Berita Baik dan Berita Buruk

  • Save

 

Berita Baik dan Berita Buruk

Setiap hari kita selalu membaca berita. Termasuk berita tentang investasi. Berita yang semakin hari semakin banyak. Pernah kita membuat batasan seberapa banyak yang dikatakan cukup? Menurut penelitian, berita yang kita serap dalam 1 hari sekarang ini melebihi informasi yang diterima orang abad 19 seumur hidupnya.

Apakah kita perlu membaca semua berita yang ada? Mungkin perlu dipilah mana yang berguna dan tidak. Jadi kita memilih bukan karena benar atau salah, tapi apakah ada gunanya untuk hidup saya atau tidak. Contoh, berita kriminal kopi beracun, berita artis selingkuh, dapat pacar, dan seterusnya, adalah tidak ada gunanya. Jadi tidak perlu diikuti. Dengan membuang ini, mungkin kita akan menjadi lebih fokus.

Jika kita merasa ini sangat penting, selalu tanyakan, apakah ada orang yang tidak mengetahui berita ini dan hidupnya baik-baik saja, jika ya, bukankah kita juga bisa?

Sekarang, berita ekonomi. Apa yang harus kita baca. Pergerakan saham Amerika setiap hari, minyak naik turun setiap hari, adalah kurang berguna. Kemudian berita tentang opini seseorang. Ini merepotkan. Opini adalah cara pandang orang tersebut berdasarkan pengalaman dia. Dan cara pandang bisa negatif atau positif. Apakah akan selalu benar? Belum tentu.

Misalnya ada seorang analis yang setiap tahun meramalkan ekonomi akan kiamat, apakah akan benar seperti itu. Yang kita tahu untuk jangka panjang, ekonomi akan naik arahnya. Karena ada inflasi yang didorong oleh lebih banyak penduduk dan kualitas mereka yang lebih baik. Jadi, opini kadang diabaikan, terutama yang membawa kepentingan pribadi.

Jadi, berita yang bagaimana yang layak kita baca. Yang jelas, berita yang bisa mendukung keputusan investasi kita. Apakah berita baik maupun berita buruk. Berita sendiri adalah rencana ataupun hasil yang dilakukan oleh perusahaan yang akan mendorong kinerja perusahaan. Dan kita tahu, untuk jangka panjang, kinerja perusahaan berbanding lurus dengan harga saham. Jadi kita maunya mencari perusahaan yang memiliki banyak berita baik.

Kalau kita lihat di gambar, hasil Google dari 2 berita tentang perusahaan, ketika mengetik pencarian perusahaan BRI, 5 berita teratas semuanya adalah berita baik. Sedangkan untuk perusahaan Bumi Resources, 3 berita jelek, dan 1 adalah berita neutral yang merupakan akibat dari berita jelek.

Kalau melihat cara kerja ini, bukankah lebih gampang berinvestasi di perusahaan terbaik? Karena mayoritas beritanya adalah berita baik. Kalau banyak berita baik, yang merupakan cerminan kebaikan dari perusahaan, otomatis lebih banyak orang yang akan berinvestasi di sana. Dan ini akan mendorong harga saham naik. Kebalikan kalau perusahaan yang isinya kebanyakan berita jelek. Kita yang baca saja bisa stress apalagi investornya. Siapa yang mau berinvestasi di perusahaan yang tiap hari kemungkinan besarnya memberikan kabar buruk?

Memang tidak ada perusahaan yang akan selalu baik. Tahun lalu pun banyak yang kena masalah. Tapi perusahaan baik tetaplah menjadi pilihan yang lebih baik. Lebih sedikit berita buruk dan bahkan ketika berita buruk datang yang akan mengganggu kinerja mereka, dengan segera akan diperbaiki. Inilah gunanya mengikuti cerita dari perusahaan. Buy and hold akan berbeda dengan buy and forget.

Kita terjun ke investasi tujuannya supaya ke depan hidup kita menjadi lebih baik, karena itulah seharusnya kita dekat-dekat dengan hal baik. Inilah kehidupan spiral up. Jika kita selalu berurusan dengan hal buruk saja, bukankah hidup kita sendiri nantinya akan kalau balau. Inilah kehidupan spiral down.

Mana yang kita pilih? Orang waras pastilah akan memilih spiral up. Hanya karena ketidak tahuan yang membuat kita salah milih. Tapi kalau sudah tahu itu jelek dan tetap dipilih?

Silakan direnungkan : setiap manusia bebas memilih, tapi kita akan terikat dengan hasil pilihan kita. Kita tidak mungkin bisa menghindar dari hasilnya. Dan hasil apa yang kita inginkan ke depan? Silakan masing-masing menganalisanya.

Dan pertanyaan terakhir, jika semua hal buruk sudah hilang dari dunia kita, dan hanya kebaikan yang tersisa, bukankah dunia kita akan menjadi indah dan menyenangkan?

Inilah tujuan dari invest long, prosper, and be happy.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link