Terus Melompat Atau

  • Save

Dulu salah satu game yang banyak dimainkan adalah katak yang melompat melalui jalanan dan sungai yang sibuk. Tujuannya adalah mencapai seberang. Di awal kita mungkin akan banyak menabrak mobil atau tercebur ke sungai, kemudian dengan pengalaman bertambah, kita akan makin mahir. Walau mahir, kadang selalu ada terjadi kecelakaan, dan kita harus mengulangi permainan ini.

Kalau di investasi, kondisi yang sama juga terjadi. Kita berusaha berpegang pada produk investasi yang akan membawa kita mencapai tujuan finansial. Dan setiap kita merasa ini sudah bukan alat yang tepat, kita akan melompat ke yang lain. Di awal karena pengalaman sedikit, mungkin kita akan kaget dan panik menghadapi berbagai kejadian yang ada, sehingga gampang untuk terus berpindah. Dan dengan bertambahnya pengalaman, keputusan untuk berpindah tetap ada, tapi keputusan ini sudah didasari analisa, bukan emosi.

Pilihan terus melompat ini ada banyak situasi. Misalnya saja ketika kita berinvestasi di pasar saham, ada yang terus melompat pindah saham setiap hari, ada yang beberapa waktu, atau ada yang memutuskan untuk terus bertahan di beberapa saham untuk waktu yang lama. Apapun pilihan yang diambil, selalu ada risiko yang menyertai.

Misalnya jika kita memilih untuk terus berpindah saham setiap hari, keuntungan bagi kita adalah kita bisa saja mendapatkan saham yang sedang naik daun. Kemudian sensasi ketika bertransaksi juga lumayan besar. Kerugiannya, kita harus sering memantau pasar, yang mana tidak cocok untuk yang sibuk. Dan biaya dalam proses ini jelas lebih besar, sehingga tekanan untuk menghasilkan lebih juga besar.

Pilihan lain adalah kita berusaha sebisa mungkin mencari saham yang bisa membawa kita lebih jauh dalam perjalanan investasi kita. Misalnya target kita adalah 100%, kalau 1 saham bisa menghasilkan 10% untuk kita, maka kita tinggal berpindah 10x. Dibanding kalau 1 saham cuma memberi kemajuan 0.1% untuk total target, maka kita butuh 1000x perpindahan. Tugas lebih adalah kita harus lebih banyak menganalisa perusahaannya supaya ada goncangan sedikit tidak membuat kita panik.

Perusahaan yang bisa membawa kita lebih jauh adalah perusahaan yang kualitasnya bagus dan harganya murah. Di artikel lain kami sudah sering membahas kedua hal ini. Misalnya perusahaan maksimal bisa menghasilkan 100, sekarang ada di 80, maka potensinya adalah 20. Dan jika harganya juga setara 80, maka perjalanan tidak akan jauh. Yang kita cari adalah perusahaan yang bisa terus melaju dan sedang dihargai murah, misalnya di kondisi 20. Masa adalah moment paling bagus untuk membeli. Tapi di moment , kita sendiri juga mungkin sedang mengalami masalah keuangan. Oleh sebab ini, kita harus selalu sedia payung sebelum hujan, alias selalu memastikan cashflow yang cukup untuk biaya hidup dan kelebihannya untuk investasi.

Pilihan lain adalah berinvestasi di perusahaan super kuat yang bisa menghilangkan segala masalah di depannya. Jadi kita sendiri tidak perlu pusing ikut memikirkan strategi perusahaan, di mana memang ini yang sebaiknya kita lakukan, karena posisi kita sebagai investor, bukan manajer.

Apapun pilihan yang kita ambil selalu ada plus dan minusnya. Kuncinya adalah apakah yang dilakukan akan membuat kita semakin dekat dengan tujuan kita atau menjauhi. Ini termasuk efek tidak langsung, misalnya kalau terlalu aktif bertransaksi, membuat kita sering sakit, jelas akan merugikan kita secara jangka panjang. Lihat tujuan akhir dulu, baru bisa ditentukan langkah-langkah yang diambil untuk mencapai sana.

Pada akhirnya kita melakukan yang kita pahami, dan membuat kita nyaman. Kesehatan fisik dan mental adalah yang paling utama dalam proses mengumpulkan kekayaan.

error: Content is protected !!
Open chat
Copy link