Siapa Yang Tertawa Terakhir

IHSG naik terus setelah lebaran, yang sudah membeli merasa beruntung, yang belum akan menunggu kapan bisa turun lagi. Yang sudah menjual menunggu, dan yang belum menjual merasa beruntung juga. Apapun tindakan yang kita lakukan maupun tidak, akan selalu ada akibatnya. Sama juga seperti jika kita memutuskan menghabiskan penghasilan kita, atau memilih untuk menabung. Dan menabung di mana juga akan ada akibatnya. Akibat yang disebabkan oleh banyak faktor.

Misalnya apakah sekarang IHSG akan kembali seperti Maret dan kita mendapat second chance? Selalu ingat saja, situasi berbeda maka hasil akan berbeda. Di Maret, wabah meluas ke seluruh dunia, dunia serba kekurangan alat kesehatan, pelaku ekonomi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi, investor terjebak di harga atas karena telat bereaksi, ilmuwan kesehatan tidak bisa menentukan seberapa besar kenaikan penularan ini, pemerintah harus memilih menggunakan dana sebesar-besarnya untuk kesehatan atau ekonomi. Dan banyak lagi aksi reaksi yang muncul, semua berbicara ini dan itu, semua menebak masa depan yang akan terjadi.

Apakah di Juni kondisi masih sama? Jika kita membandingkan dengan sederhana, beda jauh sekali. Di Maret kita menutup ekonomi dan mempersiapkan kejadian terburuk, sedangkan di Juni, kita bersiap membuka ekonomi dan memperhitungkan apa langkah yang akan diambil.

Jika kita berharap akan ada penurunan, apakah kita bisa memprediksi dengan tepat di titik berapa kita akan mulai berinvestasi. Misalnya IHSG sekarang menyentuh sekitar 5.000, jika turun, di berapa kita merasa ini saatnya membeli. Atau jika kita memprediksi IHSG akan turun 500 point lagi, apakah yakin sekarang akan turun ke 4.500, atau malah IHSG naik dulu ke 5.500 baru turun ke 5.000, yang mana adalah sama seperti titik sekarang. Bahkan jika prediksi kita benar, apakah kita akan langsung full power membeli atau mencicil. Semua tanda tanya ini nanti akan mempengaruhi hasil kita ke depan.

Atau misalnya kita telah memiliki atau di harga rendah dan memutuskan menjual ketika baru naik sedikit. Apakah emosi kita tetap bisa stabil melihat kenaikan terus-menerus. Apakah kita akan bertahan menunggu turun lagi, atau memasukkan dana ke saham second line. Kualitas berbeda jelas hasil akan berbeda. Jika hasil tidak sesuai harapan, apa yang akan kita lakukan. Misalnya sekarang, saham yang belum naik karena terpukul paling berat di setiap , apakah kita berani masuk dan menunggu dalam waktu yang lama untuk panen?

Jika kita investor tahunan, jelas akan dibikin pusing dengan keributan dari investor yang fokusnya bulanan, mengapa tidak menjual dulu, mengapa tidak membeli di sini, dan sebagainya. Jika kita investor bulanan, akan diributkan oleh investor mingguan, yang mingguan akan diributkan oleh harian, yang harian akan diributkan oleh jam-jaman. Pada akhirnya kita harus memilih jangka waktu investasi kita dan melaju terus sampai garis finish. Istilah anjing menggongong kafilah berlalu sangatlah tepat. Jangan sampai kita sibuk berhenti dan melempar batu ke semua anjing sehingga tujuan berinvestasi kita tidak tercapai. Tiap orang punya tujuan masing-masing. Carilah orang yang sama tujuannya, dan bergerak maju bersama.

Yang paling penting adalah kita bisa mencapai tujuan dan tertawa di akhir perjalanan. Itu yang utama bukan? Tidak perlu membuktikan apapun kepada dunia, karena kita tidak ada hutang kepada mereka. Kondisi yang agak susah di jaman serba online, karena kita gampang melihat orang pamer hasil mereka, walau tidak ada bukti nyata bagaimana dia mendapatkan hasil tersebut.

