adalah profit. Tapi sejalan dengan waktu, kadang mengapa profit itu susah diraih. Bahkan sebagian besar investor pada akhirnya menyerah. Mengapa bisa demikian?

Banyak hal bisa terjadi. Kalau dari kami, analisanya sederhana. Supaya tidak bangkrut atau menyerah, maka kita jangan lose. Supaya tidak lose, kita jangan cutloss, supaya tidak cutloss, maka kita harus hold saham yang bagus. Supaya kita bisa hold saham yang bagus, maka kita harus mencari tahu perusahaan di belakang saham itu. Supaya kita bisa tahu kualitas perusahaan, maka kita harus punya skill. Supaya bisa punya skill, maka kita harus mau belajar.

Kita boleh ganti kata-katanya, supaya bisa kaya, kita harus profit. Supaya bisa profit, kita harus hold saham bagus. Dan seterusnya.

Jadi, sekarang terlihat mengapa investor bisa merugi dan akhirnya menyerah. Karena tidak belajar. Ini cukup jelas. Tidak akan ada orang yang bisa berhasil kalau tidak menguasai bidangnya. Jelas, kita tidak perlu mengambil gelar professor untuk berhasil di pasar modal. Karena bagaimanapun juga, kita harus menerima fakta bahwa kita tidak akan full time di sini. Masing-masing dari kita punya pekerjaan lain, atau kegiatan lain, yang sepertinya lebih berupa passion kita.

Jadi, setidaknya kita perlu ilmu dasar supaya bisa bertahan hidup. Sama seperti banyak bidang lain. Kita cukup mengetahui ilmu dasarnya. Kita cuma perlu mengerti ilmu dasar berkendaraan supaya bisa menggunakannya. Kecuali kita berniat menjadi pembalap professional. Kita cukup memiliki pengetahuan memasak indomie dan masakan sederhana, kecuali kita ingin menjadi koki professional. Kita bisa meneruskan daftar ini, tapi mudah-mudahan maksud kami bisa dipahami.

Ada beberapa yang bisa dilihat dari penurunan market ini. Bahwa pada akhirnya saham bagus akan kembali naik. Fokus kita adalah mengetahui mana yang bagus dan jelek. Setelah itu, tahu di harga berapa batas murah itu. Tahu mana yang bagus artinya kita harus memahami bisnisnya. Tahu di harga berapa sebuah saham murah, berarti kita harus tahu berapa valuasinya dan diskon nya harus berapa.

Setelah itu, fokus pada saham yang sedang tidak ada berita buruk, biasanya ini yang paling cepat naik lagi. Karena investor tidak takut untuk membeli.

Dan dari penurunan yang lumayan ini, terlihat bahwa dalam setahun paling ada 1-2x pasar bereaksi abnormal. Dan inilah kesempatan kita. Apa yang abnormal? Ketika laba turun dan saham naik, seperti di 2015, itu adalah kesempatan keluar. Ketika laba naik dan saham turun, seperti sekarang, ini adalah kesempatan masuk. Jangan terbalik.  

Pertanyaannya, yang mana yang labanya naik, punya prospek cerah, dan sedang diskon besar-besaran. Itulah PR yang menanti kita.

Biasanya investor suka melakukan hal yang berlawanan. Ketika pasar turun, orang menjadi panik karena melihat jurang tak berdasar. Ketika pasar naik, orang menjadi euphoria karena melihat harga akan terbang ke bulan. Cara pandang ini juga harus diubah. Sebuah barang dengan harga 1000 ketika di obral di harga 500 berarti ada potensi 100%, tapi jika dijual dengan harga 800 berarti potensinya turun menjadi 25%. Mengapa kita harus senang kalau harga 800 dan sedih kalau harga 500.

Banyak ide-ide yang ingin disampaikan. Tapi ilmu dan cara pandang ini tidak akan mungkin ditransfer dalam 1 artikel atau diserap dengan 1 hari belajar. Berinvestasi itu seperti juga bidang lain. Kita menjalankannya hari demi hari sambil meningkatkan kapasitas kita.

Karena itu, cobalah untuk bertahan dalam waktu yang lama dalam karir investasi kita, menjadi makmur, dan berbahagia dengan prosesnya.

Terakhir, kemarin kami menonton video YouTube tentang wawancara Warren Buffet. Banyak videonya, andaikan kami ada sumber daya untuk berbagi dengan semuanya. Supaya bisa berhasil, kita harus hidup dekat dengan yang sudah berhasil juga. Untungnya dengan kemajuan teknologi, sekarang kita sudah bisa melakukannya dengan murah. Tapi guru terbaik haruslah dijumpai. Mungkin suatu hari kami akan bertemu langsung dengan Warren Buffet atau Peter Lynch.

Di salah satu video Buffet, dia menyebutkan, untuk mempertahankan jiwa mudanya, alih-alih seperti orang pada umumnya mencari pasangan lebih muda, Buffet melakukan dengan cara berinvestasi ke negara baru. Dia memulai karir berinvestasinya di negara itu seperti ketika dia memulai di tahun 1950an. Dia membaca 10 ribu annual report persis seperti ketika dia masih muda. Jadi teringat kisah Gober Bebek yang mempertahankan jiwa mudanya dengan melakukan petualangan bersama keponakannya.

Di luar boleh menjadi tua, tapi di dalam diri, kita tetap akan muda. Tidak perlu berbagai produk kecantikan untuk merubah ini. Dan inilah orang-orang yang sudah mencapai tahap mastering dalam bidangnya.

Bagaimana dengan kita?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link