Watchlist

  • Save

Dalam melakukan transaksi apapun, sebelum membeli kita tentu sudah memiliki daftar belanja, atau daftar barang yang akan dijual. Tidak ada yang namanya pembelian atau penjualan karena emosional. Demikian juga dalam melakukan transaksi di bursa. Dulu sekali kami pernah membuat daftar saham yang mungkin akan kami transaksikan. Seiring berjalannya waktu, tentu saja dengan pengalaman dan informasi yang didapatkan, daftar akan berubah. Untuk daftar lama, bisa baca di artikel berikut :

Sekarang IHSG saja sudah memiliki saham dan produk lain mendekati 700, dan ke depan akan terus bertambah, jadi daftar saham juga akan berubah mengikuti ini. Dulu kami membuat daftar saham menurut versi kami, yang mungkin saja belum tentu cocok untuk semua investor. Dan jika mayoritas dari investor tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pengecekan, maka sisi pengecekan ini harus kita serahkan kepada badan independen yang memiliki indikator pengecekan. Dalam hal ini kita bisa menyatakan bahwa bursa efek adalah cocok untuk itu. Tinggal kita sendiri yang menentukan mana yang cocok dengan kita sendiri.

Kita bisa melihat daftar indeks tersebut di :

https://www.idx.co.id/produk/indeks/

Ada beberapa pertimbangan dalam memilih daftar belanja kita atau dalam hal ini dinamakan watchlist, misalnya :

  1. Jumlah saham, idealnya tidak lebih dari 50. Jadi dari 25 daftar yang disediakan bursa, grup indeks yang memiliki saham di bawah 50 yang kita fokus.
  2. Jenis industri, ada beberapa indeks yang fokus pada industri tertentu, yang perlu kita cek, apakah kita menguasai informasi industri ini, atau buta sama sekali. Bahkan kalau kita menguasai industri ini, belum tentu industri ini akan sesuai harapan kita sepanjang waktu. Dalam hal ini, masalah diversifikasi adalah penentu.
  3. Bagaimanapun, ini adalah daftar orang lain, idealnya kita membuat sendiri daftar yang kita sukai.

Bagi kami sendiri, lebih baik membuat daftar saham pribadi. Dan daftar ini bisa dikembangkan di awal mengikuti daftar orang lain kemudian baru ditambah atau dikurangi sesuai pengetahuan kita. Misalnya dulu kami tidak menguasai saham di sektor komoditas, jadi kami tidak memasukkan. Sekarang kami mulai menambahkan beberapa ke dalam daftar.

Salah satu daftar yang gampang dibuat adalah mengacu pada market cap, yaitu berdasarkan nilai pasar saham di sektornya. Di bursa total ada 10 sektor, jika masing-masing sektor kita pilih 3 terbesar, maka kita akan mendapatkan 30 saham yang berbeda jenis usaha, bisnis dan sahamnya. Dengan demikian kita lebih gampang dalam hal rotasi sektor. Bisa juga dari 3 besar tiap sektor, kita tidak memasukkan saham yang tidak liquid.

Masalah likuiditas ini sangat besar efeknya bagi kami. Sampai sekarang kami tidak akan membeli saham yang kurang liquid, karena nanti akan membawa masalah, misalnya setelah membeli tidak bisa dijual dengan waktu cepat. Atau ketika ada yang menanyakan dan kami membahasnya. Harapan tiap investor berbeda, siapa tahu kami memutuskan keluar sedangkan yang nanya lupa bertindak, ini akan membuat akhir yang buruk bagi semua pihak.

Selalu ingat, daftar yang dibuat bukanlah daftar pasti untung atau anti rugi. Selalu ada kemungkinan saham tidak sesuai harapan. Karena di belakang saham ada perusahaan yang isinya manusia dengan segala kepentingan. Hari ini kepentingan mereka sejalan dengan kita, besok belum tentu sama.

Dan di gambar, bursa berencana membuat daftar saham gocap, apakah benar atau tidak, menurut kami, itu bagus sebagai pengingat bahwa ada kelompok saham yang tidak akan kami transaksikan supaya bisa tidur dengan nyenyak di malam.

Dan terakhir, salah satu yang mungkin bisa jadi peranan penting dalam memilih daftar saham adalah tujuan investasi kita, dan profil kita sendiri. Misalnya yang suka bisa fokus kepada saham yang membagi besar, atau yang suka saham siklus bisa fokus ke sektor komoditas dan properti. Atau yang suka bisa fokus ke daftar yang memakai market cap sebagai acuan.

Apapun pilihan yang kita buat, yang penting kita senang dengan pilihan itu dan bisa menjalankan hari-hari berinvestasi kita dengan nyaman. Jangan sampai mengejar kekayaan dan berakhir di 2 rumah, rumah sakit karena stress memikirkan investasi atau rumah tahanan karena melakukan kejahatan dalam berinvestasi. 2 jenis rumah yang wajib kita hindari.

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link