Dan berbicara tentang hasil yang akan dicapai, jika kita menunggu semua sudah jelas dulu baru mau bertindak, apakah membeli atau menjual, maka semua sudah telat. eni berinvestasi itu kita harus menggunakan segala kemampuan analisa kita menebak ke depan akan seperti apa. Ibarat berada di persimpangan, menunggu lampu merah dan hijau untuk bertindak, maka kita akan ditinggal yang bertindak duluan di lampu kuning. Kita harus menggunakan segala cara terbaik yang bisa kita pakai, untuk menganalisa apakah tindakan kita di lampu kuning akan memberi keuntungan atau kerugian.

Bagi kami, hal paling utama dari kejadian covid-19 ini adalah bahwa kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi. Lihat saja semua investor yang berhasil, mereka tetap tenang melakukan apa yang bisa dilakukan, dan tidak mencari masalah dengan mencoba melakukan yang mustahil. Melakukan yang mustahil akan membuat kita berpotensi menderita kerugian. Jangan rugi adalah kalimat paling penting dari Buffett dan jangan pergi ke tempat yang bisa membunuh kita adalah kalimat paling penting dari Munger, 2 investor terbesar.

Orang boleh berkata metode Buffett sudah kuno, lambat, dan sebagainya, dan mengaku punya metode lebih cepat dan tepat, anti salah dalam memprediksi market, bisa setahun ratusan persen kenaikan harta. Jika benar demikian, seharusnya orang-orang ini sudah duduk di depan Buffett dan Munger memberi ilmu, atau bahkan mendekati menteri keuangan setiap negara membantu negara tersebut mengatasi kekurangan dana dalam menghadapi krisis covid-19 ini. Jika itu tidak dilakukan, kita seharusnya sudah bisa bertanya, apa yang sedang terjadi.

Tujuan kami menulis ini adalah bahwa lupakan semua tindakan yang mustahil dilakukan dan fokus kepada yang bisa kita lakukan. Jika kita tidak bisa memprediksi masa depan, maka untuk meminimalkan , cara terbaik adalah menabung saham. Atau istilah teknisnya adalah , atau istilah pasar, melakukan cicilan. Kita mencicil rumah dan dikenakan bunga atas itu, mengapa tidak melakukan hal yang sama dan mendapat dari itu.

Rata-rata investor maunya sekali gebuk langsung mendapat jackpot, ibarat membeli 1 undian langsung kaya raya. Mengumpulkan kekayaan tidak seperti itu. Kita harus seperti semut yang rajin mengumpulkan bahan makanan demi menghadapi masa sulit di musim dingin.

Jika kita berhasil melewati masa sulit sekarang, tentu ada yang bisa kita pelajari sehingga musim dingin berikutnya kita akan lebih siap, karena dalam kehidupan, siklus naik turun selalu akan terjadi. Ketika di bawah kita harus memiliki kesabaran untuk bertahan melewati masalah, dan ketika di atas kita harus punya kerendahan hati melihat datangnya perubahan.

Jika tanya ke kami, apakah sekarang harus beli atau jual. Semua balik lagi ke masing-masing, jika yakin IHSG bisa ke 10.000 atau BBRI bisa ke 10.000, maka sekarang adalah saatnya membeli. Tapi jika tidak, apa langkah yang akan kita lakukan. Atau misalnya karena kita memiliki waktu untuk menunggu IHSG atau BBRI ke 10.000, maka kita bisa rutin menabung. Jadikan waktu sebagai teman, jangan jadi musuh. Berhutang dalam berinvestasi adalah menjadikan waktu sebagai musuh.

Dan untuk mencapai tujuan investasi, sepanjang perjalanan mengembangkan hati yang gembira akan memperbesar peluang untuk itu. Hati yang gembira dan berkecukupan akan membuat ktia tidak terburu-buru dalam bertindak.

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link