Nyangkut Berjemaah

  • Save

 

Nyangkut Berjemaah 
 
Dalam seminggu penurunan IHSG ini, apakah ada yang membeli kemudian nyantol di atas? Dan setelah itu merasa saya orang paling menderita sedunia. Kami rasa banyak. Apalagi yang baru terjun ke saham. Baru saja terjun, kok sudah tenggelam. 
 
Dari gambar di atas, ada 2 sebelah kanan yang mana manajemen alias orang dalam melakukan pembelian sahamnya. Salah satu Tanda bagus adalah ketika manajemen juga memutuskan beli, karena ini adalah Tanda mereka sendiri percaya dengan masa depan perusahaan mereka dan akan bekerja dengan giat supaya itu terwujud. 
 
Nah, sekarang point berikutnya, mereka yang orang dalam saja nyangkut, padahal seharusnya sebagai orang dalam, mereka sanggup tahu semua informasi perusahaan. Tapi bukti nya tidak seperti ini kan? Tetap saja tidak ada metode untuk menebak harga terbaik itu berapa. Jika tidak bisa, berarti gampang, kita melakukan seperti yang manajemen lakukan. Mereka membeli karena tahu isi perusahaan mereka seperti apa dan punya keyakinan ke depan. 
 
Untuk tahu, jelas butuh informasi. Dan untuk tahu informasi, jelas kita perlu pengetahuan, dan itu didapat dari belajar. Belajar ada 2 metode, easy way yaitu pengalaman orang lain adalah guru terbaik, dan hard way, pengalaman sendiri adalah guru terbaik. Mau yang mana, tergantung seberapa tinggi ego kita. 
 
Sekarang, seperti manajemen, setelah beli, berarti ada kemungkinan nyantol. Apakah ini menyakitkan? Jelas. Karena kita melihat uang kita menyusut pelan-pelan. Apakah cara berpikir demikian ada gunanya. Jelas tidak. Bahkan cara pandang demikian adalah kesalahan terbesar menurut Peter Lynch di buku One Up on Wall Street. Jelas akan ada yang tidak setuju, tapi dibanding menuruti argumen yang belum jelas, kami merasa lebih logis mengikuti saran legenda Wall Street. 
 
Pernyataan direktur BRI adalah paling sempurna. Jika portofolio kita turun, lihatlah sekeliling, apakah hanya kita yang turun atau semua juga turun. Jika semua juga turun, berarti masalah ada di luar. Dan kita tahu, bursa selalu naik dan turun tiap hari. Ada yang buy ada yang sell. Ini tidak bisa dicegah. Kita tidak mungkin bilang hanya mau naik tidak mau turun. 
 
Yang paling penting adalah 1. Jika semua naik, maka portofolio kita juga harus ikut naik. Lebih baik lagi jika naiknya bisa lebih tinggi dibanding rata-rata. Ini yang nantinya akan menjadi senjata utama supaya aset kita akan berlipat terus. Dan supaya di atas rata-rata, maka saham kita juga harus lah saham yang terbaik. Bukan kumpulan saham tidak bermutu. 
 
Mengapa? Karena big fund atau Bandar besar akan membeli seperti itu juga caranya. Mereka membeli saham terbaik di harga murah dan menjual saham di harga mahal. Bukan sebaliknya. Jika saham kita sama seperti itu, bukankah kerjaan kita jadi lebih ringan? Karena ada pihak yang bekerja untuk kita. Bayangkan, karyawan bekerja keras supaya perusahaan kita adalah yang terbaik, dan fund manager bekerja keras supaya saham kita adalah yang terbaik. Apa yang kita kerjakan?
 
Minum secangkir teh menikmati profitnya ketika waktunya tiba. Investasi itu santai kan? 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link