Mengapa One Up on Wall Street

 
  • Save
 
Mengapa One Up on Wall Street 
 
Selama 1 tahun kami sering membahas buku One Up on Wall Street, dari Peter Lynch. Aneh juga ya, Peter Lynch bahkan tidak masuk orang terkaya di dunia. Penganut value investing seharusnya mengacu pada Warren Buffett sebagai investor paling sukses di dunia. Tapi mengapa Peter Lynch yang kami tonjolkan. Ternyata ini bukan hanya pandangan kami saja, di toko buku periplus, ketika kami mencari buku investasi lain, buku One Up on Wall Street ada di peringkat pertama, dan buku Beating the Street ada di peringkat sembilan. Artinya orang ini bukan main-main. 
 
Kami tidak tahu bagaimana pandangan investor lain yang membaca bukunya, tapi inilah pandangan kami. 
 
Dalam berinvestasi, kita akan bertemu banyak situasi, segala kemungkinan yang akan terjadi. Pasar yang panik dengan segala macam alasannya, situasi buruk yang memicu panik selling, bom, demo, pemilihan presiden, Suku bunga, dan berbagai alasan lainnya, dan situasi baik yang memicu panik buying, misalnya tax amnesty, Suku bunga negatif, perbaikan ekonomi, dan situasi lainnya. Misalnya berita buruk, presiden mau digulingkan? Di Amerika bahkan presiden dibunuh. Bagaimana kita harus menyikapinya. 
 
Kemudian ketika pasar begitu membosankan, tidak ada pemicu euforia. Apa yang harus kita lakukan. Apakah kita harus trial and error? Rasanya tidak bijaksana kalau kita melakukan ini padahal sudah ada sumber informasi yang akurat. Dalam buku One Up, Peter Lynch menceritakan semua pengalaman dia selama karir investasi dia. Dimulai dari bagaimana ketika dia sebagai pemula di bidang ini, menjadi legenda sampai pensiunnya. 
 
Apakah kita harus cash out ketika pergi berlibur atau tetap memegang saham. Bab awal dan bab terakhir menceritakan tentang hal ini. Satunya ketika panik selling terjadi, dan satunya ketika panik buying. IHSG -5% dan kita tidak tahu mau ngapain? Tenang, Dow pernah -22% dalam 1 hari dan Lynch tidak bisa melakukan apapun. Tapi itu tidak mencegah dia menjadi legenda wall street. 
 
Kemudian, dengan sedemikian banyaknya indikator dan rasio keuangan, mana yang penting, ada di bab laba, laba, laba dan bab beberapa angka yang terkenal. 
 
Bagaimana ketika rumor datang, kita mengecek kebenaran dengan menghubungi perusahaan dan apakah mereka bisa dipercaya. 
 
Apa jenis saham yang layak kita pegang bertahun-tahun atau cuma untuk trading. Kapan kita harus menjual saham kita. 6 kategori legendaris yang harus dibaca. Atau apakah kita bisa begitu saja mempercayai semua perkataan media dan analis? 
 
Dan buku ini bagus untuk pemula yang baru ingin berinvestasi. Karena dari buku ini akan membentuk cara pandang yang berguna di dunia investasi. Satu hal yang paling kami sukai, ketika banyak buku menjelaskan jawaban kesuksesan ada di luar, pelajari ini maka anda akan profit sekian persen, pelajari itu maka anda akan jadi kaya raya, Peter Lynch menyatakan bahwa keberhasilan kita adalah tergantung pada cara pandang kita sepenuhnya. 
 
Ini lebih logis, karena jika ada faktor luar yang menentukan kesuksesan kita, maka kita tidak akan pernah bisa berhasil. Apapun yang kita kerjakan, selalu ada halangan di luar yang mencegah pencapaian kita. Karena semuanya bergantung pada diri kita sendiri lah, makanya kita bisa meningkatkan diri kita. 
 
Banyak hal menarik yang ingin disampaikan. Baca saja bukunya. 1 hari 1 halaman, dalam 1 tahun kita akan menghabiskannya. Versi ringkasan ada di bawah dan lebih sedikit lagi. 
 
Bursa naik atau turun, tidak akan menentukan kesuksesan kita. Bagaimana cara kita bersikap yang akan menentukan. Masuk ke perusahaan jelek tanpa menyelidiki terlebih dahulu, dan akhirnya menjual rugi, penyebabnya karena kita sendiri. Peter Lynch sendiri pernah mengalami ketika dia terpaksa menjual perusahaan yang dikira nya bagus dengan kerugian mencapai 90%. Demikian juga ketika kita menjual terlalu cepat padahal setelah itu sahamnya naik dan naik terus. Lynch juga pernah mengalaminya. 
 
Satu hal pembeda antara Peter Lynch dan Warren Buffett adalah di pencapaian mereka. Lynch berkarir 20 tahun dan memutuskan pensiun, sedangkan Buffett berkarir 60 tahun dan memutuskan lanjut. Tidak perlu ahli matematika untuk menyatakan siapa yang lebih kaya. Terakhir kekayaan Lynch di kisaran 350 juta usd vs Buffett di 80 milyar usd. 
 
Tapi seberapa banyak nol, itu hanyalah angka. Yang terpenting apakah metode yang dipakai bisa membawa kebahagiaan pada kita dan lingkungan kita? Inilah namanya value investing. Investasi yang menambah nilai. 
 
Untuk yang tertarik membaca, bisa klik di link berikut untuk ringkasan dan terjemahannya. 
 
One Up on Wall Street
http://goo.gl/aZqvVJ
 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link