Stay Calm and Keep Invest

  • Save

 

Stay Calm and Keep Invest

Bagaimana hasil investasi di bulan Desember? Sepertinya tidak sesuai prediksi. Investor mengharapkan window dressing, tapi yang terjadi malah window selling. Seakan-akan Indonesia sudah tidak ada masa depan lagi. Kalau kebanyakan melihat monitor, sepertinya hal ini benar. Running trade lebih banyak merah. Lihat chart, support demi support tembus. Lihat Facebook dan medsos, banyak diskusi pesimistis.

Jadi, apakah Indonesia akan berakhir tahun depan? Atau seperti juga belahan dunia lain, 2016 adalah worst year. Sebentar dulu, sebelum mulai mengeluh lagi. Coba bandingkan tahun ini dan tahun lalu. Tahun lalu IHSG ada di 4593, tahun ini hampir pasti tutup di atas 5000. Berarti ada kenaikan 10%. Tahun ini banyak penerbangan murah sehingga wisata bisa dilakukan dengan keluarga. Inflasi terkendali, harga BBM rendah dan stabil. Rupiah di bawah 14 ribu.

Jadi, apakah benar Indonesia sedemikian buruknya sehingga tidak layak invest lagi? Kalau cek ke data, maka investasi asing ke Indonesia melaju terus, baik yang riil maupun pasar keuangan. Alasannya sederhana, mereka melihat Indonesia masih punya potensi. Penduduk bertambah, daya beli terkendali, yang bilang daya beli nya turun coba dicek, apakah usaha yang dilakukan sebanding dengan tuntutan kualitas hidup yang diinginkan? Infrastruktur mulai jadi di banyak tempat.

Kalau pun ada kritik di sana sini, wajar sekali. Tidak ada tindakan kita yang bisa disukai semua orang. Ada percobaan yang dilakukan, jika kita mengumpulkan 9 orang ke dalam 1 ruang, akan ada 3 yang setuju dengan kita, ada 3 yang tidak akan setuju dengan kita, dan 3 yang masa bodoh. Kumpulkan lagi 9 orang yang semuanya setuju dengan kita, maka akan terbentuk lagi 3 kelompok yang setuju, tidak setuju, dan masa bodoh. Hidup akan selalu begitu.

Kembali ke saham, jika Indonesia masih berprospek, dan pasar modalnya turun, apa yang harus dilakukan. Sederhana. Jika kualitas barangnya bertambah bagus, tapi dijual dengan harga lebih murah, maka cuma 1 tindakan yang harus dilakukan, beli. Jangan sampai punya pikiran menjual.

Tugas kita ada 2. Menilai kualitas barang yang akan kita beli dan mempersiapkan uang. Menilai kualitas barang sudah sering kita bahas di artikel yang di belakang. Cara-cara yang cukup sederhana sehingga orang yang mengerti matematika Kelas 5 SD bisa lakukan. Dan mempersiapkan uang, ada di artikel sebelum ini. Dan nanti kami akan membuat 1 lagi artikel tentang wealth accumulation.

Pertanyaan selanjutnya, kalau beli terus, kapan dijual. Kan mau menikmati untung. Tinggal dibalik lagi pertanyaan ini, apakah kita butuh uangnya dengan segera. Jika tidak, mengapa harus menjual. Menjual adalah teknik jitu untuk cut profit. Bahasan lebih lengkap nanti di artikel wealth accumulation.

Pertanyaan terakhir. Apakah cuma WIKA dan BSDE yang bagus, dan mengapa menjual ROTI. Kami menjual ROTI karena dalam bulan ini dia yang turun paling kecil. Dan di account lain kami membeli JSMR, LPCK, KLBF. Bahkan kami yakin, tutup mata beli 1 saham di watch list kami, seharusnya nanti akan untung juga. Mengapa? Karena PR yang sudah dikerjakan di awal. Membuat daftar belanja. Mungkin ini juga akan muncul 1 artikel lagi.

Jadi, sekarang ngapain. Jelas kegiatan paling penting di investasi. Tidak melakukan apa-apa sambil menikmati liburan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link