Mencari Jejak 2

  • Save

Mencari Jejak 2

Artikel kali ini kita akan membahas tentang proses menilai perusahaan. Kami menggunakan contoh BJTM karena perusahaan ini yang pertama kali melaporkan keuangan full year 2016.

Untuk data bisa diambil di : https://www.idx.co.id/berita/pengumuman/

Kemudian cari perusahaan yang diinginkan atau jenis document yang diinginkan.

Yang pertama, sebelum memulai proses, sangat lah penting kita punya keyakinan bahwa perusahaan ini adalah perusahaan jujur. Mengenai kejujuran kami sudah sering membahasnya. Salah satunya bisa dibaca di sini. https://saham-indonesia.com/2016/04/pentingnya-kejujuran/

Alasan sederhananya, kita akan menaruh uang di perusahaan itu untuk jangka waktu lama. Jika kita tidak percaya, bagaimana mungkin kita bisa berani melakukan investasi. Jika kita tidak bisa mempercayai perusahaannya, akan seperti menyewa mantan maling untuk menjaga rumah kita. Berinvestasi itu adalah membangun hubungan. Diperlukan kepercayaan. Dan jika kita sama sekali tidak bisa mempercayai satu pun laporan keuangan semua perusahaan, mungkin ada baiknya kita menyerah dalam berinvestasi.

Karena apapun yang dilakukan perusahaan, kita akan selalu penuh kecurigaan, yang membuat kita sendiri tidak tenang dan selalu ingin menjual dengan alasan apapun. Ini seperti ingin punya pasangan tapi tidak punya kepercayaan terhadapnya.

Peter Lynch bahkan membahas ini di bagian pertama bukunya. Seberapa besar peluang kita berhasil tergantung dari seberapa besar keyakinan kita pada negara dan perusahaan tempat kita berinvestasi.

Setelah kita punya keyakinan, barulah kita melakukan langkah awal. Kita membaca berita bahwa laba BJTM naik 16% di 2016. Sebuah angka yang lumayan. Ini adalah perusahaan fast grower menurut kategori Peter Lynch. Bisa baca di sini untuk itu https://saham-indonesia.com/2016/09/6-kategori/

Tapi ada 1 kendala, yaitu NPLnya mengalami peningkatan ke 4.5%. Di atas kewajaran. Dan biasanya NPL naik maka pencadangan juga dinaikkan, yang akan berakibat laba turun. Tapi mengapa BJTM bisa melawan metode ini. Apakah ini berbahaya atau tidak, maka kita harus mengecek lebih dalam. Informasi ini bisa didapatkan di bagian lampiran. Setelah mengecek secara sederhana, karena kami sendiri bukan ahli di keuangan, apalagi di finansial, ada hal menarik.

Ternyata BJTM malah menurunkan pencadangan. Ada beberapa kemungkinan. BJTM menurunkan pencadangan karena tahun lalu sudah cukup tinggi dana yang dicadangkan untuk menutup NPL. Atau mereka melihat tahun ini ekonomi lebih bagus sehingga tidak perlu terlalu besar pencadangan, toh kredit macet akan berkurang. Ini terlihat dari penurunan rasio kredit macet terhadap dana pencadangan, yaitu dari 20% ke 11%.

Alasan lain, kami tidak tahu. Dan alasan di atas juga cuma tebakan, karena kepastian nya butuh jawaban dari investor relation BJTM. Di sini lah bagian yang dijelaskan Peter Lynch, menghubungi perusahaan. Karena hanya mereka yang punya informasi jelas tentang ini. Mengenai cara menghubungi, bisa dibaca di https://saham-indonesia.com/2016/01/mencari-jejak/

Baru setelah mengetahui dengan jelas apa arah angka-angka yang di maksud, kita bisa memutuskan mau membeli atau tidak. Jika kita suka maka proses berlanjut, jika tidak, maka proses berhenti di sini.

Jika proses berlanjut, maka kita harus mulai menilai berapa harga sewajarnya dari perusahaan ini. Kalau melihat sejarah saham ini, maka PER yang wajar ada di kisaran 10-11. Dengan EPS di 68, maka harga wajar BJTM ada di kisaran 680 sampai 750. Jika ditambah dengan harapan kinerja bertumbuh 10%, maka untuk setahun ke depan, diharapkan BJTM akan bernilai setidaknya 750-825. Tambahkan sentiment dividen yang besar, maka kita akan mendapat angka harapan kita terhadap BJTM. Apakah akan tercapai atau tidak, itu urusan lain. Urusan yang bisa dibaca di buku One Up.

Sekarang, setelah mendapat kisaran harga, adalah lebih bijak kita melakukan penawaran. Seberapa rendah kita menawar, tergantung dari kesabaran kita. Apakah bisa mendapat sesuai harga yang kita mau? Belum tentu. Karena itulah kita melakukan diversifikasi. Jika tidak mendapat A, maka kita mungkin bisa mendapatkan B dan C.

Demikianlah sekilas metode yang mungkin akan membantu memilih saham. Apakah kami punya niat membeli? 100% kami tidak akan membeli BJTM. Alasannya sederhana. Saham ini tidak ada dalam daftar belanja kami. Untuk membuat daftar belanja, bisa dibaca di https://saham-indonesia.com/2014/10/ini-list-sahamku-mana-listmu/

Semua langkah gampang untuk dilakukan bukan? Yang penting ada niat untuk itu.

Dan Selamat berburu saham bagus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link