Pensiun Dini

  • Save

 

Pensiun Dini

Ketika IHSG break all time high, kami menerima permintaan bantuan untuk portofolio seperti ini. Bagaimana cara selamat dari kondisi ini.

Jujur saja. Situasi seperti ini sudah sangat sulit untuk pulih. Dan memang pada akhirnya investor ini memutuskan untuk pensiun setelah membayar semua hutangnya.

Sungguh ironis ketika IHSG mencapai level tertinggi, kita malah mencapai level terdalam. Dan bahkan lebih-lebih lagi, ini terjadi pada investor muda yang seharusnya punya masa depan yang masih panjang.

Kami kenal dengan investor ini sejak lama, dan memutuskan untuk mulai berinvestasi beberapa tahun yang lalu. Setelah berbagi cara transaksi di awal karirnya, kami jarang sekali berkomunikasi lagi, sampai munculnya portofolio ini.

Sayang sekali, pendapatan nya selama bertahun-tahun habis di pasar dalam beberapa hari. Dan ini karena keinginan untuk cepat kaya. Dan sebelumnya, di awal karir, juga sudah mengalami kondisi yang sama dengan kerugian sekitar 30 juta. Jadi dari titik itu sampai kejadian ini lagi, menunjukkan kalau kita salah langkah di awal, maka ke belakang biasanya kita akan mengulangi lagi dengan hasil yang lebih besar. Ini karena manusia belajar dan membentuk kebiasaan dari tindakannya.

Andaikan saja waktu bisa berbalik. Tapi justru ini yang menarik di investasi. Ketidak tahuan akan masa depan yang membuat kita berpeluang menjadi kaya, dan juga miskin. Kaya ketika kita melakukan jalan menuju kaya, dan miskin ketika kita melakukan jalan menuju miskin.

Istilahnya, spiral up dan spiral down. Satu hal benar akan membawa hal benar lainnya, satu hal salah akan membawa kesalahan berikutnya. Tinggal kita milih mau jalan yang mana.

Dan jalan dalam berinvestasi dibagi menjadi 3 tahapan. Yaitu :
1. Mempertahankan modal
Ini adalah bahasa lain dari quote Warren Buffett : don’t lose money.
Artinya apapun yang kita lakukan, jangan sampai modal hilang. Dalam sepakbola diibaratkan sebagai Jangan kebobolan. Karena dengan tidak kemasukan gol, berarti kita tidak akan kalah.
Jadi, segala tindakan kita adalah bagaimana supaya kita tidak rugi. Dan supaya tidak rugi, yang kita lakukan adalah belajar, kemudian mencoba secara Berhati-hati, bijaksana menggunakan hutang, tidak menggunakan emosi dalam bertransaksi. Apapun itu, yang tujuannya adalah modal kita tidak hilang.

2. Mencari keuntungan
Hanya dengan adanya modal yang cukup, barulah kita mulai berpikir bagaimana mencari keuntungan. Setelah bola di tangan kita, barulah berpikir bagaimana mencetak gol. Dan dengan mempertahankan modal, kita membangun kepercayaan diri, dan juga tidak terburu-buru untuk membalikkan kerugian. Investasi itu seperti pertandingan bola seumur hidup. Selama masih ada nafas Alias modal, kita selalu punya kesempatan memenangkan pertandingan.
Kesalahan umum investor adalah berpikir bagaimana mencetak keuntungan tanpa melalui tahap 1. Tahap bertahan itu memang membosankan, coba saja lihat ketika kita bermain bola, semua ingin jadi penyerang, sedikit yang ingin jadi Penjaga gawang atau pemain bertahan.
Tanpa kemampuan, bagaimana mungkin kita bisa bertahan lama. Memang ada saat di awal kita bisa mencetak keuntungan, tapi apakah itu adalah karena keahlian atau beginner luck?
Sifat ingin untung sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya pada suatu hari akan menjatuhkan kita. Di bidang apapun juga sama. Memang nya atas dasar apa kita bisa bilang karir investasi akan berbeda cara kerjanya?

3. Konsistensi
Kalau cuma untung 1-2 kali kemudian rugi sampai bangkrut apa gunanya. Ini yang dinamakan beginner luck. Kepercayaan diri berlebihan di awal karena pernah berhasil 1-2 kali akan membuat kita gagal melihat bahaya di depan. Misalnya kondisi sekarang ketika IHSG mencetak rekor terus, dan kita akan gampang mendapat untung. Istilahnya even monkey can make money.
Justru ketika IHSG di atas, kewaspadaan kita harus lebih besar karena risiko meningkat dan reward mengecil. Bayangkan sebuah barang yang dijual dengan harga 4 juta besoknya dijual dengan harga 8 juta, bukankah kita harus menganalisa lebih dalam apa yang terjadi?
Dan konsistensi diperlukan, seperti di pertandingan bola. Konsisten tidak kebobolan dan konsisten mencetak gol yang akan membuat kita menang. Dan ini yang membuat sebuah Tim menang di akhir kompetisi.

Inilah 3 tahapan dalam berinvestasi. Apakah ada yang berinvestasi secara agresif bisa bertahan? Jelas ada. Tapi berapa banyak yang seperti itu. Seperti tulisan Peter Lynch, tidak melihat kartu bisa saja menang poker, tapi untuk apa mengambil risiko yang tidak perlu.

Tapi Menariknya, kalau dibilang 1000 orang yang mencoba, hanya ada 1-2 orang yang mungkin bisa, maka 1000 orang yang membaca selalu berpikir : saya lah orang itu.

Selalu ingat saja, selalu terus belajar, jangan sampai kondisi ini terjadi : di muda tidak belajar karena merasa banyak waktu, di tengah tidak belajar karena sibuk, dan di akhir tidak belajar karena merasa sudah telat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link