Kebaikan di atas Segalanya

  • Save

 

Kebaikan di atas Segalanya

Situasi bursa saat ini sedikit banyak mengkuatirkan sebagian investor? Sepertinya ya. Bagaimana sikap kita terhadap penurunan ini?

Kita akan flash back dulu sekitar 10 tahun yang lalu. Seperti para anak muda, jelas kami ingin meraih banyak hal. Kami mencari jawaban dari satu seminar ke seminar lain. Dari yang namanya seminar motivasi, seminar MLM, asuransi, semuanya adalah bagaimana menjadi lebih baik dibandingkan hari kemarin.

Tapi jawaban pasti tidak pernah ketemu. Sampai kami bertemu teman lama secara kebetulan, dan dia rutin mengikuti grup diskusi. Dan salah satu mentor di grup ini, setelah kenal beberapa waktu mengatakan nanti saya kenalkan dengan guru saya. Karena kami sedang mencari cara bagaimana lebih baik, kami menyanggupinya.

Setelah bertemu dan mendengar apa yang disampaikan guru tersebut, kami mendapat perasaan bahwa mungkin seperti inilah sebuah pengajaran dilakukan. Baik dulu, sekarang, maupun di masa yang akan datang.

Dan dari guru ini, kami bertemu banyak hal menarik dan guru-guru lainnya.

Sekarang, siapa guru ini? Jika anda google nama Salim Lee, pasti akan mendapatkan informasi. Kami cuma tambahkan sedikit saja dari sudut pandang kami. Kami biasa memanggilnya dengan nama Om Salim. Apakah om Salim penghuni daftar Forbes? Jelas tidak. Bahkan tidak masuk daftar orang terkaya di Indonesia atau Australia yang menjadi tempat tinggalnya sekarang. Orangnya saja seperti gitu-gitu saja. Tidak ada jubah melekat di badannya. Tidak ada gelar di belakang namanya. Tidak ada sinar terang di kepalanya.

Tapi dedikasinya dalam mengajar sungguh luar biasa. Setiap beberapa bulan sekali, om Salim akan terbang ke Indonesia hanya untuk mengajar apa yang dia ketahui tentang kehidupan. Apakah ada kerugian yang dialaminya? Ngajar kok gratis. Dari sudut pandang manusia normal, jelas ini tindakan tidak waras. Mengerjakan sesuatu kok mau-maunya gratis.

Tapi perkembangan komunitasnya sungguh menarik. Dimulai hanya dari beberapa orang, sekarang sudah ribuan orang yang pernah terlibat di dalamnya.

Banyak hal yang diajarkannya. Yang paling penting adalah bagaimana cara memandang dunia ini dengan lebih baik. Supaya ada gunanya. Pandangan yang bukan mempioritaskan mana yang benar dan terbaik, tapi mana yang ada gunanya dalam hidup kita.

Salah satu cerita yang menarik yang pernah dibagikan, ketika om Salim bercerita tentang bagaimana kesabaran itu. Coba misalnya kita ada teman yang meminta kita untuk mengajarkan bagaimana mengikat tali sepatu. Hal yang sepele. Tapi menariknya di sini, setiap kali ajaran itu hampir selesai, teman ini selalu berkata, “saya tidak paham, Tolong diulangi lagi.” Kira-kira berapa lama kita akan mengulangi pengajaran ini.

Rasanya tidak akan lama kita akan meledak dalam emosi. Tapi di sinilah kita melihat, bagaimana seorang om Salim telah mengajar selama hampir 20 tahun di Indonesia, dan setiap selesai ajarannya, selalu saja kami yang bodoh ini akan berkata, “Om, kami masih ga paham. Bisa tidak tahun depan datang lagi?”

Andaikan kami juga punya hati seperti ini ketika membagikan ilmu atau pengalaman di saham yang pernah kami jalankan.

Menarik juga melihat bisnis yang dijalankan om Salim di Australia. Mengelola panti jompo high class. Misinya cuma satu. Bagaimana menghantar orang tua bisa meninggal dengan tenang. Mungkin di sini terlihat aneh, apalagi budaya kita yang merawat orang tua. Tapi di sana, anak muda terlalu sibuk bekerja dan belum mapan, sehingga orang tua perlu lingkungan khusus. Background om Salim sendiri adalah arsitek. Di sini kami juga belajar. Gunakanlah keahlian terbaik kita untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Bukan merusaknya.

Terakhir, satu topik yang menggerakkan Saham-Indonesia. Di satu diskusinya, kami pernah memberi tahu om kami akan mengambil jurusan investasi sebagai karir kami. Jawaban om sederhana. “Bursa saham? Berhati-hati, di sana banyak orang-orang yang mengambil keuntungan tanpa memikirkan nasib orang lain.” Apa reaksi orang normal? Jelas akan menghindari bursa saham karena demikianlah apa kata guru. Untungnya kami tidak berpikir seperti ini. Justru karena banyak orang ga benar, makanya kami memutuskan untuk terjun ke saham. Karena kalau tidak ada orang yang akan membantu mengarahkan, apa nasib investor yang baru memulai karir mereka.

Apakah kami terbaik? Jelas tidak. Tapi tindakan kami sebisa mungkin diusahakan ada gunanya untuk yang menjalankan. Dan mudah-mudahan kami bukan orang yang mengatakan hari ini harus jadi orang baik, beberapa waktu kemudian malah berubah menjadi orang yang mengambil keuntungan dari ketakutan orang lain.

Dan apakah di bursa banyak orang seperti cerita om. Jelas ada. Akan ada orang yang menyebarkan isu buruk, isu bohong, atau malah memberikan rekomendasi palsu hanya supaya dia sendiri bisa meraup untung. Hampir 10 tahun kami di bidang ini, apa trik nakal yang tidak mustahil. Tapi mengetahui bukan berarti kita sendiri harus seperti itu. Kita punya pilihan dalam menjalankan karir kita. Perlu diingat juga. Bursa saham, seperti juga hal lain, hanya benda mati. Bagaimana itu dijalankan, semua tergantung dari yang menjalankan. Kita akan menggunakannya untuk kebaikan yang lain, atau kejatuhan yang lain.

Dan bagi kami, yang berguna adalah value investing. Karena dasar value investing adalah bagaimana menambah nilai bagi orang-orang di dalamnya. Perusahaannya, investornya, dan lingkungannya. Inilah dasar kehidupan spiral up. Sampai hari ini, kami selalu puas dengan apapun yang telah kami dapatkan.

Karena inilah, seorang guru adalah orang nomor dua paling penting di dunia setelah orang tua bagi kita. Bertemu seorang guru yang bisa diandalkan adalah anugerah terbaik. Dan hadiah terbaik bagi seorang guru, adalah hari di mana kita berhasil mewujudkan apa harapan dia pada kita.

Selamat hari guru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link