Antara Bumi dan Langit

  • Save

 

Antara Bumi dan Langit

Baru saja pasar modal dihebohkan dengan kenaikan saham tidur terutama saham bakrie dan perusahaan yang terafiliasi dengannya. Semua membahas dan berusaha melakukan transaksi karena kalau tidak, dianggap tidak ikut trend. Masa kekinian harus lah membeli saham paling hot.

Jika diperhatikan, puncak saham grup bakrie dan yang terafiliasi dengan mereka adalah sebagai berikut. BNBR 50, BORN 50, BRAU 113, BRMS 156, BTEL 50, BUMI 520, DEWA 105, ELTY 105, ENRG 88, TRUB 50, VIVA 342.

Kalau yang berhasil membeli di harga sebelum kenaikan gila-gilaan, sekarang sudah meraup untung ratusan persen. Tapi kita tahu dari mana saham ini akan bergerak kecuali kita benar-benar mengikuti luar dalamnya perusahaan. Investor cenderung membeli sesuatu yang lagi hot, karena memang demikianlah cara berpikir konsumer, beli yang lagi ngetrend. Dan bagaimana dengan yang membeli di puncak kemarin dan bertahan sampai sekarang karena tidak tahu harus ngapain.

BNBR 50, BORN 50, BRAU 82, BRMS 94, BTEL 50, BUMI 356, DEWA 67, ELTY 67, ENRG 52, TRUB 50, VIVA 324.

BNBR – 0%, BORN -0%, BRAU -27.43%, BRMS -39.74%, BTEL -0%, BUMI -31.54%, DEWA -36.19%, ELTY -36.19%, ENRG -40.91%, TRUB 50 -0%, VIVA 324 -5.26%.

Inilah kerugian yang berpotensi terjadi jika kita membeli di puncak dan bertahan sampai sekarang. Apakah mereka tidak akan naik lagi? Kami tidak tahu, mungkin harus ditanyakan kepada para ahli nya. Apakah ada yang meraup untung? Jelas ada. Apakah ada yang mengalami kerugian? Pasti ada juga. Inilah konsep transaksi yang tidak ada nilai tambah nya. Ketika kita berhasil menjual di puncak apa yang dirasakan orang yang membeli? Dan yang di 50, tetap saja gigit jari karena ga bisa jualan. Apalagi kalau beli hanya dengan asumsi karena saudara lainnya naik, masak dia ga naik.

Dan jika grup gorengan turun, apakah ada yang berani merekomendasikan tambah lagi karena nanti akan naik. Ini yang membedakan dengan saham dari perusahaan bagus. Ketika turun, analis seharusnya berani memberi rekomendasi beli, karena kalau bagus seharusnya risiko turun dan ada potensi naik. Justru kalau analis yang tidak merekomendasikan saham dari perusahaan bagus, perlu dipertanyakan apa kualitas nya.

Mungkin terdengar skeptis, tapi jelas kita harus berhati-hati. Uang investasi ini adalah hasil jerih payah kita selama ini, yang kita harapkan akan berkembang. Kecuali hasil maling dari orang lain atau uang cepat misalnya hasil menang undian dan kita mau melipat gandakan dengan lebih cepat lagi.

Yang memberi rekomendasi tidak sedang bertransaksi dengan uang mereka, dan tanggung jawab bukan di mereka karena ada Disclamer On, tapi justru karena itu, tanggung jawab investasi kita ada di kita sendiri. Kita lah yang harus berhati-hati. Kalau analis, investor dan semua yang terlibat sepakat membuat batasan hanya bertransaksi di yang bagus, dan biar kan yang jelek mati, lama-lama bursa kita akan berisi saham terbaik, analis terbaik, dan investor terbaik.

Dan berhati-hati bukan berarti menutup telinga terhadap semua hal. Tapi ketika kita mendapat kabar tentang sebuah hal baru, seharusnya kita melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jangan karena ada seorang investor atau analis yang sukses mengatakan bagus, kita juga bilang bagus. Ini dibahas di buku One Up. Silakan dibaca.

Bahkan saham blue chip saja bisa mengalami masalah. Kami sendiri pernah kena, bukan karena orang yang merekomendasikan punya niat jahat, tapi mereka juga sama-sama manusia, bisa salah. Mana ada orang sempurna yang selalu benar. Memang nya kita lagi berhadapan dengan dewa kekayaan, yang tiap ditanya langsung bisa memberikan informasi paling akurat.

Kita tidak tahu apa yang ada di belakang ide dan info yang mereka utarakan. Dikatakan BUMI punya segunung batubara, pertanyaannya, apakah kita pernah mengecek kebenarannya? Atau hanya dengar dari si itu. Bukankah pemerintah sedang gencar mengkampanyekan menolak hoax. Bukan berarti semua hal adalah bohong, Tugas kita adalah mengecek kebenaran yang nantinya juga akan berguna untuk kita. Jika kita yakin dengan pengetahuan kita, seharusnya penurunan adalah kesempatan menambah, karena di kasih lebih murah.

Justru kalau kita panik dan jual rugi, ini adalah bukti kita tidak mengerjakan PR kita, jadi kita benar-benar tidak tahu hendak dibawa kemana perusahaan ini.

Dan jika kita sendiri awam, amatiran, tidak punya waktu, tidak punya ilmu, sebaiknya kita mengambil saham yang stabil. Beli ketika turun dan Jual ketika naik. Lakukan ini secara konsisten, tidak logis jika kita bisa meningkatkan aset kita dengan cara demikian. Bahkan saham ini ketika turun, kita berani menambah lebih banyak lagi, dan ketika naik, bukankah kita juga senang karena porsi kepemilikan kita lebih besar lagi.

Abaikan saja yang bukan menjadi keahlian kita, Fokus lah dengan apa yang kita ketahui. Jangan modal ikut-ikutan. Kalaupun mau ikut, ikut lah metode yang sudah terbukti berhasil.

Dan bahkan dana besar masuk ke sebuah pasar modal, yang dicari mereka adalah saham-saham terbaik di negeri itu. Bayangkan saja kalau kita ada dana 1 Milyar dollar dibawa ke Afrika. Apa yang ada di kepala kita? Mari cari perusahaan terbaik untuk diinvestasikan, atau mari cari perusahaan ga jelas yang mungkin akan naik 1000% dalam 1 tahun. Dengan pemahaman ini, kita akan memperbesar peluang profit dan memperkecil peluang kerugian kita.

Itulah namanya terbang ke langit karena kapasitas kita naik. Daripada bertahun-tahun mutar-mutar saja keliling di bumi. Mengapa kami bisa mengatakan demikian, karena kami juga melewati masa ini. Pertanyaannya, mau sampai kapan ini dilakukan.

Sudah panjang lebar kami menulis ini, adalah hak masing-masing untuk menerima atau menolak nya. Kami juga tidak tahu akan kemana arah BUMI. Adalah wajar apapun yang kita lakukan, selalu ada yang kontra. Mana mungkin semua sepakat, agama saja ada banyak di dunia ini. Apalagi cuma cara pandang sederhana ini.

Dan jika BUMI cs nanti akhirnya naik sampai 1000%, dan ada sekelompok investor mengatakan, Tuh kan apa yang kami bilang, BUMI berjaya gitu masak ditolak. Maka jawaban kami sederhana. Selamat karena sudah profit.

Ingat saja, berinvestasi bukan mendapat jackpot dari hadiah undian. Ini adalah karir setahap demi setahap selama bertahun-tahun. Setelah bertahun-tahun, tinggal di bumi atau terbang di langit? Keputusan di tangan masing-masing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link