Apa Yang Ada di Atas Bumi

  • Save

 

Apa Yang Ada di Atas Bumi 
 
BUMI dan kawan-kawan hari ini turun lumayan dibanding hari-hari sebelumnya. Orang mulai bertanya ada apa dengan BUMI? Bukankah baru saja banyak hal baik terjadi di BUMI? 
 
Kami menanyakan, mengapa harus BUMI terus? Apakah grup bakrie demikian seksinya sehingga 530 saham lainnya tidak dianggap? 
 
Coba lihat saja dan dipikirkan, apa saja kelebihan BUMI sampai kita tidak melihat potensi saham lain. Kalau bagi kami, BUMI dan kawan-kawan memang tidak akan pernah masuk hitungan. 
 
Alasannya sederhana. Di atas bumi Indonesia, kami melihat begitu banyak potensi yang ada. Di atas bumi, ada perusahaan properti yang bagus, misalnya Alam Sutra, Ciputra, BSD, Lippo, Sumarecon. Kemudian ada toko yang menjual barang sehari-hari misalnya ACE Hardware, Matahari Department Store, MAP, kemudian ada toko kesehatan seperti Kalbe. Ada juga perusahaan telekomunikasi seperti Telkom, dan tower telekomunikasi serta jualan HP. Ada juga yang punya bisnis makanan mie instan, roti, beras, kopi, dan daging ayam. 
 
Ada bisnis hiburan seperti televisi SCTV, Indosiar, kemudian ada yang mengadakan wisata seperti Panorama. Dan dokumennya dicetak oleh Jasuindo. Ada juga bisnis mobil, BBM, ban, dan jalan tol. 
 
Mereka semua dibangun oleh perusahaan konstruksi seperti Wijaya Karya, Waskita. Butuh semen dari perusahaan terkenal. Dan pembangunan jelas butuh modal yang disuplai dari bank-bank yang sehat seperti BCA, Mandiri, BNI, BRI. 
 
Total ada 47 perusahaan yang selalu kami rekomendasikan di web kami. Apakah dari 47 ini, tidak ada 5 saham terbaik yang bisa ditransaksikan? Daftar nya silakan cari di www.saham-indonesia.com 
 
Sengaja tidak kami berikan link langsung biar sedikit berusaha. Sekalian lihat-lihat ilmu lain yang kami berikan secara gratis. Apakah gratis berarti jelek, itu urusan masing-masing untuk menilai. Kami tidak pernah mempermasalahkannya. 
 
Ilmu yang jika dikembangkan, semua investor akan menjadi mandiri dan bisa memperbesar ruang lingkup investasinya. Tidak melulu harus 47 saham yang membosankan ini. Tidak melulu harus grup bakrie atau gorengan busuk lainnya. Selalu kami tekankan, masuk ke saham tidak bermutu, bahkan jika kita untung, akan ada yang rugi karena ini adalah zero sum game. Sekarang kita untung, suatu hari kita akan di posisi yang menyumbang uang ke bursa. 
 
Ini cara kerjanya kalau kita berinvestasi model demikian. Bermain api jelas ada risiko terbakar. Menyediakan air di sebelahnya bukan berarti risiko terbakar akan hilang. Berinvestasi yang sehat itu selalu non zero sum game. Ini dibahas di film Arrival. Film bagus yang menceritakan untuk kelangsungan hidup manusia, mereka dituntut untuk bekerja sama. 
 
Selalu pikirkan apakah tindakan saya melewati standar saya? Dan apakah tindakan saya akan merugikan yang lain. Berpegang pada 2 hal ini, kita akan berinvestasi dengan tenang dan tanpa rasa takut. 
 
Sayang sifat manusia selalu tidak puas dengan apa yang dimiliki. Setiap pembahasan saham berkualitas ABCD, selalu timbul pertanyaan bagaimana dengan EFGH. Apa lagi yang harus disampaikan. Tiap orang sudah punya pandangan sendiri-sendiri. 
 
Semua model investasi yang kami lakukan, ketika sahamnya turun, kami berani berkata, beli lagi karena perusahaannya bagus dan punya potensi, apakah yang merekomendasikan saham busuk berani berkata demikian? 
 
Tapi sudahlah, Penultimate Preparedness memang akan selalu terjadi. Manusia bereaksi setelah kejadian itu tiba. Bukan sebelumnya, ketika ada yang berkata, jangan masuk saham begitu, kalau mau berinvestasi dengan santai. Sama kan artikel ini dibuat karena sudah kejadian? 
 
Selalu ingat saja, kita bebas menentukan pilihan investasi kita, tapi kita tidak bisa lari dari tanggung jawab akan hasil yang didapatkan. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link