Jangka Waktu Investasi

  • Save

 

Jangka Waktu Investasi

Sekarang informasi yang mendominasi media adalah berita buruk. Seakan-akan dunia akan kiamat. Hal ini membuat banyak kepanikan. Dan semua mengatasnamakan harus berhati-hati sehingga harus waspada. Memang beda tipis antara jenius dan gila, waspada dan paranoid.

Tidak ada yang benar di antara pilihan yang diambil. Setiap keputusan yang diambil pasti ada akibatnya. Demikian juga dalam berinvestasi. Kita berhak berinvestasi di produk apapun yang menurut kita menarik, dan kita akan menerima hasil sesuai kondisi yang ada.

Dan dalam investasi saham, kita kenal ada 2 jenis investor, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Pandangan jangka pendek mungkin sekitar beberapa hari sampai beberapa bulan ke depan. Sedangkan jangka panjang adalah tahunan. Selalu ingat, tidak ada pandangan yang benar, yang penting cocok dengan yang kita sukai. Jika tidak suka, kita bebas merubah cara pandang kita.

Dan pandangan ini akan menentukan cara kita mengambil keputusan. Misalnya kalau kita berpikir jangka pendek, maka kita akan melihat semua kondisi buruk yang terjadi. Akibatnya kita akan memutuskan untuk menjual semua investasi kita. Kita memberi batas waktu yang pendek yang membuat aset kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencapai potensi maksimalnya.

Kami sendiri tidak memiliki waktu dan kemampuan untuk memprediksi dalam jangka pendek, sehingga bagi kami pilihan yang logis adalah berinvestasi secara jangka panjang. Jadi penurunan ini bagi kami tidak menjadi masalah karena kami memiliki data yang mendukung cara pandang kami.

Intinya keputusan yang diambil bukanlah dari sisi emosional tapi karena memang itu baik atau buruk menurut penilaian kita.

Kita bisa melihat filosofi dari Jack Ma. Besok bisa saja lebih buruk, tapi lusa akan lebih baik. Ini bukan berarti 2 hari lagi akan OK. Jack Ma berprinsip apapun hal buruk, nanti akan jadi normal lagi. Karena tidak ada kondisi yang berlangsung selamanya.

Kita bisa mengecek jalan yang kita tempuh. Siapa saja yang pernah berhasil. Kemudian apakah benar saham yang baik akan membaik setelah mengalami penurunan. Tinggal buka data masa lalu saja. Data tidak mungkin bohong kecuali orang memalsukan data. Tapi data pergerakan saham dan kekayaan investor kelas dunia seharusnya bisa dipertanggung jawabkan. Di artikel lain kami membuat perbandingan pergerakan harga di masa krisis 2008. Hampir semua saham mengalami penurunan, tapi saham komoditas, saham dari perusahaan yang memiliki hutang banyak mengalami penurunan lebih dalam. Dan saham pada umumnya membaik, tapi perusahaan dengan banyak hutang akhirnya kolaps. Jadi setiap krisis, kita bisa menunggu harga saham jatuh, kemudian mulai membeli perusahaan baik dengan hutang sedikit, terutama hutang berbunga.

Dan kalau memilih berinvestasi untuk jangka panjang, semua balik lagi ke kesabaran masing-masing, dan kebutuhan dana. Semakin sabar dan semakin tidak butuh dana mendadak, peluang kita berhasil akan lebih besar. Asal uang kita diinvestasikan ke perusahaan yang baik. Ini sama seperti menanam pohon di tanah yang subur atau gersang. Pohon di tanah subur akan tumbuh, dan di tanah gersang akan lambat pertumbuhannya, atau malah pohonnya akan mati.

Dalam berinvestasi, waktu adalah teman terbaik. Jangan jadikan waktu sebagai musuh karena kita memberi deadline pada sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Kita mengharap 3 hari lagi, 3 bulan lagi, dan seterusnya, bahwa harga saham harus sekian karena kita telah membeli atau menjual. Tapi kita sering lupa, ketika membeli, berarti ada yang menjual, dan mereka mengharap sahamnya turun makanya menjual. Sebaliknya jika kita menjual, ada yang membeli. Siapa yang lebih jago menganalisa. Kembali, hanya waktu yang bisa membuktikan.

Bahkan jika sampai ujung karir, hasil yang didapat tidak sesuai harapan, maka kami akan menerima kenyataan. Karena apa yang didapatkan adalah hasil dari yang kita kerjakan. Kalau kenyataan tidak sesuai harapan, yang perlu diubah adalah harapan kita. Tapi cara berpikir ini belum tentu disetujui tiap orang. Intinya ini adalah pasar bebas, setiap orang berhak berbeda pendapat. Yang setuju juga belum tentu bisa melakukan. Semua butuh latihan untuk menjadi kebiasaan.

Ada video yang menarik di youtube, bisa dilihat di bawah.

Efek virus ke berbagai bidang. Bahwa suatu hari kita akan menerima covid-19 sebagai sesuatu yang normal seperti kita menerima penyakit lain. Untuk sekarang, karena baru, semuanya serba buta. Apakah benar demikian, hanya waktu yang bisa membuktikan.

Apa yang sebaiknya dilakukan ketika market crash. Berinvestasi tapi akhirnya kiamat finansial, maka tidak masalah. Tidak berinvestasi tapi tidak kiamat finansial, maka akan jadi masalah. Kita tinggal menentukan, mana yang lebih mungkin terjadi.

Dan kembali, karena kami tidak bisa menebak masa depan, maka kami akan berlaku normal saja. Menabung secara konsisten di saham yang menurut kami terbaik dan menjadikan waktu sebagai teman kami. Seperti komentar Warren Buffett, seseorang bisa duduk nyaman di bawah pohon pada hari ini, karena dia telah menanam pohon ini di masa lalu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link