Menang Undian

  • Save

 

Menang Undian

Salah satu keinginan manusia adalah kehidupan yang makmur. Apakah itu memiliki harta yang banyak ataupun bisa bebas finansial. Banyak metode digunakan untuk mencapainya. Melalui kerja keras, atau membangun bisnis.

Metode lain yang mungkin banyak dicoba adalah membeli nomor undian dan berharap menang. Setiap orang boleh berharap, tapi berapa besar peluang mendapat hadiah utama. Itu yang perlu kita sadari. Ada kemungkinan menang tidak sama dengan peluang menang itu sendiri. Yang kita inginkan adalah peluang menang yang lebih besar.

Ini sama seperti mendapat durian runtuh. Kita berharap dapat duduk santai dan tiba-tiba mendapat keajaiban karena selama ini kita adalah anak manis. Sayangnya peluang kejadian tidak akan seperti ini. Kalau benar ada durian runtuh, jelas pemilik kebun yang duluan mendapat untung, bukan kita orang luar. Dan pemilik kebun adalah yang telah melakukan persiapan. Membeli lahan, menanam, dan memanen.

Apa yang terjadi pada kita di masa depan adalah apa yang telah kita persiapkan saat ini. Tidak lebih tidak kurang. Jika kita menerima hasil 50 berarti persiapan kita adalah 50. Jika tidak puas dan mau hasil 100 maka kita harus meningkatkan prosesnya menjadi 100 juga.

Kemudian kita juga bisa belajar dari orang yang duluan mendapat 100. Apa saja yang telah mereka lakukan sehingga bisa mencapai itu.

Membahas tentang undian, kejadian selama 2 bulan di dunia bisa kita lihat melalui sudut pandang yang berbeda-beda.

Misalnya dengan banyak masalah kita bisa melihat dunia akan jatuh ke krisis mendalam dan kita kemudian panik mengikuti arus. Atau kita bisa melihat dari sejarah bahwa apapun masalahnya, selalu ada jalan keluar. Dan jika kita adalah bagian dari jalan keluar, maka kita bisa melakukan sesuatu, tapi jika tidak ada yang bisa kita lakukan, maka sebaiknya kita menunggu.

Mengenai melakukan sesuatu, ketika berinvestasi di saham, kita melihat terjadinya transaksi setiap hari. Kadang harga bergerak naik, kadang harga bergerak turun. Jika kita sudah membeli dan harga bergerak naik karena adanya transaksi orang lain, kita cenderung menjadi senang. Demikian juga kalau harga bergerak turun, mungkin kita akan merasa tidak nyaman. Terbalik juga jika kita sudah menjual, ketika harga terjadi di bawah harga jual kita, kita cenderung merasa nyaman, dan jika harga transaksi berikutnya terjadi di atas harga jual kita, maka kita cenderung akan kecewa.

Informasi yang paling sering kita dapatkan di dalam berinvestasi di saham adalah harga transaksi setiap orang. Jika ini melibatkan 2 pihak yang tidak kita ketahui siapa, motivasi transaksi ada apa, mengapa kita harus mengalami perubahan emosi karena ini. Apalagi jika karena emosi ini kita kemudian membuat keputusan yang merugikan kita, dan nantinya akan memperburuk emosi kita.

Ini seperti melihat orang tidak dikenal mendapat undian, kemudian kita marah atau sedih mengapa bukan kita yang mendapat, kemudian jatuh sakit. Kalau direnungkan, kita hanya 1 di antara 7.5 milyar penduduk dunia. Setiap detik ada yang lebih baik nasibnya dan lebih buruk nasibnya dibanding kita. Bereaksi pada semua kejadian yang ada akan membuat emosi kita terganggu. Kita harus membuat batasan mana yang bisa kita atur, dan mana yang tidak bisa. Yang bisa kita atur sebaiknya diubah, dan yang tidak bisa sebaiknya diabaikan. Masalah akan muncul ketika yang bisa kita ubah tidak kita lakukan, dan yang tidak bisa diubah justru kita perjuangkan.

Contoh mengenai covid-19, dalam waktu 2 bulan kurang, begitu banyak irasional terjadi. Orang begitu ketakutan seakan-akan virus ini akan berdampak sangat besar pada diri kita. Mungkin di awal kejadian ini seperti kejutan, kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi seiring dengan banyaknya penelitian, kita bisa menilai apa yang seharusnya dilakukan maupun yang tidak. Sampai hari ini mungkin sekitar 100 ribu orang kena, walau angka pastinya bisa lebih tinggi karena banyak yang mungkin tidak terdeteksi, tapi itu berapa % dibanding seluruh dunia. Kemudian berapa yang meninggal, sekitar 2.5%. Dan dari yang meninggal, jika kita berusia di bawah 50 tahun, peluangnya adalah di bawah 1%, dan semakin tua semakin tinggi peluang meninggal. Ini karena daya tahan tubuh juga semakin menurun di usia lanjut.

