The Challenging Year

  • Save

Tahun 2020 baru saja lewat, walau cuma 1 kejadian penting yang terjadi, tapi efeknya besar dan melebar kemana-mana, yaitu covid-19. Pada ekonomi, kesehatan, politik, dan banyak hal lagi. Kalau ekonomi dan kesehatan, kita tahu banyak yang mengalami perubahan mendadak, yang mengalami spiral down maupun yang spiral up. Orang-orang yang kehilangan pekerjaan, atau kena covid-19, dan juga orang-orang yang justru bisnisnya melaju di masa ini, atau yang tiba-tiba sadar harus hidup sehat.

Dan untuk bidang politik, yang paling terasa adalah Donald Trump, yang mana kalau tidak ada covid-19, hampir pasti terpilih lagi sebagai presiden Amerika. Sayangnya karena kegagalan pemerintah Amerika menanggulangi masalah ini, lawan politik menggunakan kesempatan ini untuk memenangkan pemilu.

Dan di bidang investasi, menjadi salah satu bisnis yang di awal babak belur, karena berbagai kasus investasi di Indonesia, ditambah bencana pandemi, tiba-tiba menjadi sektor yang sangat bagus. Ketika jelek, semua menghindari, dan ketika bagus, semua ingin mendapat untung. Ini siklus yang normal dalam kehidupan.

Demikian juga kesibukan kami, yang semakin banyak harus dilakukan, sehingga yang tadinya update ke website menjadi sangat jarang, dan fokus ke instagram yang bisa dilakukan di mana saja. Untuk yang berminta follow, silakan cari IG : saham.indonesia, seperti biasa, semua gratis dan semoga bisa bermanfaat untuk yang membacanya. Mungkin bukan sekarang, karena perjalanan investasi setiap orang berada di titik yang berbeda, tapi suatu hari mungkin saja akan ada gunanya.

Walau sibuk, di situasi sekarang adalah baik, karena memiliki penghasilan ketika ekonomi sedang lesu adalah yang perlu kita syukuri. Termasuk yang memiliki kesehatan, keluarga, teman, modal, dan lainnya. Kelebihan-kelebihan ini nantinya akan membantu perjalanan kita. Semua ini akan membuat kita lebih cepat mencapai tujuan, ataupun menjadi pelindung kita dari keputusan menyerah.

Mengenai investasi, tujuan kami tetap sama, kondisi yang selama 2-3 tahun terakhir menjadi perhatian kami. Jika di awal karir, banyak orang ingin meraih banyak hal, tapi dalam perjalanan, kita akan menyadari, apapun yang ingin kita raih, pada akhirnya kita harus mempersiapkan dana pensiun kita. Jadi mengapa tidak fokus di sini saja, sebab jika seseorang berhasil mengumpulkan dana pensiun, sudah tentu dengan ilmu yang ada, dana apapun akan bisa dicapai.

Beberapa hal yang menjadi perhatian kami adalah ketika ada kejadian luar yang berpengaruh pada jalan kami, sudah jelas kami harus beradaptasi, karena tidak mungkin dunia berubah mengikuti kita, kita yang harus berubah mengikuti dunia. Ini juga sama, ketika covid-19 menjadi masalah global, kita juga harus menerima, bukan berusaha menolak kenyataan, lihat saja contohnya Donald Trump, penolakannya terhadap masalah mengakibatkan banyak rakyatnya menderita, dan dia sendiri kehilangan pekerjaannya, dan kemudian reputasinya.

Berbicara tentang ini, seperti perkataan Buffett, bahwa ketika pasang surut terjadi, barulah terlihat siapa yang berenang telanjang. Artinya hanya di kondisi susah, baru terlihat sifat asli manusia, termasuk perusahaan yang isinya manusia. Apakah siap menghadapi masalah, atau yang menolak masalah, atau malah sudah ada masalah sebelumnya. Tugas kita gampang, sebisa mungkin supaya tidak kena masalah, hindari orang-orang dan perusahaan bermasalah ini. Lebih gampang menghindari masalah dibanding memperbaiki masalah, ini juga quote dari Buffett. Karena itulah, mengapa kita idealnya belajar dari yang di depan. Kalau di depan sudah pernah, bertemu masalah dan cara memperbaiki, atau bertemu metode yang berhasil, kita tidak perlu merasa lebih pintar sehingga harus mencoba lagi.

