Siklus Ekonomi

  • Save

Ekonomi

Baru saja GDP Indonesia diumumkan di angka 5.02%. Naik dibanding tahun lalu di 4.79%. Wajar IHSG juga naik dibanding tahun sebelumnya, karena kalau kita membahas kinerja saham sejalan dengan kinerja perusahaan, maka kinerja IHSG sejalan dengan kinerja ekonomi nasional. Isi IHSG adalah saham di Indonesia. Isi Indonesia adalah perusahaan terbesar yang ada.

Bisa dibaca di sini untuk hubungannya. https://saham-indonesia.com/2016/02/gdp-vs-saham/

Setelah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi paling rendah selama 10 tahun terakhir, sekarang sudah mulai balik arah. Dalam istilah chart dinamakan reversal. Artinya diharapkan ke depan ekonomi akan lebih baik dan IHSG juga sama.

Kenaikan ini wajar saja, karena ketika proses turun, orang mencari cara supaya keluar dari kesulitan. Makanya banyak paket ekonomi diadakan. Masa sulit akan menempa orang menjadi lebih baik. Karena insting dasar makhluk hidup adalah bertahan hidup. Ketika tertekan, manusia akan berjuang. Dan insting bertahan hidup ini kadang berbahaya, karena ketika kita melihat ada sesuatu yang berbeda dengan kita, secara insting kita akan menolaknya, karena dianggap akan membahayakan keselamatan kita.

Setelah orang bertahan hidup dan berjuang membangun, maka masa nyaman akan datang. Dan masa nyaman akan membuat kita lupa akan adanya potensi perubahan, biasanya kita menurunkan kewaspadaan pada kinerja kita. Dengan kinerja menurun, maka akibat nya adalah datangnya masa sulit.

Ini akan menjadi siklus yang terus menerus terjadi. Kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Ketika di bawah, butuh kesabaran untuk melihat datangnya perubahan. Ketika di atas butuh kerendahan hati untuk melihat datangnya perubahan.

Ingat Kisah raja dan cincin yang bertuliskan : Semua akan berlalu?

IHSG juga akan terus mengalami ini. Di Desember ketika turun terus dan orang meragukan apakah benar Windows dressing akan terjadi, sekarang IHSG kembali akan mencoba menembus titik puncaknya. Padahal ini cuma berselang 2 bulan. Di mana kita melewatkan 3 liburan, natal, tahun baru, dan Imlek. Waktu akan cepat berlalu bagi yang sibuk, dan waktu akan lama bagi yang tiap hari melihat running trade setiap hari.

Dan apakah kita golongan A atau B, siklus ini akan tetap terjadi. Ketika Korupsi terjadi secara besar-besaran, ini adalah jaman susah untuk orang baik, dan jaman enak untuk orang jahat. Orang baik bekerja keras menghabisi Korupsi, dan akan tiba ketika orang baik berleha – leha, maka koruptor seperti Cacing kepanasan ingin merubah keadaan. Cuma sekilas pandangan sehingga kita akan selalu waspada tidak membiarkan diri kita jatuh.

Dengan datangnya musim laporan keuangan yang seharusnya bagus, dan musim , seharusnya arah IHSG untuk beberapa waktu ke depan akan bagus. Dan selalu ingat, tidak ada kenaikan yang terus menerus, selalu akan ada masa semuanya menjadi sulit. Tapi ini juga bukan supaya kita sibuk mengecek harga tiap detik supaya bisa ikut gelombang nya.

Yang harus kita lakukan sekarang adalah bekerja keras mencari uang lebih banyak, karena kalau benar ini arah nya baik, seharusnya kita gampang mendapat penghasilan lebih. Penghasilan yang nanti ketika masa susah tiba akan menjadi bantalan atau modal untuk melakukan pembelian ke saham-saham bagus yang tertekan harganya di masa susah.

Satu hal kami lupa tambahkan dari pertemuan dengan orang hebat di Medan kemarin. Masa sulit adalah kesempatan emas untuk membeli saham, karena harga tertekan berdasarkan kinerja, asalkan kita bisa tahu bahwa perusahaan ini akan membaik lagi kinerja nya ke depan.

Rangkullah masa sulit karena hanya di masa ini kita berniat berubah dan meningkatkan kapasitas kita, juga banyaknya peluang yang ada, makanya ketika resesi tiba, ada istilah membeli saham bagus itu seperti memungut berlian di jalanan. Dan tetaplah nikmati masa senang karena di masa ini kita punya modal untuk meningkatkan kapasitas plus kita menikmati hasil dari peluang yang sudah kita ambil.

Dan terakhir, tidak usah terlalu fokus pada pergerakan IHSG, karena naik turunnya IHSG kemungkinan tidak ada hubungannya secara langsung ke saham kita. Bisa saja IHSG naik saham kita turun atau sebaliknya. Fokus saja dengan apa yang kita investasi kan. Seperti kata Buffett, taruhlah telur anda dalam 1 keranjang dan awasi dengan baik. Kegagalan kita biasanya karena kita tidak mengawasi telur investasi kita, dan malah sibuk melihat telur di keranjang lain. Akhirnya sibuk berpindah-pindah saja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link