Dengan memahami apa yang terjadi, tujuannya adalah supaya kita tidak panik. Dan dengan tidak panik maka kita bisa berpikir jernih. Dan pikiran jernih, kita baru bisa mencari solusi yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Misalnya di saat penurunan bursa sekarang ini, apa yang harus dilakukan. Hampir sebagian besar pasti dalam posisi memiliki saham, berarti penurunan mendadak akan membuat portofolio kita ikut turun nilainya. Kecuali setiap sore kita membersihkan portofolio supaya tidak kena penurunan besoknya. Ini berarti setiap hari kita harus rutin membeli di pagi kemudian menjual di sore. Kami tidak tahu apakah ini cocok untuk setiap orang, tapi bagi kami metode ini tidak bisa kami pakai karena sangat membuang waktu. Artinya mengalami penurunan portofolio adalah risiko yang harus diterima.

Setelah sadar krisis akan membuat saham turun, maka langkah berikutnya kita bisa memilih tidak bereaksi, menjual dan membeli lagi di bawah, atau terus membeli. Apapun keputusan yang diambil, kita harus bisa menerima hasilnya. Misalnya tidak melakukan apapun, maka ketika harga naik kembali, kita tidak perlu menyesal mengapa tidak membeli di bawah, atau ketika harga bertambah turun, kita juga tidak perlu menyesal mengapa tidak menjual dulu baru beli lagi di bawah. Jual dulu dan beli lagi atau terus membeli juga ada plus minusnya. Balik lagi apakah kondisi yang terjadi ada di dalam kontrol kita atau tidak, jika ya, maka kita bisa mengubahnya, jika tidak, maka abaikan saja.

Salah satu yang menjadi dasar keputusan adalah cadangan uang kita. Jika kita bisa terus membeli setiap hari, maka kita tidak perlu kuatir kehabisan dana. Tapi realitanya tidak demikian. Kemampuan mengelola uang yang terbatas adalah kunci menjadi lebih makmur. Jika kita berhasil mengelola 10 juta, maka 20 juta akan menanti, jika bisa 100 juta, maka 200 menanti, dan seterusnya. Jadi yang harus kita perhatikan adalah kekuatan modal kita.

Salah satu tindakan penting yang bisa kita lakukan adalah rutin menambah dana, ibarat mencicil mobil atau rumah, maka sekarang kita mencicil perusahaan. Jika kita senang ketika cicilan rumah atau mobil menjadi murah, maka seharusnya kita akan senang ketika cicilan perusahaan menjadi lebih murah. Yang penting kita sudah menganalisa bahwa perusahaan ini layak dimiliki, yang kalau menurut Buffett terdiri dari 4 kriteria, potensi bisnis, kekuatan finansial, dan kemampuan manajemen dan harga beli. Tanpa analisa berarti membeli kucing dalam karung, yang hasilnya benar-benar spekulasi.

Dengan pemahaman ini, maka seharusnya kita akan nyaman setiap bulan bisa mencicil beberapa perusahaan favorit kita. Kita bisa membeli perusahaan dengan diskon paling besar, atau yang menurut kita paling kecil efeknya. Apapun yang menurut kita paling nyaman, bukan menurut orang lain nyaman. Berinvestasi itu untuk membangun masa depan kita, bukan menuruti keinginan orang lain. Kita mencari metode yang cocok untuk membangun masa depan kita, bukan metode paling benar.

Faktor kenyamanan ini akan membuat kita bersemangat secara konsisten melakukan proses mencicil. Tidak ada yang suka penderitaan, tapi jika kita memahami seperti apa penderitaan itu, maka kita bisa melakukan hal yang lebih baik. Membeli di harga murah walau kelihatannya berbahaya, justru menawarkan peluang mendapat durian runtuh, karena ketika kondisi berubah menjadi lebih baik, portofolio kita akan naik juga. Melakukan secara konsisten walau kelihatannya lama, tapi ini menawarkan kepastian mencapai tujuan finansial. Mencicil juga bagus ketika kita tidak memiliki sumber dana tak terbatas. Artinya kita belajar mengelola keuangan, mengutamakan mana yang harus menjadi pioritas. Jika 10-20 tahun ke depan lebih baik dibanding hari ini, apa yang harus kita takutkan, kecuali tidak membeli lebih banyak. Lihat saja 10-20 tahun yang lalu, kita akan menyesal mengapa tidak memulai dulu. Tapi penyesalan terbesar adalah 20 tahun kemudian kita menyadari kita melewatkan kesempatan kedua dan terakhir karena usia yang sudah tidak muda.

Apakah 20 tahun dari sekarang pilihan hari ini adalah tepat, tidak akan ada yang tahu, tapi kalau tidak memulai, maka sudah pasti tidak akan mencapai apapun.

Daripada berharap mendapat durian runtuh, mengapa kita tidak berusaha menciptakan kebun durian sendiri. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Copy link