Setelah Covid

  • Save

Sudah 8 bulan kondisi Covid mempengaruhi kita. dan di Indonesia sejak Maret. Kondisi yang awalnya buruk sekali, tapi tidak ada situasi yang akan berlansung selamanya. Kondisi akan selalu berubah. Sekarang dirasa buruk, tanpa perbaikan jelas akan menjadi lebih buruk, tapi jika manusia berusaha keluar dari penderitaan, situasi akan membaik. Secara umum kami melihat usaha manusia adalah mengarah ke perbaikan. Perbaikan sendiri akan membuat perubahan, dan setiap perubahan akan ada yang untung dan ada yang dirugikan.

Fokus kita adalah dalam perubahan, apa yang bisa kita kontrol dan apa yang tidak bisa kita kontrol. Kita mulai dari yang tidak bisa dikontrol, misalnya apa yang dilakukan pemerintah, kapan dan bagaimana vaksin akan ada, kemudian efek pada perusahaan selama pandemik ini. Dan apa saja yang dilakukan orang lain. Intinya semua aktivitas yang di luar kita adalah tidak bisa dikontrol. Kalau tidak bisa dikontrol, maka fokus kita idealnya bukan di sana.

Kemudian yang bisa kita kontrol. Apa yang bisa kita lakukan pada tubuh kita, pikiran kita, dan keuangan kita. 3 hal yang merupakan aset kita untuk tetap bertahan hidup, tubuh yang sehat, pikiran yang sehat, dan finansial yang sehat. Supaya tetap sehat, solusinya gampang, menjauhi hal buruk dan dekat dengan hal baik. Mayoritas seharusnya sudah tahu apa saja hal buruk dan baik untuk diri kita. Sayangnya kadang faktor keegoisan membuat kita lupa hal ini. Misalnya tubuh yang ingin disenangi sehingga kita makan terlalu banyak, atau ego yang tersakiti sehingga kita menolak sesuatu, dan karena nafsu ingin cepat sukses, kita menggunakan finansial kita berlebihan untuk pamer di medsos atau membeli aset yang berisiko tinggi.

Tapi apapun yang terjadi, kita sudah tidak bisa merubah masa lalu, dan hanya bisa menjadikannya pelajaran supaya apa yang dilakukan saat ini menjadi hasil yang lebih baik di masa depan. Yang bisa kita lakukan terhadap hal yang tidak bisa dikontrol hanya menunggu hal baik terjadi dan menjauhi hal buruk. Ini termasuk menunggu saham yang sudah dibeli supaya naik. Alangkah baiknya jika kita tahu kapan sebuah saham akan naik, sayang sampai hari ini tidak ada metode pasti untuk hal ini. Bahkan yang tahu juga tidak akan memberitahu kita.

Yang bisa kita lakukan, ini sangat banyak. Kita bisa mencari hiburan untuk menurunkan kadar stress selama masa tertekan ini. Atau meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi apapun yang terjadi, baik di fisik, atau dalam hal ilmu. Kemudian yang penting, jika 3 bulan ini adalah kondisi buruk sekali untuk finansial kita, penghasilan berkurang jauh dan tabungan menyusut, bagaimana kalau nanti di situasi masa pensiun, kita mungkin harus bertahan hidup mungkin untuk 30 tahun ke depan. Kita jelas tidak mau ketika masih hidup tapi uang sudah habis tanpa punya kemampuan menghasilkan lagi. Karena itulah meningkatkan skill dan ilmu sangat penting.

Dan di masa produktif seperti sekarang, kita sebisa mungkin menabung, karena tahu masa jaya tidak akan berlangsung selamanya. Ilmu untuk ini adalah money management, atau bagaimana kita mengelola uang. Idealnya kita membeli aset yang kita pahami di harga murah. Kemudian memindahkan aset yang sudah mahal ke aset yang lebih murah, ini dinamakan asset allocation. Sampai kapan kita melakukan ini? Idealnya sampai aset kita bisa menghidupi kita selama mungkin. Kalau di ilmu keuangan, disarankan untuk 25 tahun dari pengeluaran kita.

