Who – What – When – Why – Where – How

  • Save

Who – What – When – Why – Where – How

Setiap proses kejadian pasti ada 6 hal seperti judul. Siapa, apa, kapan, mengapa, di mana, dan bagaimana. Ini juga berlaku di saham. Kita bisa jabarin satu-satu.

Who – Siapa

Kami membeli saham karena keinginan untuk mengumpulkan kekayaan.

What – Apa

Apa yang kami beli adalah saham bagus yang murah dan yang kami jual adalah saham jelek yang mahal.

When – Kapan

Kapan kami melakukan pembelian adalah ketika kami menemukan saham yang murah dan pas ketika kami punya dana. Punya dana itu bisa dari setoran, atau dari menjual yang kurang berprospek ke yang dirasakan lebih berprospek.

Why – Mengapa

Mengapa kami membeli saham bagus di harga murah. Ini adalah alasan yang sama yang dilakukan oleh semua fund manager dunia. Dan semua pengusaha yang mengembangkan bisnis. Mereka selalu mencari bisnis bagus yang berprospek dan dijual murah untuk dibeli, dikembangkan dan dijual kembali atau dijadikan pasif income. Kalau kita belinya perusahaan bagus dan murah, cepat atau lambat akan ada orang dengan dana lebih besar yang akan masuk. Jika dana besar masuk, maka sesuai dengan hukum supply dan demand, maka harga akan naik, dan jika harga menjadi mahal, saatnya menjual.

Where – Di mana

Di mana kita bisa menemukan perusahaan yang bagus dan sahamnya murah. Untuk ini, kita harus mencari tahu. Tidak mungkin memakai istilah beli kucing dalam karung. Kita harus membaca sejarah perusahaan dan masa depan seperti apa yang akan mereka lakukan. Membaca sejarah, berarti membaca laporan keuangan perusahaan. Apakah ada kemungkinan perusahaan menipu?

Sedangkan untuk mengetahui masa depan, kita harus mendengar apa rencana manajemen. Investasi itu menawarkan peluang buat yang menganalisa dan merugikan buat yang tidak mau tahu. Perkembangan perusahaanlah yang harus kita ikuti. Tidak ada cerita buy and forget kecuali kita mendapat jackpot.

Kembali, bagi kami, track record perusahaan adalah yang terpenting. Sama seperti orang yang memperhatikan pergerakan harga di grafik. Angka tidak mungkin menipu. Yang menipu hanyalah manusianya. Karena itulah, selalu berusaha untuk berinvestasi di orang yang jujur. Ini ada film yang menarik tentang ini. The Accountant. Film tentang akuntan dengan Pola pikir yang berbeda dengan manusia umumnya, yang menyelesaikan masalah pemalsuan laporan keuangan perusahaan. Cara pandang si akuntan terhadap dunia sangat menarik. Salah satu film terbaik tahun ini. Apalagi untuk kita sebagai investor.

How – Bagaimana

Dalam buku The little Book that Build Wealth membahas tentang bagaimana kita membuat aturan permainan dalam berinvestasi.

1. Cari lah bisnis yang bisa menghasilkan profit di atas rata-rata selama bertahun-tahun.
2. Tunggu sampai saham dari perusahaan ini dijual di bawah harga wajar nya. Kemudian beli.
3. Tahan saham ini sampai bisnis memburuk, harganya menjadi terlalu mahal, atau anda menemukan investasi lain yang lebih menarik. Periode ini adalah dalam jangka tahunan, bukan hitungan hari atau bulan.
4. Ulangi langkah di atas.

Alasan di atas yang membuat kami hari ini memutuskan menambah LPCK.

Dan dengan inilah kami mengumpulkan kekayaan. Apakah hasilnya sekarang sudah terlihat. Bagi kami belum. Tapi hal paling penting, yaitu garis finishnya sudah terlihat dengan jelas. Apa yang akan kami lakukan selama bertahun-tahun ke depan. Karena investasi itu bukan urusan satu dua tahun. Jika ini memang bisa menghasilkan dan menyenangkan, mengapa harus berhenti?

Karena itulah, invest long, prosper, and be happy.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link