BMW

  • Save

 

BMW

Apa yang ada di dalam gambaran kita jika ada sebutan BMW. Mobil mewah berwarna hitam atau biru? Atau ada warna lainnya. Ketika mencari di Google, kami melihat ada warna merah. Pas dengan topik kali ini.

Ada lelucon yang menyebutkan BMW juga kepanjangan dari Bajaj Merah Warnanya. Ketika kita membandingkan kualitas kendaraan yang berbeda jauh dengan BMW yang asli. Karena perbedaan kualitas inilah maka harga jual nya juga beda jauh. Sebuah BMW asli mungkin berharga minimal 400 juta. Sedangkan Bajaj berharga maksimal 40 juta.

Apakah mungkin kita akan membeli Bajaj dengan harga BMW? Atau apakah kita akan membeli BMW dengan harga Bajaj? Logika nya tidak mungkin. Kecuali, Bajaj terbuat dari emas dan berlapis perhiasan dan BMW tinggal besi tua. Kondisi yang akan membuat keputusan kita jadi berbeda.

Dasar keputusan kita adalah kita sudah meneliti terlebih dahulu apa yang kita beli. Bukan cuma lihat iklan di Koran dan langsung membeli mobil pertama yang terlihat di iklan, atau iklan yang paling banyak muncul. Di sini kita Berhati-hati karena ada kesadaran penjual akan mengambil keuntungan dari kita. Jadi kita perlu melakukan analisa apakah pembelian ini layak atau tidak.

Kondisi yang sama seharusnya terjadi di pasar saham. Setiap saham mewakili perusahaan. Ada perusahaan baik, ada perusahaan buruk. Ada perusahaan yang meningkatkan nilai investasi dan ada perusahaan yang menurunkan nilai investasi kita.

Adalah Tugas kita sebagai investor untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Keputusan transaksi kita adalah sama persis seperti memilih mobil yang akan kita beli. Berbahaya sekali jika kita menganggap semuanya adalah sama. Jika semuanya sama, sudah pasti ketika IHSG naik, maka semua akan searah, yaitu naik. Tapi ada yang turun dan ada yang naik. Bahkan ada yang sudah turun bertahun-tahun. Jelas ada sesuatu di Balik itu.

Menyalahkan bandar atau market maker jelas tidak akan merubah posisi kita. Ini seperti kita salah membeli karena ditipu pedagang kemudian kita menyalahkan mereka. Jelas ada orang dengan itikad tidak baik, di semua jenis pasar. Hanya karena kita adalah orang baik-baik tidaklah membuat dunia akan baik juga.

Adalah Tugas kita sendiri untuk melindungi kita dari yang bermasalah. Kita sendiri yang perlu membangun perlindungannya. Buku tentang moat bagus karena fungsinya untuk melindungi perusahaan dari pesaing. Dan kita perlu moat seperti itu melindungi kita dari kerugian.

Banyak langkah untuk itu, mengenali perusahaan tempat kita menaruh uang adalah yang terpenting. Bayangkan setiap saham adalah surat dari orang asing untuk membujuk kita menaruh uang di sana. Apakah mungkin kita demikian polosnya memberikan uang kita begitu saja? Cari tahu dengan siapa kita bertransaksi. Semakin banyak tahu, semakin kecil risiko yang kita hadapi.

Jika kita tidak tahu bagaimana menilai perusahaan, saatnya meningkatkan kapasitas diri. Harus logis ketika kita terjun ke bursa, pengetahuan dan pengalaman kita Ibarat anak TK di hari pertama sekolah. Di sekolah kita dipaksa untuk meningkatkan diri, tapi sayangnya di bursa tidak demikian.

Benar tulisan dari Peter Lynch, adalah kita sendiri yang bertanggung jawab terhadap kesuksesan kita. Jika pemahaman kita setelah bertahun-tahun di bursa masih sama seperti hari-hari pertama kita, dan hasil yang kita terima juga sama, apakah saatnya berhenti sejenak dan berpikir, apakah kita sedang menjual BMW dengan harga Bajaj dan membeli Bajaj dengan harga BMW?

PR ada di tangan masing-masing. Tidak mungkin tiap hari kita menanyakan ke orang lain apakah saya membeli Bajaj atau BMW.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link