Berintegritas

  • Save

 

Berintegritas

Apa hal yang paling penting dalam dunia finansial. Mungkin bisa banyak jawabannya. Bagi kami, salah satu yang paling penting adalah integritas. Melakukan apa yang dikatakan. Atau kejujuran.

Tujuannya adalah supaya bisa dipercaya orang. Kalau orang tidak bisa percaya kita, apakah mereka mau berinvestasi di perusahaan kita? Coba bayangkan ada 2 perusahaan, yang satu perusahaan yang dengan track record tidak ada masalah, sedangkan satunya adalah perusahaan yang pernah melarikan uang supplier, kalau semua nilai dan prospek perusahaan sama, mana yang kita pilih sebagai tempat menaruh uang? Orang waras akan memilih perusahaan pertama.

Jadi, walau di buku Moat dibahas, manajemen adalah pioritas kesekian dalam mengambil keputusan berinvestasi, bagi kami, manajemen adalah salah satu alasan terpenting untuk berinvestasi. Jelas kami tidak mau malam terbangun hanya karena mengkuatirkan dana kita hilang besok karena manajemennya tidak bisa dipercaya.

Dan untuk bisa melihat perusahaan mana yang bisa dipercaya, kita sendiri harus lah punya kebiasaan bisa dipercaya orang. Tanpa tahu bagaimana kejujuran itu, kita akan susah melihat kebaikan dan kejujuran di orang lain. Itu yang kami baca di sini. http://food.detik.com/read/2017/03/26/085928/3457142/297/sudah-8-tahun-beri-roti-gratis-untuk-warga-pemilik-toko-ini-justru-dapat-hinaan?_ga=1.213938327.1831521229.1478918133

Menurut kami, sekali lagi, menurut kami, pemilik nya tidak melakukan kesalahan. Hanya karena lingkungannya tidak punya kebaikan hati untuk melihat apa itu perbuatan baik, makanya bisa selalu curiga dengan hal baik yang dilakukan orang lain.

Tapi apakah jika kita jujur, berarti tidak akan ditipu orang? Jelas tidak. Selalu ada orang bersifat buruk yang akan mengambil kesempatan. Paling kita akan menganggap ini hari sial di tahun yang baik. Semuanya adalah tentang peluang kejadian. Adalah lebih baik mengalami 1-2 hari buruk di antara 365 hari, dibanding mengalami 1-2 hari baik di antara 365 hari.

Ini pentingnya kita berada di lingkungan yang baik, dan berinvestasi di perusahaan yang baik yang bisa dipercaya. Bahkan yang namanya mafia, butuh orang yang bisa dipercaya untuk menjaga bisnis dan uang mereka. Makanya kalau nonton film ada istilah orang kepercayaan bukan?

Sekarang, bagaimana mengembangkan integritas? Kita bisa mencoba berbagai cara, termasuk mengikuti aturan. Tapi aturan seperti apa yang layak kita ikuti? Apakah jika besok mencuri menjadi legal seperti di Romania, maka kita bisa melakukannya? Jelas tidak. Kita harus mengembangkan kesadaran diri untuk tahu apa yang baik dan buruk.

Dan bagi kami, ada 2 hal yang bisa kita lakukan, yaitu :
1. Kita punya standar moralitas
Sebelum mengambil keputusan, selalu tanyakan ke diri sendiri, apakah jika ini saya lakukan, akan merugikan diri sendiri di masa depan.
Orang selalu berpikir, Korupsi saja, ga ada manusia yang tahu. Tapi sebenarnya tidak begitu. Kita sendiri tahu. Apakah kita bukan manusia?

Ini seperti cerita ketika 3 orang ditawarkan jabatan di kerajaan asal mereka berhasil mencuri perhiasan tanpa ada yang tahu. 2 orang mencuri dan 1nya tidak. Ketika ditanya ke yang 1, mengapa anda tidak mencuri padahal tidak akan ada yang tahu. Orang ini menjawab : DIRI SAYA tahu saya mencuri. Kalau kita jadi raja, siapa yang akan kita berikan jabatan ini?

2. Tidak melakukan tindakan yang akan merugikan orang lain
Sebelum melakukan sesuatu, selalu pikirkan efeknya untuk orang lain. Apakah ini akan membawa kebaikan untuk yang lain atau mencelakakan yang lain? Jika hal baik, lakukan. Jika tidak, jangan lakukan.

Teori nya seperti ini. Tapi untuk benar-benar menjadi manusia berintegritas, kita harus melatih diri. Sama seperti untuk menjadi investor yang berhasil. Kadang pusing juga ketika menyebut kata investor, ada orang-orang yang langsung menolak keras karena merasa adalah pedagang. Padahal kegiatan menaruh uang pada sebuah produk dan mengharap keuntungan di masa depan, jelas adalah kegiatan berinvestasi. Dan orang yang berinvestasi jelas namanya investor. Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama.

Balik lagi, untuk berhasil, kita tidak bisa hanya dengan membaca artikel, buku, atau menghadiri seminar. Ini cuma seperti kita membaca arah dan melihat adanya bulan dan cara menuju ke sana. Sampai atau tidaknya kita di bulan, jelas butuh usaha lagi. Untuk berhasil di investasi, kita haruslah mengembangkan kebiasaan baik, kebiasaan yang merupakan hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Yang kalau cara gampang adalah mengikuti petunjuk dari yang telah melakukan, cara susah adalah sendiri mencoba cara baru.

Jadi, sudahkah kita membaca 2 halaman buku hari ini? 2 paragraf saja kalau 2 halaman terlalu banyak. Jadi siput juga akan mencapai Garis finish kan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link