Keputusan ini akan menghemat biaya, waktu, dan tenaga kita, yang nantinya akan mempercepat pencapaian kita. Karena itu, metode investasi kami sederhana saja, pegangan kami cuma 2,

  1. Selalu berusaha jual hanya kalau sudah untung
  2. Jangan pernah pakai hutang

2 metode sederhana, yang sulit dilakukan secara konsisten, tidak heran hanya sedikit yang bisa bertahan di bursa saham. Mayoritas ingin hasil dengan cepat, dan ketika tidak menemukannya, maka pilihannya adalah berhenti atau membuang waktu mencari cara lebih cepat kaya. Kalau benar ada cara seperti itu, siapa yang mau memberi tahu tambang emasnya. Dengan alasan inilah, kami tidak pernah mau mendengar semua pernyataan yang menyebut ada cara sakti untuk cepat kaya di saham. Bahkan jika benar ada cara itu, sudah bisa dipastikan gaya kami tidak bisa seperti itu. Biarlah kami menjadi kura-kura yang pelan tapi pasti mencapai tujuan.

Bukankah mencapai tujuan itu yang paling penting? Dan ketika mencapai tujuan, apapun yang menjadi masa lalu pahit menjadi cerita saja. Daripada tidak pernah mencapai tujuan, dan kejadian pahit akan berulang terus.

Dan karena metode kami sederhana, sebenarnya banyak artikel kami membahasnya, lebihnya cuma pengulangan. Tapi justru pengulangan ini yang membuat metode ini semakin terasah, yang hasilnya akan menjadi lebih baik, yang membuat proses semakin cepat. Jadi dibanding mencari metode sempurna yang bisa memberi hasil cepat, lebih baik konsisten melakukan sehingga hasil akan tercapai.

Dan metode kami supaya bisa menjual untung, hanyalah beli perusahaan baik di harga murah. Perusahaan baik adalah perusahaan yang punya potensi berkembang, dengan kekuatan finansial yang baik, dan manajemen yang mau berkembang. Harga murah memang relatif, bahkan di Maret-April, harga super murah terjadi, tapi ongkos terhadap itu sangat besar, berapa banyak yang menderita karena kejadian buruk.

Karena itulah, kami lebih baik konsisten menabung bahkan jika bukan harga terbaik, dibanding berharap ada krisis dan banyak pihak kena dampak negatifnya. Ekonomi yang bertumbuh akan memberi banyak manfaat pada masyarakat, dibanding krisis. Tapi krisis yang pasti akan terus terjadi secara berkala, akan memberi kesempatan mencapai tujuan lebih cepat.

Supaya bisa siap menghadapi krisis, maka ketika kondisi normal, jangan pernah melakukan tindakan drastis yang membuat kita susah nantinya. Contoh ketika bursa saham sedang bagus, banyak yang tiba-tiba ingin menjadi full time trader atau investor, apakah yang ini siap menghadapi ketika bursa anjlok. Sekarang baru -7% batas turun, dan +20-35% batas naik yang menguntungkan. Bagaimana kalau bursa kembali normal dan batas naik dan turun menjadi simetris?

Seluruh bursa dunia mengalami force sell di bulan Maret, sehingga anjlok lebih dalam dibanding hitungan normal, yang diakibatkan banyak yang berhutang untuk membeli saham. Mayoritas berhutang karena merasa aman, dan ingin cepat kaya. Andaikan saja dunia bisa bergerak sesuai keinginan kita. Ini sebabnya kami tidak menggunakan hutang, karena kami sendiri juga pernah jatuh karena hutang. Orang yang bijak bisa langsung menghindari masalah, dan orang pintar belajar menghindari masalah melalui pengalaman orang lain, dan ada juga orang yang perlu kena dulu baru belajar.

