Wonder Woman

  • Save

 

Wonder Woman
 
Kemarin kita membahas bahwa masa depan tidak bisa diprediksi. Karena masa depan adalah akibat dari tindakan satu demi satu yang Saling berhubungan. Karena hari ini kita melakukan A, maka hasilnya B. Kemudian kita melakukan C berdasarkan hasil B, yang akan menghasilkan D. Sampai ujung Z itu tercapai. Langsung menebak Z adalah tidak rasional, karena faktor pendukung nya harus ada. 
 
Sedikit hal yang kelupaan di artikel kemarin, bahwa kita menebak Tim mana yang akan juara, misalnya Arsenal akan juara atau Sunderland akan juara. Dibutuhkan faktor pendukung supaya hasil itu bisa dicapai. Menurut Howard Marks, faktor itu diistilahkan sebagai randomness. Yaitu faktor kejutan. Kita tidak akan membahas lebih lanjut mengenai itu, tapi 1 hal pasti, masalah terbesar ketika kita membatasi waktu untuk tercapainya sesuatu. Misalnya untuk sepakbola, Klub kita harus juara di 1 tahun mendatang. Ini susah karena ada 20 Tim yang bersaing. Jelas hanya akan muncul 1 pemenang. 
 
Ini adalah contoh biasa. Kalau di saham, kita suka membatasi diri dengan membuat pernyataan, tahun depan saya harus mencapai sekian % kekayaan, minggu depan saya harus profit sekian, 5 tahun lagi saya ingin pensiun. Orang lupa bahwa ada faktor X Y Z yang bisa merubah kondisi yang ada. Banyak yang kami temui hanya merencanakan investasi untuk 1 tahun ke depan dan berharap pensiun. Pensiunnya sih pasti dapat yaitu bangkrut. Ini karena berinvestasi itu pekerjaan seumur hidup. Menanam benih menjadi pohon berbuah butuh waktu. Mau pensiun dalam 1-3 tahun? Bisa saja asal kita siap makan daun seumur hidup. 
 
Kita merencanakan masa depan dalam berinvestasi dengan mengikuti proses yang ada. Kami memakai contoh film Wonder Woman. Film yang termasuk sukses dalam hal kualitas dan bisnis. Banyak rating bagus diberikan, termasuk salah satu adegan yang mungkin akan dikenang untuk waktu lama. Dan dari sisi bisnis, kemungkinan akan mencetak pendapatan yang tinggi. Bisa baca di link berikut :
 
http://comicbook.com/dc/2017/06/20/wonder-woman-box-office-superhero-films
 
Dalam link dibahas bagaimana film Wonder Woman bisa masuk 10 besar film superhero. Dari perbandingan dengan film Sejenis, pergerakan pendapatan mingguannya, dan faktor kualitas yang menyertainya. 
 
Salah satu alasan WW mendapat review positif adalah karena harapan terhadap nya rendah. Film action yang disutradarai seorang wanita, pemeran utama wanita yang sebelumnya hanya menjadi pemeran pembantu di film Fast and Furious, lanjutan film DC yang jeblok di mata kritikus karena kalah dengan Marvel, dan banyaknya pesaing di film musim panas. 
 
Karena ekspektasi rendah, maka hasil yang lumayan bagus saja sudah menjadi kejutan menyenangkan. Dan karena menyenangkan, trend nya menjadi positif. Ini sama seperti saham. Karena ekspektasi rendah, orang memandang remeh perusahaannya dan harga saham tertekan. Ketika kinerja di atas ekspektasi yang rendah, maka seketika itu juga orang akan melihat hal baik, dan akan memborong sahamnya. Momen ketika orang memborong sahamnya, harga akan naik, dan kita yang telah membeli di bawah akan mendapat untung. 
 
Jadi fokus kita adalah mencari perusahaan yang dianggap remeh oleh banyak orang dan harganya tertekan, tapi manajemen punya kemampuan untuk meningkatkan laba di masa depan. Selalu ingat kiat dari Warren Buffett, cari perusahaan bagus, yang punya prospek cerah, dikelola manajemen jujur, dan dijual dengan harga murah. Karena harga murah lah yang membedakan kita akan mendapat profit atau tidak. 
 
Seberapa murah, semua tergantung kesabaran kita menunggu tawaran yang bagus. Kami juga sedang belajar. Banyak pembelian kami yang setelah dilakukan ternyata harga bergerak turun lagi. Kami melakukan analisa, apakah mungkin menebak titik terendah, dan karena tidak mungkin, maka yang kami lakukan adalah mencari uang lebih banyak untuk dimasukkan ke saham. Contoh saja, JSMR diberikan kesempatan 6 bulan untuk membeli di harga murah. Kalau tetap hold sampai sekarang, minimal profit sudah 10-30%. 
 
Satu lagi yang kami sadari dari penurunan AISA dan ROTI. Jika kami masih suka perusahaan ini dan melihat masih ada potensi ke depan, berarti penurunan ini adalah kesempatan menambah. Penurunan jelas membuat investor tidak suka, karena terlihat sebagai orang bodoh yang membeli barang rugi. Tapi jika kita benar-benar ingin memiliki perusahaan ini, penurunan adalah kesempatan membeli lebih banyak bagian karena banyak yang tidak mau memegang lagi. 
 
Seperti catatan Howard Marks. Bursa saham digerakkan oleh keserakahan atau ketakutan. Keserakahan datang, harga melambung tinggi, ketakutan datang, harga tertekan rendah. Yang naik akan turun, dan yang turun akan naik. Nanti film DC berikutnya juga sama. Ekspektasi yang tinggi karena kesuksesan WW akan membuat kinerja film berikutnya tertekan, yang membuat harapan di film berikutnya mengecil, dan membuat kesuksesan lagi. 
 
Tidak penting apapun kejadian di luar. Yang paling penting adalah reaksi kita terhadap itu. Itu yang menentukan investasi kita akan naik atau turun. Bagi kami, tidak masalah jika sebuah hal diberitakan jelek setiap hari selama berbulan-bulan. Yang penting adalah jika kita tahu itu bagus, kita tetap bertahan di dalamnya. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link