Open Mind

  • Save

Open Mind

Kami pernah membuat artikel tentang bagaimana mencari informasi. Bisa baca di sini. https://saham-indonesia.com/2016/10/veni-vidi-vici/

Pas kemarin ada yang mendiskusikan bagaimana dia belajar, dan kami merasa ini bisa jadi contoh.

Kalau baca dari chatingnya sebenarnya sudah merangkum semua hal tentang cara belajar dan value investing. Tidak perlu susah-susah mencari metode sakti. Kalau benaran ada metode sakti, bukankah kita sudah akan bertanya kepada bapak president, apakah APBN aman? Kalau tidak aman, kami ada metode sakti supaya Indonesia menjadi makmur. Seperti testimoni Mr. X ini, akurasi 90%. Kalau benar seperti itu, berarti 10 x transaksi 1 M, maka keuntungan adalah 8M. Dalam waktu 3 tahun kita sudah bisa pensiun ke Hawaii. Kalau yang menawarkan software benar-benar menerapkan ini, mereka sudah tidak perlu keliling jualan lagi.

Di sini lah titik krusial nya. Ketika disampaikan di ujung pelangi tidak ada harta karun, orang cenderung menyerah. Sedangkan Mr. X ini menyadari realita kemudian bekerja keras mewujudkan keinginannya.

Dan yang dilakukan kira-kira seperti apa yang tertulis di artikel kami. Dengan open mind. Bisa baca di sini https://saham-indonesia.com/2015/12/3-jenis-gelas/

Manusia itu menarik. Selalu berpegang pada konsep-konsep yang ada. Misalnya kalau pakai jas, pakai sepatu mengkilat, mobil bagus, pasti orang kaya. Atau pakai jubah kebesaran, bawa buku tebal-tebal, pasti terpelajar. Dan seterusnya, yang penting maksud kami dipahami. Dan karena mereka orang superior, maka ucapan mereka pasti benar, dan kita harus langsung percaya mereka dan melakukan apa yang diberi tahu.

Dengan metode demikianlah, para penipu melakukan aksi nya. Kami pernah hadir ke seminar tentang investasi, pembicara nya jago ngomong, pakaian bagus jas berdasi, kantor di Jl. Sudirman. Satu bulan kemudian kabur membawa uang nasabah. Banyak Versi penipuan dan tujuan, tapi pada Intinya sama saja. Memanfaatkan orang-orang yang terlalu memegang konsep terlalu dalam sehingga gagal melihat risiko yang akan muncul.

Konsep itu hanya ilusi, cara pandang, yang kalau ada informasi baru akan berubah dengan sendirinya. Contoh Mr. X ini, konsep dia sebelumnya adalah mencari sistem trading yang bisa memberi jaminan untung. Tapi setelah mencoba nya, akhirnya dia menyadari cara ini tidak akan berhasil sehingga memutuskan untuk berubah haluan.

Cara menyerap informasi adalah seperti di artikel 3 gelas. Ketika bertemu seseorang yang memberi informasi, lakukan challenge, bukan untuk berdebat, tapi untuk mencari informasi. Motivasi kita harus baik. Inilah yang akan membedakan antara orang yang sungguh-sungguh dan yang tidak akan mencapai tujuan, hanya mutar-mutar di tempat.

Mengapa ini penting? Kami sadari adalah ketika akhir-akhir ini banyak saham tidak jelas naik daun, dan saham bagus tiarap. Prinsip kami dipertanyakan, yang bisa kasih profit kok dilewatkan. Malah membeli yang sedang turun. Sampai grup diskusi menjadi ramai hanya membahas model saham seperti ini. Dan saham-saham bagus akhirnya tertutupi karena tidak pernah dibicarakan.

Apakah kami memegang konsep, ya, apakah akan berubah? Tidak. Sudah banyak artikel kami buat untuk membahasnya. Silakan dibaca di bagian belakang. Tapi Intinya, suatu konsep yang baik, layak diperjuangkan, suatu konsep yang buruk, walau yang mengajarkan adalah orang yang kita teladani, tidak layak dipegang.

Kembali ke Mr. X, karena tokoh utama di artikel ini adalah beliau. Selalu punya Sifat ingin tahu adalah hal baik. Seperti kata Steve Jobs, stay foolish stay hunger. Artinya selalu merasa ingin belajar dan tetap lah lapar akan ilmu. Dengan begitu, kita akan bertanya terus kepada orang pintar. Kalau pengetahuan orang pintar sudah kita pelajari, maka otomatis kita sendiri juga akan naik Kelas. Inilah proses meningkatkan kapasitas itu.

Jadi jalan yang ditempuhnya sudah benar. Bukan karena kami yang berkata demikian, tapi metode belajar dari jaman dulu sampai sekarang adalah sama.

Bertanya kepada orang pintar mengapa adalah metode paling baik. Tidak perlu kuatir penolakan atau terlihat bodoh. Beda kan antara tidak tahu dan bodoh. Tidak tahu adalah tidak punya informasi, bisa dihilangkan dengan bertanya. Bodoh adalah sudah tahu tidak tahu tapi tidak bertanya. Dan kalau orang yang Ditanya tulus, mereka akan bercerita. Kalau tidak berminat cerita, mungkin ada satu dua sebab. Cari waktu lain kalau memungkinkan, kalau benaran tidak mau cerita, silakan dilewatkan saja. Berarti orangnya memang bukan orang yang senang berbagi.

Ini kami sadari juga ketika di Medan kemarin dan bertemu investor yang berhasil. Semua pertanyaan kami dijawab dengan tuntas tanpa ada yang disembunyikan. Seperti itulah proses transfer pengetahuan.

Dan terakhir, tidak perlu di hapal tulisan kami, mending gambarnya di save dan tiap hari dilihat, benar-benar dipahami, karena inti dari semua proses mencari pengetahuan ada di 2 percakapan tersebut.

Belajarlah dari ahlinya. Dan menurut kami, inilah ciri-ciri dari orang yang sudah ahli dalam belajar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link