Saham Siklus

  • Save

 

Saham

Dalam berinvestasi, ada beberapa karakteristik perusahaan dan bisnisnya. Karena fokus utama dalam berinvestasi adalah berbicara tentang keuntungan, maka kita bisa membagi perusahaan dari bagaimana mereka mendapatkan keuntungan.

Secara umum, perusahaan mendapat uang dari menjual produknya. Dan produk yang ada bisa dibagi menjadi 2 kategori, yang murah dan dipakai setiap hari, serta produk yang mahal yang diganti setelah beberapa waktu kemudian. Perusahaan yang menjual produk mahal ini, bisa dikategorikan sebagai perusahaan siklus.

Artinya semua perusahaan yang menjual produk yang mahal, bagian dari produk, atau bahan baku produknya. Karena mahal, maka kita tidak akan setiap hari mengganti produk ini. Contohnya adalah mobil, handphone, dan rumah.

Dan ketika masa sulit tiba, orang akan cenderung berhenti membeli produk ini dan fokus pada kebutuhan sehari-hari. Masa sulit gampangnya adalah ketika pendapatan kita menurun dan pengeluaran naik. Jika orang-orang berhenti membeli produk ini, maka pendapatan perusahaan akan turun dengan cepat.

Kita tahu, Laba identik dengan kinerja sahamnya. Laba naik, kinerja saham akan mengikuti, begitu juga sebaliknya, Laba turun harga saham juga akan turun. Tidak heran kalau masa sulit tiba, harga saham perusahaan siklus, misalnya saham properti, otomotif atau komoditas bisa turun sampai 80% dari titik tertinggi nya.

Memahami kapan siklus berakhir akan membantu kita dalam menentukan kapan kita akan masuk. Walau kadang kita akan mengalami kesulitan. Cara yang mungkin lebih gampang adalah menentukan titik masuk sesuai dengan kinerja perusahaan. Belilah perusahaan siklus yang harga sahamnya sudah turun sangat banyak, tapi perusahaan masih dalam kondisi sehat. Artinya mereka punya keuangan yang sehat walau pendapatan turun.

Beberapa rasio keuangan yang bisa diperhatikan adalah jumlah kas yang dimiliki, hutang yang ada, apakah pelanggan membayar pembelian mereka atau ikut menderita, dan Jenis produknya. Karena ada produk yang lebih dulu pulih dibanding yang lain. Properti jelas akan berada di urutan terakhir karena dibutuhkan komitmen yang sangat besar untuk mencicil properti.

Jika secara , perusahaan tidak mengalami masalah, yang berarti masalah cuma dari luar di mana iklim bisnis sedang jelek, berarti ketika semuanya pulih, perusahaan siap untuk masa kejayaan berikutnya. Dan manager keuangan jelas bukan orang bodoh. Inilah perusahaan yang akan diambil terlebih dahulu.

Logika sederhana, walau produknya mahal, pada akhirnya orang perlu menggantinya. Handphone baru yang lebih banyak fiturnya, mobil yang sudah tua dan sering mogok, serta ketika jumlah keluarga bertambah sehingga butuh ruang yang lebih besar. Ini yang akan mendorong terjadinya penjualan berikutnya. Orang boleh menunda selama beberapa waktu, tapi cepat atau lambat mereka tetap akan membeli nya.

Apakah karena kebutuhan mengganti barang yang rusak, atau karena gengsi jika masih memakai produk yang lama. Dan urusan gengsi, tidak ada indikator yang tepat untuk mengukurnya. Orang bisa melakukan hal luar biasa di luar kemampuan nya hanya karena kata-kata : apa kata dunia nanti jika kamu tidak begini atau begitu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link