Keep It Simple 2

  • Save

 

Keep It Simple

Setelah kita membahas tentang investasi itu sederhana, sekarang kita membahas mengapa harus sederhana. Mengapa sebisa mungkin kita tidak berinvestasi menggunakan alat bantu yang canggih atau metode yang bahkan setara dengan ilmu membelah atom.

Alasan yang pertama adalah dari diri kita sendiri dulu. Harus diakui, sehebat apapun kita dalam menyerap ilmu, kita bukanlah seorang jenius yang bisa membaca 1 buku dan memahami isinya dalam 1 minggu. Ini realitanya. Kerugian nya jelas, kita tidak akan setara dengan orang-orang terbaik di dunia, seperti Buffett dan Bill Gates yang hobi membaca. Menyadari kondisi ini, maka kita perlu memakai cara sederhana.

Cara yang bisa kita terapkan dalam investasi ke segala sektor. Caranya gampang, beli yang kita ketahui, dan ketahui yang kita beli. Jika sampai tahun depan kita juga tidak memahami bisnisnya, sebaiknya perusahaan seperti ini perlu kita hindari. Kita punya kegiatan utama, misalnya sekolah atau kuliah, pekerjaan, sebagai ibu rumah tangga, masa tua yang tenang. Ini adalah kondisi yang susah kita lepaskan. Ada batasan kapasitas yang perlu usaha sangat keras untuk dilewati.

Jika kita tidak tahu apa yang kita beli, maka setiap waktu kita akan was-was bagaimana kinerja perusahaan ini. Wajar. Ini seperti menitipkan uang kita pada orang asing dan kita tidak mau mencari tahu siapa orang itu. Pemikiran investasi harus dimulai dengan kondisi ini. Dan supaya bisa tenang, kita harus mencari tahu siapa orang ini, alih-alih setiap hari keluar masuk sahamnya karena ketakutan kita. Dan jika kita tidak tahu caranya mencari informasi, bisa belajar. Jika kita tidak menguasai produk, risiko tertipu akan besar.

Alasan kedua adalah dalam berinvestasi, ketika kita menaruh uang kita pada perusahaan, ini seperti kita naik pesawat dan menyerahkan nasib kita di tangan pilot. Pilihannya ada 2, kita percaya kehandalan pilotnya, atau kita percaya dengan pesawatnya. Risiko lebih kecil jika kita percaya pesawatnya. Ini sesuai dengan argumen : carilah perusahaan yang bahkan bisa dikerjakan orang idiot, karena cepat atau lambat ada orang idiot yang akan mengerjakannya.

Artinya adalah sebuah bisnis harus sederhana sehingga siapapun yang menjadi manajemennya, bisnis ini tetap akan berjalan. Istilahnya auto pilot. Karena walau manajemennya sangat bagus, tidak mungkin mereka akan bertahan Selamanya. Kita melihat tiap tahun di RUPS selalu ada pergantian manajemen. Atau kinerja seseorang tidak mungkin selalu ada di puncak. Apa yang terjadi ketika kegiatan manajemen tidak sesuai harapan kita? Apakah kesalahan yang dilakukan akan membahayakan perusahaan? Jika bisnisnya gampang dipahami, kecil kemungkinan terjadi kesalahan yang fatal. Baik dari masalah sistem ataupun dari sisi manusianya.

Tapi manajemen bagi kami tetap lah penting. Karena sebuah mobil tidak akan kemana-mana jika tidak ada supirnya. Kejujuran manajemen bagi kami adalah nomor 1. Cara mengecek memang repot, tidak mungkin kita ke tiap kantor dan memasang lie detector ke tiap manajemen. Cara lebih gampang bagi kami adalah percaya bahwa semuanya adalah orang baik sampai ada kejadian yang membuktikan sebaliknya. Apakah itu masalah korupsi, melarikan pajak, tidak bisa menepati janji tanpa alasan yang jelas, selalu melempar tanggung jawab ke pihak lain, atau bahkan memberi janji yang di luar logika, adalah kriteria manajemen yang cepat atau lambat akan bermasalah.

Jadi investasi itu dilakukan dengan cara apapun, selalu harus memberikan ketenangan bagi kita. Karena tujuan akhirnya memang untuk itu. Kita mengumpulkan kekayaan adalah untuk pensiun dengan tenang, atau mencapai keinginan kita. Dan kita harus sadar, sebaik apapun yang dilakukan kita sebagai investor, perusahaan sebagai produk investasi, atau pihak-pihak terkait, selalu ada risiko hal buruk terjadi. Dan hal buruk suatu hari akan terjadi, tapi waktunya yang tidak pasti. Kalau tidak ada hal buruk, semua yang menaruh 1 juta, dalam 50 tahun sudah dapat 800 trillun.

Karena hal buruk yang penuh ketidak pastian, maka ketika itu terjadi, Sebisa mungkin kita tetap bisa mempertahankan modal kita. 2 cara, selalu Cutloss, atau berinvestasi dengan tenang karena kita tahu, habis gelap selalu ada terang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link