Persiapan Masa Pensiun 2

  • Save

 

Persiapan Masa Pensiun
 
Salah satu cara supaya tidak mengkuatirkan masa depan adalah dengan mempersiapkannya. Dan dari beberapa gambaran masa depan, masa pensiun adalah salah satu yang paling penting, karena di saat itu, kemampuan kita telah kalah dari yang lebih muda sehingga tidak bisa bersaing lagi. Atau ada keinginan untuk melakukan sesuatu terhadap diri sendiri. Seperti kata Jack Ma, umur 60 ke atas, urus lah diri sendiri.
 
Di sini kami memberikan gambaran kemungkinan yang bisa terjadi 25 tahun dari sekarang. Asumsi bahwa hari ini pengeluaran kita adalah 250 ribu per hari (pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap hari, misalnya makan), kemudian ada pengeluaran bulanan sebesar 5 juta (pengeluaran yang harus dikeluarkan per bulan, misalnya cicilan kartu kredit, asuransi), dan pengeluaran per tahun sebesar 35 juta (pengeluaran yang harus dikeluarkan per tahun, misalnya kontrak rumah), maka setahun kira-kira kebutuhan adalah sekitar 186 juta. Sekitar 15 juta per bulan. Berapa angka ini untuk 25 tahun ke depan? Angka di atas bisa diatur sesuai gambaran ideal masing-masing. 
 
Asumsi kami adalah inflasi 6% per tahun. Ini didapatkan dari rata-rata inflasi Indonesia selama 10 tahun terakhir. Maka di 2042 pengeluaran kita per tahun dengan standar kehidupan yang sama dengan hari ini adalah sekitar 800 juta per tahun. Atau sekitar 66 juta per bulan. Hampir 4x lipat dari kondisi sekarang. Bisa saja di masa depan tidak setinggi gambaran kita jika pemerintah berhasil membangun sehingga pendapatan kita semakin bernilai tinggi, atau pengeluaran kita tidak setinggi gambaran karena infrastruktur yang efisien, atau bisa juga lebih tinggi. Silakan disesuaikan di bagian inflasi. 
 
Pertanyaannya bagaimana kita mendapat 800 juta per tahun, atau sekitar 66 juta per bulan tanpa bekerja. Karena kita bisa saja tidak bisa bersaing lagi dengan yang lebih muda. Kalaupun masih bekerja, syukur-syukur ada di jajaran atas, sebagai direktur atau pengusaha, itu adalah baik. Berarti angka 800 juta per tahun adalah bonus. Kalau tidak ada pendapatan lain? Maka 800 juta per tahun adalah angka wajib. 
 
Karena asumsi kita tanpa bekerja, maka 800 juta adalah uang yang didapatkan dari passive income. Silakan  Google tentang passive income. Untuk menghasilkan 800 juta per tahun, pada usia tua, yang sangat aman adalah deposito. Dari bisnis bisa saja, tapi apa jaminan di usia tua kita bisa segesit masa muda? Kembali, asumsi kita adalah kita tidak bisa bersaing dengan yang lebih muda. 
 
Asumsi kami, deposito yang dihasilkan adalah sekitar 5%. Bisa lebih tinggi, atau lebih rendah. Mungkin idealnya memakai angka yang lebih rendah. Kalau 5% maka uang pokok yang dibutuhkan adalah 16 milyar. 
 
Maka, di 25 tahun mendatang, kita sudah harus memiliki sebuah aset yang jika diuangkan akan menjadi 16 milyar dan menghasilkan 800 juta dari deposito. Dan sekali lagi, ini adalah asumsi dan contoh, silakan rubah sesuai gambaran masing-masing.
 
Dari mana kita mengejar 16 milyar tersebut? Kalau yang sudah menemukan jalannya, adalah hal baik. Jika belum, maka ada beberapa pilihan. Kalau di hitungan kami, maka jalan yang ditempuh adalah berinvestasi di pasar modal. Contoh yang kami berikan adalah membuka rekening investasi sebesar 100 juta dan setiap bulan menabung sekitar 1.5 juta. Dan tiap tahun tabungan kita naik 20% dan profit investasi yang kita incar adalah 20% per tahun.
 
Jika semua berjalan lancar, maka di tahun ke 20 kita sudah mengumpulkan 16 milyar. Pilihan kita, bisa saja melanjutkan lagi atau mulai berpindah ke aset yang lebih aman. Ini gambaran idealnya. Jelas realita tidak segampang prediksi. Buktinya saja, tahun ini portofolio kami babak belur di saat IHSG naik terus.
 
Ada kolom yang sebagian kosong, ini adalah untuk pengecekan apakah kita masih sesuai jalur atau tidak, dengan memasukkan perkembangan aset kita setelah tahun berjalan. Jika tidak sesuai, bisa review apa masalahnya. 
 
Ada beberapa antisipasi skenario.
* jika profit tidak seperti harapan, maka saatnya kita belajar lagi supaya bisa mengejar ketinggalan.
* jika modal tidak cukup, saatnya kita bekerja lebih keras di saat muda supaya bisa lebih tenang di masa tua.
* jika pengeluaran hari ini terlalu besar, bisa mulai berhemat terhadap hal yang tidak terlalu penting.
* bisa saja ada krisis ekonomi di masa depan yang membuat persiapan pensiun menjadi lebih keras
* bisa juga usia kita tidak mencapai target masa depan
 
Apapun bisa terjadi di masa depan. Tidak ada kepastian tapi sesuai pribahasa, sedia payung sebelum hujan adalah lebih baik.
 
Untuk yang berminat mendapat file perhitungan, bisa didapatkan secara Gratis jika anda membuka account investasi saham melalui Saham-Indonesia. Silakan hubungi kami jika berminat, atau anda bisa membuat sendiri melalui file Excel.
 
Selain itu, kita bisa berdiskusi lebih lanjut mengenai investasi sebagai layanan untuk nasabah. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link