Kami Adalah Saham-Indonesia

  • Save

 

Kami Adalah Saham-Indonesia

Sudah beberapa waktu kami ingin menulis tentang ini. Tapi selalu tidak ketemu timing yang pas. Sampai kemarin menonton video tentang Kaizen. 1 menit melakukan hal baik. Jadi akhirnya diputuskan untuk menulis. Kalau tidak, akan ditunda lagi lebih lama sampai timing nya lewat. Ada loh ratusan ide untuk dijadikan artikel yang gunanya untuk bagaimana berinvestasi dengan lebih baik. Lebih baik bukan hanya hasil yang lebih baik, tapi awal yang baik, dan proses yang baik.

Gambar adalah tentang gathering kami yang terakhir. Diselenggarakan pada akhir April setelah ditunda beberapa bulan. Dari kesibukan kerja sampai banyaknya liburan. Akhirnya tetap dijalankan. Dan bagi kami, ini adalah gathering yang terbaik selama ini.

Jumlah peserta ada sekitar 60an orang. Cukup lumayan karena kapasitas ruang memang segitu. Dan ini adalah kemajuan karena gathering pertama kali nya beberapa tahun lalu hanya dihadiri 1 orang. Untungnya kami tidak menyerah. Dalam gathering kali ini, pak Jhon Veter memberikan nasehat yang bagus. Semua hal, kalau terus dijalankan, 10, 20 tahun, akhirnya akan memperlihatkan hasil juga.

Dan peserta yang hadir lumayan, datang dari berbagai kota. Yang pasti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang paling banyak. Selain itu ada yang dari Solo, Surabaya, Balikpapan, Bandung, Palembang, Riau, pernah hadir juga. Tapi yang mana orangnya, kalau tidak disebut pasti tidak akan ketahuan. Karena pada dasarnya kami semua adalah Saham-Indonesia. Satu rasa tapi semua berbeda.

Yang satu itu adalah tujuan kami yang sama. Sama-sama ingin masa depan yang lebih baik. Yang lebih baik seperti apa? Hanya masing-masing yang tahu detil nya. Makanya semua datang dengan semangat. Apalagi gathering kemarin di hari kejepit.

Kami juga berbeda dalam banyak hal. Karena semua membawa latar belakang yang berbeda. Mau diapakan juga tidak akan merubah kenyataan. Ada yang sudah lose banyak, ada yang baru mulai, ada yang dari awal sudah langsung terjun dengan metode ini. Dan sebagai informasi, hampir semuanya adalah trader.

Saham-Indonesia yang bahasannya selalu tentang isi perusahaan, kok bisa trader? Ini jelas karena hampir semua anggota mengejar . Orang yang mengejar keuntungan dari selisih harga, wajar kan disebut trader? Sedangkan investor adalah yang mengejar pendapatan dari . Sayangnya, hampir semuanya masih anak muda, jadi untuk mengejar belum waktunya.

Walau kami yakin, arah ke depan supaya bisa dengan santai adalah dari dividen. Tidak logis kita ingin , misalnya sedang keliling dunia, tapi tiap detik ngecek handphone untuk tahu harga saham.

Dan 1 orang yang membuat perbedaan di gathering kali ini adalah Totok Supriyadi, sebagai pembicara pembukaan. Dan itu yang paling penting, karena kalau di awal sudah tidak mengangkat materi yang disampaikan, lanjutannya juga jadi berat. Untungnya pembawaan pak Totok sungguh bagus. Walau ini adalah pertama kali nya sebagai pembicara. Kami bahkan belajar banyak sekali dari beliau. Jadi acara selanjutnya sudah tinggal mengalir saja.

Sempat bercanda juga dengan pak Alianto, dulunya pak Totok duduk sebagai peserta belajar dari anda, sekarang sudah jadi guru bagi kita semua. Dunia selalu berubah. Tidak ada yang selalu di atas. Dan bagi kami dunia itu selalu adil. Yang berusaha yang selalu mendapat Hasilnya. Usaha pak Totok sungguh sangat banyak. Walau detil nya hanya beliau sendiri yang tahu, tapi melihat apa hasil yang dicapainya, jelas usaha nya sendiri tidak main-main.

Kami selalu berpegang pada prinsip, kehidupan kita hari ini adalah hasil dari apa yang kita pikirkan, katakan, dan perbuat di masa lalu, dan bagaimana masa depan kita, lihatlah bagaimana kita berpikir, berkata, dan berbuat hari ini. Jadi masa depan seperti apa yang menanti, semua tergantung kita sendiri.

Sekarang pak Totok menjadi guru kami, apakah ke depan juga akan sama? Semua tergantung 2 hal. Apakah pak Totok tetap maju atau berhenti di tengah jalan. Dan apakah kita sendiri melaju lebih cepat. Inilah konsep meningkatkan kapasitas. Ingat lagi konsep Kaizen, setiap hari 1 menit untuk meningkatkan diri.

Menjadi seorang guru, jelas ada tanggung jawab yang besar. Seperti kata paman Ben. Di mana ada kekuatan besar, di situ ada tanggung jawab yang besar juga. Selalu ada indikator yang sudah pasti terhadap seorang guru. Setiap orang yang termasuk indikator ini, layak disebut guru, dan setiap orang yang keluar jalur, tidak layak disebut guru, walau gelarnya banyak, misalnya yang mulia dipertuan agung S1 S2 S3 dan S4.

Dan menjadi guru, berarti tindakan nya adalah layak untuk ditiru. Karena apa yang dikerjakan lebih bernilai dari apa yang dikatakan. Dan sampai hari ini, pak Totok masih konsisten menjalankan apa yang dikatakannya tentang konsep menabung dalam berinvestasi demi masa depan. Kami saja belum tentu bisa sekonsisten itu dalam mengerjakan.

Dan bagi kami pribadi, seorang guru tidak mesti harus secara resmi diangkat. Yang penting ketika seseorang itu mengajarkan kita sesuatu, baik dengan cara baik-baik, maupun dengan cara berbelok-belok, selama itu akhirnya meningkatkan kapasitas diri kita, dia adalah guru kami.

Dan kami semua, Saham-Indonesia, akan menghasilkan guru-guru lainnya. Fokus kami selalu dari kami, untuk kami juga. Ada 1 orang yang menarik, yang belum pernah kami bahas, dan jika waktunya tiba, akan kami bahas juga. Asal kami masih ingat tentang Kaizen. 1 menit tiap hari, buat artikel untuk yang lain. Yang penting konsisten.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link