Kondisi yang berubah ini adalah peluang bagi kita yang bisa memanfaatkannya. Pasar selalu bereaksi terhadap kondisi yang ada, ini membuat pasar selalu benar. Tapi seiring berjalannya waktu, kondisi berubah, dan pasar bereaksi lagi. Pasar pertama dan pasar kedua akan berbeda jika kita bisa analisa. Perbedaan inilah yang akan memberi kita peluang membeli di harga murah dan menjual di harga mahal. Demikianlah aset kita akan terus berkembang. Yang penting kita ada kesabaran menunggu.

Kita tidak bisa mengontrol bagaimana kondisi ekonomi dan reaksi pasar, tapi kita bisa memanfaatkannya. Ini yang ditanyakan Benjamin Graham, apakah pasar itu bos yang menyuruh kita melakukan apappun yang mereka mau, atau pelayan yang memberikan kita informasi. Ketika situasi buruk terjadi di Maret-April, kita menemukan banyak saham yang sangat murah. Apakah kita ikutan panik dan memberi keuntungan pada orang lain dengan menjual murah atau mengambil kesempatan dan membeli murah.

Sekarang kondisi berubah lagi, dunia menunggu kepastian vaksin, protokol kesehatan diperketat, orang lebih berhati-hati, pemerintah di banyak negara mengadakan stimulus. Jelas kondisi ini berbeda dengan di semester pertama 2020. Pasar akan mengantisipasi lagi, artinya sudah ada yang memprediksi masa depan seperti apa, kemudian bertaruh sesuai prediksinya. Ada juga yang masih menunggu situasi berubah lagi.

Situasi akan terus berubah, tapi apa yang dilakukan manusia akan tetap sama. Secara umum akan panik ketika yang tidak diharapkan terjadi, kemudian akan bertindak hati-hati, mencari solusi, dan setelah semuanya beres, akan berpesta lagi. Dalam kondisi pesta, ketidak hati-hatian akan datang lagi, yang membuat masalah baru muncul lagi.

Selain aset murah yang bertebaran, kita harus mencari tahu mana yang bisa bertahan melewati masa krisis. Karena bagaimanapun masa depan adalah serba tidak pasti. Apakah ada keyakinan vaksin pasti berhasil? Atau ada perbaikan berikutnya. Karena itulah kita harus bertahan hidup selama mungkin dalam kondisi hati-hati. Demikian juga misalnya jika membeli saham perusahaan. Kita harus memastikan apakah perusahaan akan sanggup bertahan melewati badai.

Perusahaan raksasa, market leader, perusahaan dengan moat (istilah yang dipopulerkan Buffett tentang bisnis yang punya perlindungan dari persaingan bisnis), perusahaan dengan hutang sedikit, perusahaan yang masih punya cash banyak, atau perusahaan yang masih tetap menghasilkan laba. Ini adalah perusahaan yang kami sukai. Asalkan harganya cocok, maka itu adalah kesempatan membeli. Ingat saja, di kondisi tidak normal, perusahaan ada di level sekarang, bagaimana ketika semuanya balik normal. Tentu saja ada yang kolaps dan bangkrut, tapi market leader, perusahaan yang kuat akan mengambil porsi pelanggan dari yang lemah. Ini sifat alami dari bisnis. Dan kita bergantung pada perusahaan seperti ini untuk meningkatkan aset kami.

Terakhir, di gambar artikel, apakah ini adalah matahari terbit atau terbenam? Semua balik ke masing-masing lagi. Kami sendiri juga tidak tahu jawaban benarnya. Tapi kami lebih suka melihat sebagai matahari terbit, karena apapun yang terjadi, selama kita hidup, kita akan terus beradaptasi meningkatkan kehidupan kita. Dan walau itu adalah matahari terbenam, setelah malam, akan terbit lagi matahari baru. Tugas kita hanya bertahan hidup melewati 1 hari lagi.

Itu yang kami lakukan di bursa, sesuai ajaran Buffett terpenting : jangan rugi. Artinya apapun yang kita lakukan, jangan sampai membuat kita berhenti sebelum mencapai tujuan.

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link