Starbucks

  • Save

 

Starbucks 
 
Baru-baru ini ada sebuah perusahaan yang melakukan IPO, dan biasanya kami akan menghindari pembahasan tentang perusahaan IPO. Ini karena tidak ada track record yang bisa dijadikan acuan. Kita bisa saja mengambil perusahaan pesaing, tapi tetap saja bagi kami perasaannya tidak didapatkan. Salah satunya adalah manajemen yang mengelola. Bukan cuma siapa mereka tapi apa yang dipikirkan mereka, bagaimana mereka membawa perusahaan di masa depan. 
 
Apakah akan telat membeli perusahaan yang sudah lama IPO? Bisa ya bisa tidak. Tapi dari pengalaman, biasanya setelah IPO perusahaan mungkin akan sedikit menurun, atau ekspektasi investor berubah, sehingga harga agak tertekan. Dan proses tertekan ini bagi kami penting, karena akan memperlihatkan apakah ini perusahaan biasa-biasa saja atau bagus. 
 
Sama seperti karyawan, kita mengharap karyawan kita bisa menghadapi tekanan, dan bekerja dengan maksimal. Proses menunggu ini butuh waktu pengamatan. Dan terburu-buru membeli perusahaan IPO juga merepotkan. Jika perusahaannya laku, jumlah yang kita dapatkan terlalu kecil untuk membuat perbedaan di portofolio, dan jika perusahaan tidak baik dan tidak laku, kita akan mendapat semua yang kita pesan, dan potensi kerugian yang kita tanggung bisa besar jika sahamnya anjlok di awal perdagangan. 
 
Untuk kali ini, kami membahas tentang MAPB, yang 90% penjualannya diwakili oleh Starbucks. Jadi bisa diasumsikan membahas MAPB berarti membahas Starbucks. 
 
Kita hanya membahas tentang menilai Starbucks, karena menawarkan kepastian. Hal lain adalah tidak pasti, dan tidak logis kita berusaha memprediksi hal yang tidak pasti. Cara paling sederhana adalah melihat track record Starbucks di luar. Jaman informasi, adalah sangat gampang untuk mendapat informasi. 
 
Tinggal kemampuan kita mengolahnya. Mencari dan memproses informasi, Dua kemampuan yang dibutuhkan dalam berinvestasi. Percuma kita mendapat informasi tapi tidak bisa mengolahnya. Ini seperti diberikan peta tapi tetap tersesat karena tidak bisa membaca nya. 
 
Di prospektus MAPB dijelaskan EPS nya adalah 82 untuk Q4 2016. Jika IPO ditawarkan di harga 1680 maka PERnya adalah 20.5. Apakah ini mahal atau murah, kita harus mengecek perusahaan sejenis. Kalau kita melihat Starbucks di luar negeri, PERnya bergerak di kisaran 20 sampai 40. Jadi bisa diasumsikan di 20.5 adalah murah. 
 
Wajar kan setelah penawaran harga langsung naik tinggi karena banyak investor mengincarnya. Kami juga tertarik dengan alasan berbeda. Minimal kalau dapat 1 lot, kami bisa menyatakan kami juga punya bisnis kafe di masa demam nongkrong ini, dan setiap ke Starbucks ada perasaan minimal saya menghemat 0.0025 rupiah. Sayang sampai sekarang belum kesampaian. 
 
Berarti di harga sekarang PER ada di sekitar 34 alias lumayan mahal. Berharap kembali ke PER 20 adalah susah. Jadi jika kami ingin membeli MAPB, mungkin kami akan menunggu di PER 25 alias sekitar 2050. Mendekati angka psikologis 2000. 
 
Apakah bisa tercapai atau tidak, tidak ada yang tahu. Tapi bursa akan selalu bergerak dinamis, seperti kata Benjamin Graham, kadang bursa bersikap over confidence dan berani membeli terlalu mahal dan kadang menjadi ketakutan dan menjual terlalu murah. Tugas kita sebagai investor bukan setiap hari meladeni mereka. Tapi menunggu harga yang tepat untuk menerimanya. Tidak ada batasan waktu untuk itu. Waktu adalah teman di sini, jangan jadikan ini sebagai musuh yang Kalau sekian hari, minggu, bulan, jika belum sesuai harapan, kita akan menyerah. 
 
Atau seperti kata Howard Marks di salah satu memonya. 
1991-04-11-first-quarter-client-performance : 
Seperti pendulum yang bergerak dari kiri ke kanan, pasar saham juga bergerak dari euforia ke depresi, perkembangan yang baik ke buruk, dan terlalu mahal ke terlalu murah. Karena itu, daripada menebak arah dan kapan pendulum berbalik arah, lebih baik mempersiapkan diri menghadapi apapun yang terjadi, dan menolak ikut serta dalam kepanikan karena pandangan salah ini.
 
Apa isi artikel ini? Ruang lingkupnya adalah IPO MAPB. Selain itu? Tentang Starbucks. Tapi isi yang kami harapkan adalah belajar valuasi dan MOS. Selain itu? Kemampuan mencari informasi dan menganalisanya. Biar bisa mandiri, tidak gampang mengiyakan apapun kata orang lain karena kita sendiri tidak paham apapun. 
 
Selain itu, di gambar terlihat sangat jelas, setiap kinerja perusahaan naik, harga saham juga akan mengikuti. Kecuali ada 1 kali di mana laba turun dalam tapi harga tidak terlalu turun, dan ini mendorong PER naik tinggi. Tapi yang berikutnya sudah normal. Jadi bisa saja ini dianggap kecelakaan. Terlihat bahwa perusahaan super akan selalu kembali ke jalur nya walau mengalami goncangan. Jadi hal utama yang harus kita cari adalah bagaimana kinerja perusahaan ke depannya. Barulah kita bisa menentukan titik start investasi kita. 
 
Mari minum kopi. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link