Tapi selalu ada orang yang sudah ada contoh, tapi tetap tidak mau belajar, apakah karena merasa pintar, atau terpaksa melakukan? Yang pasti dengan tanpa hutang, pikiran dan hati akan lebih tenang untuk fokus memperbesar penghasilan, yang mana akan membuat kita lebih santai dalam mengambil keputusan investasi.

Dan karena ada yang selalu mengulang tindakan, maka krisis pasti akan terjadi lagi. Dan kita tidak bertanggung jawab terhadap situasi itu. Yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkannya. Dan karena krisis kali ini, kesempatan membeli di harga murah terbuka lebar. Walau yang telah membeli saham sebelumnya pasti kena dampaknya. Tapi kesiapan dana akan memberi kita kesempatan terus membeli.

Setiap bulan kami membeli, dan sampai hari ini baru menjual sedikit dari hasil investasi selama ini. Karena perusahaan sudah naik lumayan melampaui harga wajarnya untuk kondisi normal. Selama krisis, jelas tidak ada perusahaan yang beroperasi normal, tapi jika pasar menilai perusahaan dengan harga kondisi normal padahal belum normal, maka itu kesempatan kita menjual, dan dananya bisa membeli saham lain yang masih murah.

Orang bisa menyatakan, tunggu lagi krisis berikutnya, nanti aku lebih siap, tapi melihat sejarah, tidak akan ada yang siap terhadap krisis, karena itulah disebut krisis. Lihat saja krisis di masa lalu, semua penyebabnya berbeda, tapi efeknya sama, membuat investor panik. Dan satu-satunya yang bisa kita pelajari dari sejarah adalah manusia tidak pernah belajar dari sejarah.

Dan untuk tahun yang menantang ini, akan memberi kita kesempatan emas untuk berkembang. Jika menanyakan ke kami, sampai berapa lama puncak IHSG berikutnya, kami juga tidak tahu. Tapi dari sejarah, setidaknya butuh 8-12 tahun untuk dari dasar hingga mencapai puncak. Katakanlah teknologi membuat semua menjadi lebih cepat, bisa saja 4-12 tahun ke depan. Sekarang bahkan belum lewat 1 tahun, jadi bagi kami, terlalu cepat untuk keluar.

Bahkan jika kami telah mencapai tujuan investasi kami, hampir pasti kami juga tidak akan menjual semua aset kami di saham. Tapi hampir pasti bukan berarti 100%. Semua bisa terjadi di masa depan, karena itulah jangan pernah menghafal harus begini begitu, tapi selalu terbuka menerima apapun yang datang.

Terakhir, portofolio kami turun lumayan hanya 1 bulan saja di Maret, jika orang berkata, coba jual dulu semua sebelum itu, tapi apakah ada yang tahu sedalam apa koreksinya. Apakah kita siap menunggu bertahun-tahun krisis terjadi tanpa melakukan apapun? Kami membiarkan saja, dan terus menambah saham, terutama yang masih posisi floating lose. Jika di harga lebih tinggi berani membeli, mengapa di harga rendah tidak berani?

Hasilnya terlihat sekarang. Portofolio mengalami kenaikan lumayan. Yang penting kita harus konsisten menjalankan apa yang kita tahu untuk mencapai tujuan. Jika tidak tahu, maka belajarlah. Tidak ada kata berhenti belajar sampai kita tutup usia. Selalu pasang mata lebar belajar dari yang telah berhasil, dan tutup kuping erat-erat ketika menghadapi orang-orang yang tidak sejalan dengan kita.

Terakhir, apakah tantangan tahun 2020 itu baik atau buruk? Semua balik lagi ke kita sendiri. Jika kita bisa belajar dan mendapat manfaat maka ini adalah tahun baik, tapi jika kita membiarkan kondisi membuat kita buruk, maka ini tahun yang buruk. Apapun itu, kejadian yang sama akan memberi hasil berbeda tergantung apa yang kita lakukan. Jika kita tidak tahu harus melakukan apa, lihatlah dari orang-orang di depan kita yang sudah berhasil. Tidak ada tahun baik atau buruk, sampai kita sendiri melabelinya demikian.

Open chat
Copy link