Semua Kecap Nomor Satu

  • Save

 

Semua Kecap Nomor Satu

Sering kita mendengar iklan produk yang mengklaim diri mereka nomor satu. Tidak ada yang mau jadi nomor dua. Ini wajar, karena dari psikologis konsumer, akan memilih yang nomor satu. Pertanyaannya, kalau semua mengklaim nomor satu, yang benar-benar nomor satu itu siapa.

Untungnya dalam investasi itu kita selalu berbicara data. Bukan hanya rasa-rasamya. Dan klaim nomor satu bisa dicek apakah benar demikian atau cuma klaim sepihak. Yang kita bahas adalah metodenya. Ada ratusan seminar saham yang mengklaim bisa memberikan sekian.

Pertanyaannya pentingnya, apakah benar demikian? Cara paling mudah adalah mengecek kinerja yang menggunakan. Dan paling gampang untuk mengecek adalah menggunakan sumber independent. Dan dari berbagai sumber independent, investor yang paling berhasil adalah .

Jadi, kalau ditanya, apa kecap nomor satu di dunia investasi? Jawaban sederhananya adalah kecap yang di rekomendasikan orang yang berhasil menjadi paling hebat karena menggunakan kecap itu. Angka tidak akan pernah bohong. 70 milyar dollar adalah angka yang tertera di setiap berita yang membahas tentang Warren Buffett.

Apakah semua orang akan cocok menggunakan kecap ini? Belum tentu, karena tergantung tujuan nya. Bagi kami sendiri, jika ingin mencapai potensi tertinggi, jelas harus mencari mentor yang sudah mencapai potensi tersebut. Apakah kami akan menyamai Warren Buffett, jawabannya adalah tidak. Karena start setiap orang berbeda-beda. Konsep waktu keberhasilan tiap orang berbeda.

Tapi jika ujungnya jelas seperti apa, dan orang yang mencapai sana membutuhkan waktu 50 tahun untuk sampai sana, tentu kita yang berjalan 5, 10, atau 20 tahun dengan arah yang sama, kecepatan yang berbeda, akan mencapai titik tertentu juga.

Dan di permulaan mungkin banyak yang berjalan searah, karena melihat potensi yang ada, tapi berapa banyak yang akan melanjutkan ketika menemui kesulitan. Ketika saham yang dibeli tidak naik-naik sedangkan saham lain sudah Terbang ke bulan. Rumput tetangga memang lebih hijau.

Seperti bahasan kami sebelumnya, jika perjalanan dengan pesawat Medan ke Jakarta adalah 2 jam, mana mungkin kita akan sampai hanya dengan 1 jam atau memutuskan lompat sebelum sampai. Sudah seharusnya kita duduk manis menunggu sampai waktunya tiba.

Dan namanya proses meningkatkan diri, bentuk nya akan seperti piramida, atau gunung. Semakin ke atas semakin mengecil, tidak pernah dalam sejarahnya jalan kesuksesan itu menggunakan piramida terbalik. Bukan karena jalan itu terbatas untuk kalangan tertentu saja, tapi karena banyak yang tidak sanggup menjalankannya. Karena itu membahas, setiap orang punya kecerdasan untuk berhasil, tapi belum tentu punya mental yang cukup. Itu menariknya di investasi saham, semua orang punya kesempatan yang sama, tapi berapa banyak yang mengambil kesempatan itu.

Demikian juga saham yang kita miliki. Contoh, saham JSMR. Kami yakin semua tahu JSMR pernah dijual di bawah 4000, berarti kesempatan semua orang itu sama, tapi berapa banyak yang memutuskan membeli, tidak melakukan apa-apa, atau malah memutuskan untuk menjual. Kita bebas memilih apapun itu, tapi kita akan selalu terikat dan bertanggung jawab terhadap hasil yang kita pilih.

Dan kami yakin dengan JSMR, karena itu dari porsi 4% ketika harganya sekitar 4800 sekarang sudah menjadi sekitar 17% total portofolio kami. Ketika hasil kinerja perusahaan membuktikan apa yang kami yakini, saatnya menikmati hasil menunggu pesawat sampai tujuan.

Keyakinan itu sendiri bukan datang dari hanya dengar yang lain, tapi karena kita sendiri melakukan riset. Sehingga ketika ada keraguan, kita bisa memberikan alasan mengapa ini layak dibeli. Toh ini bukan debat atau mencari kebenaran, urusan profit adalah urusan masing-masing. Jadi portofolio kami adalah tanggung jawab kami, portofolio yang lain, adalah tanggung jawab yang lain. Inilah pentingnya mengikuti cerita itu.

Dan nanti dalam perjalanan karir ini, kita akan mencapai tahap no more returning point, titik di mana kita tidak akan mengulangi proses kita lagi. Bukan karena sudah tidak ada waktu untuk mengulangi, atau malas mengulangi, tapi karena kita dengan kesadaran penuh tahu, Jalan inilah yang akan mengantarkan kita sampai tujuan. Selama kita tidak yakin jalan ini tepat, selalu ada kesempatan untuk pindah jalur.

Dan kecap apa yang dipakai Warren Buffett? Cuma 4 hal.
1. Beli perusahaan bagus yang murah
2. Mengikuti cerita perusahaan itu dan memegangnya selama masih bagus
3. Juallah ketika menjadi jelek
4. Ulangi ketiga proses di atas

Dengan inilah, adalah paling logis ketika kita membeli dan menggunakan kecap yang sudah terbukti, bukan hanya sekedar kecap yang memberi gambaran tidak tidak masuk akal, seperti cerita Mr. X, potensi profit 90%, atau menjanjikan sesuatu yang belum terbukti kebenarannya, misalnya belum ada yang membuktikannya, sehingga kita menjadi percobaannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link